Begini Awal Terbentuknya Warkop DKI, Trio Komedian Lawas Nan Legendaris

Siapa yang tak kenal dengan grup komedian Warkop DKI yang legendaris. Terbentuk di tahun 1974 dengan nama awal Warkop Prambors, trio Dono-Kasino-Indro sukses berjaya merajai perfilman komedi Indonesia.

Beragam judul film Warkop DKI berhasil mencuri hati masyarakat. Bahkan beberapa di antaranya berhasil tembus hingga setengah juta penonton, salah satunya Maju Kena Mundur Kena (1983) yang meraih 658.896 penonton.

Sementara itu, film Pintar Pintar Bodoh (1980) meraih piala Antemas dan menjadi Film Terlaris versi MURI. Berbagai lontaran jargon khas Warkop pun masih menyisakan kenangan jenaka yang mengesankan. Di antaranya seperti “Gile lu, Ndro!”, “Yang baju merah jangan sampai lolos,” hingga “Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.”

Baca Juga: Perjalanan Karir Didi Kempot yang Legendaris, Inilah Fakta-Fakta Di Balik Kesuksesannya

Dari Warkop Prambors ke Warkop DKI

loader

Indro - Dono - Kasino (Sumber: celebrities.id)

Cikal bakal Warkop DKI tak lepas dari keberadaan Radio Prambors, Jakarta. Sekitar tahun 1976-1980, diketahui bahwa Indro yang kuliah di Jurusan Ekonomi Universitas Pancasila juga merangkap jadi penyiar di radio tersohor tersebut.

Awalnya, Warkop DKI terbentuk dengan nama Warkop Prambors yang mengudara di radio pada tahun 1973. Formasi awal ini juga melibatkan beberapa mahasiswa. 

Mereka adalah Hariman Siregar, Nanu Mulyono, Rudy David Badil, Kasino Hadiwibowo, Indrodjojo Kusumonegoro (Indro), serta Wahjoe Sardono (Dono). Ketika itu, tim tersebut diminta hadir untuk mengisi sebuah acara Obrolan Santai di Warung Kopi yang disiarkan radio Prambors.

Tak disangka-sangka, tim Warkop pun menjadi semakin besar dan populer. Alhasil, mereka pun semakin sering diundang untuk tampil melawak di panggung.

Mantap dengan Formasi Dono-Kasino-Indro

Dalam perjalanannya, Rudy Badil dan Nanu Mulyono harus hengkang dari Warkop. Rudy Badil sendiri berprofesi sebagai wartawan senior Kompas selama lebih dari 30 tahun. Ia juga merupakan teman dari Soe Hok Gie yang dikenal sebagai aktivis mahasiswa pada masanya.

Hingga akhirnya Warkop pun berhasil dicintai masyarakat dengan formasi Warkop DKI (Dono-Kasino-Indro). Tak hanya mengambil hati saat di atas panggung, Warkop pun bisa syuting hingga puluhan film layar lebar dan menjadi kecintaan banyak orang sampai sekarang.

Film Warkop DKI

loader

Film Warkop DKI (Sumber: cnnindonesia.com)

Debut perdana Dono, Kasino, dan Indro ialah Mana Tahaaan... yang tayang di tahun 1979. Selain itu, mereka juga meluncurkan Pintar Pintar Bodoh, Gengsi Dong, dan GeeR – Gede Rasa (1980) yang kian melejitkan nama Warkop DKI.

Mendapat sambutan hangat, film Warkop DKI semakin dikenal banyak orang. Di antaranya yaitu Manusia 6.000.000 Dollar dan IQ Jongkok pada 1981, serta Chips, Setan Kredit, hingga Dongkrak Antik di tahun 1982.

Beraneka judul film kocak lainnya ialah Pokoknya Beres (1983), Tahu Diri Dong (1984), Kesempatan Dalam Kesempitan (1985), dan lainnya. Di tahun 1986, mereka kembali meluncurkan Atas Boleh Bawah Boleh serta Depan Bisa Belakang Bisa yang sukses menghibur.

Baca Juga: Hitam Putih 40 Tahun Perjalanan Karier Meriam Bellina di Industri Hiburan, Gak Ada Matinya

Meraih Masa Keemasannya hingga Melegenda

Pada puncak kejayaannya, beragam film Warkop DKI sukses mejeng di setiap bioskop Nusantara. Tak hanya sukses mengocok perut banyak orang, beberapa di antaranya termasuk ke dalam daftar film yang paling laris sepanjang masa.

Beralih ke tahun 1987, Makin Lama Makin Asyik dan Saya Suka Kamu Punya kembali sukses mengundang tawa terpingkal-pingkal. Di samping kocak dan jenaka, film Warkop DKI juga selalu menampilkan banyak aktris muda yang cantik, berbakat, dan beken di era tersebut. 

Uniknya lagi, film Warkop DKI sengaja digarap dan diedarkan setahun dua kali, yang bertepatan dengan hari libur seperti tahun baru dan juga Lebaran. Salah satunya seperti Jodoh Boleh Diatur dan Malu Malu Mau (1988), serta Godain Kita Dong dan Sabar Dulu Doong...! (1989).

Selanjutnya, trio DKI terus eksis dengan rentetan judul film mereka yang sukses. Di tahun 1990, Mana Bisa Tahan diluncurkan yang disusul dengan Lupa Aturan Main serta Sudah Pasti Tahan (1991).

Di era 90-an ini, Warkop meneruskan kejayaan mereka dengan tayangnya film Masuk Kena Keluar Kena, Bisa Naik Bisa Turun, dan Salah Masuk di tahun 1992. Dono-Kasino-Indro lantas kembali menghibur dengan guyonannya melalui Bagi-Bagi Dong dan Bebas Aturan Main di tahun 1993.

Sementara di tahun 1994, Warkop DKI menghadirkan Pencet Sana Pencet Sini dan Saya Duluan Dong. Totalnya, Warkop DKI telah menelurkan lebih dari 30 film layar lebar di sepanjang karier mereka.

Namun kebanyakan dari film Warkop DKI tak bisa go international karena pelanggaran hak cipta. 

Film Paling Laris, Tembus Setengah Juta Penonton

Dari sekian banyak film Warkop DKI yang iconic dan melegenda, terdapat beberapa yang termasuk paling laris di sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Film CHIPS (Cara Hebat Ikut Penanggulangan masalah Sosial) rilis tahun 1984 dan bertengger di peringkat kedua. Film tersebut meraup jumlah penonton yang mencapai angka 492.430 penonton.

Selanjutnya ialah film Makin Lama Makin Asyik yang tayang tahun 1987 juga meraih sukses dengan penonton sebanyak 504.220 penonton. Film yang satu ini juga turut menghadirkan aktris senior yang cantik, Meriam Bellina.

Sementara di tahun 1985, Warkop DKI kembali berjaya dengan film Kesempatan Dalam Kesempitan. Film yang ikut dibintangi oleh aktris senior Lydia Kandou itu berhasil memikat 536.335 penonton.

Film terlaris dari Warkop DKI yang berikutnya ialah Semua Bisa Diatur (Itu Bisa Diatur) yang tayang tahun 1984. Film yang ikut menampilkan Ira Wibowo dan Lia Warokka ini sukses menyedot perhatian 541.329 penonton.

Adapun film Tahu Diri Dong (1984) juga turut menyita perhatian insan perfilman Indonesia. Perolehan penonton bioskopnya telah mencapai 548.704 penonton. Aktris Lydia Kandou dan Eva Arnaz juga ikut meramaikan film yang satu ini.

Film Warkop DKI nan laris dan legendaris berikutnya jatuh kepada Gantian Dong (1985). Sejarah mencatat, film yang juga menampilkan Chintami Atmanegara tersebut berhasil memperoleh penonton hingga 552.534 orang.  

Sedangkan di film Malu Malu Mau (1989), Warkop DKI yang laris manis berhasil mendapat raihan penonton sebesar 564.127 orang. Film tersebut juga turut dilakoni oleh aktris sekaligus politisi Nurul Arifin dan Sally Marcelina. 

Film Warkop DKI yang paling laris dalam sejarah perfilman Tanah Air ialah Maju Kena Mundur Kena (1983). Film ini sukses meraih jumlah penonton sebanyak 658.896 orang.

Sebagai tambahan, film Pintar Pintar Bodoh (1980) dari Warkop DKI juga menyabet piala Antemas serta menjadi Film Terlaris versi MURI.

Suksesnya Warkop DKI Reborn, Bukti Masih Digandrungi

loader

Warkop DKI Reborn (Sumber: cinemapoetica.com)

Film Warkop DKI Reborn 1 rilis di tahun 2016 dan sukses tembus hingga lebih dari enam juta penonton sejak penayangan perdananya. Demikian juga dengan Warkop DKI Reborn 2 (2017) yang meraih penonton sebanyak empat juta lebih.

Suksesnya film remake yang dibintangi oleh Vino G. Bastian, Tora Sudiro, dan Abimana Aryasatya ini menjadi bukti. Ternyata masyarakat Indonesia masih menghargai dan merindukan guyonan segar yang terlontar dari trio komedian Dono-Kasino-Indro yang melegenda.

Warkop DKI Hanya Menyisakan Indro Seorang

Dono alias Drs. H. Wahjoe Sardono, M.S. yang pernah jadi asisten dosen jurusan Sosiologi FISIP UI, telah tutup usia pada tahun 2001. Kepada publik, Indro membeberkan bahwa Dono ialah sosok jenius yang paling banyak menyumbang ide kelakar. Dono diketahui meninggal dunia akibat kanker paru dan sejumlah komplikasi penyakit yang dideritanya. 

Beberapa tahun sebelumnya, Kasino alias Drs. Kasino Hadiwibowo telah lebih dulu berpulang ke pangkuan Sang Khalik. Karena kanker otak yang dideritanya, Kasino meninggal di tahun 1997. Demikian juga dengan Nanu Mulyono yang meninggal di tahun 80-an, serta Rudy Badil yang tutup usia di tahun 2019. 

Warkop DKI kini hanya menyisakan Indro yang didapuk sebagai pimpinan dari PASKI (Persatuan Seniman Komedi Indonesia). Kendati begitu, karya legendaris Dono-Kasino-Indro yang menghibur, serta nama besar mereka masih terus dikenang di hati para penggemarnya.

Baca Juga: Kisah Kejayaan Koes Plus, Pernah Masuk Bui hingga Jadi Band Legendaris Indonesia