Cuaca Ekstrem! Waspada 8 Penyakit yang Sering Datang Mengganggu

Saat cuaca tak menentu terlebih ketika terjadi panas yang ekstrim, ada beberapa penyakit yang rentan menyerang, lho. Jadi, selalu waspada apalagi jika kamu punya riwayat penyakit atau alergi yang rentan kambuh ketika udara panas.

Untuk mencegah dampak lebih lanjut dari panas ekstrem ini, setiap orang disarankan untuk melakukan berbagai tindakan preventif. Apalagi sekarang ini, Indonesia tengah dilanda cuaca panas yang cukup ekstrem.

Menurut BMKG, cuaca panas yang ekstrem di Indonesia terjadi akibat gerak semu matahari, sebuah siklus yang terjadi setiap tahunnya. Cuaca panas yang cukup ekstrem ini dapat berulang setiap tahunnya pada periode sama. Bahkan, berlangsung rutin di beberapa kawasan di Indonesia.

Misalnya, Pulau Jawa. Ketika bulan April--Mei suhu akan meningkat dan puncaknya ada di Bulan Oktober. Indonesia sendiri merupakan negara dengan iklim tropis sehingga suhu rata-ratanya konstan ada di rentang sekitar 30 derajat Celcius.

Nah, berikut ini ada beberapa penyakit yang rawan muncul ketika musim panas melanda dan beberapa tindakan preventif yang bisa dilakukan.

Baca juga: 10 Penyakit yang Tidak Ditanggung Asuransi Kesehatan

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Penyakit yang Kerap Muncul Ketika Cuaca Ekstrem

loader

Cuaca Panas Ekstrem

  1. Dehidrasi

    Dehidrasi terjadi saat tubuh kehilangan terlalu banyak cairan, yaitu kondisi ketika cairan yang keluar lebih banyak dibandingkan cairan yang masuk. Suhu yang tinggi dan cuaca panas meningkatkan risiko dehidrasi karena tubuh kita mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat.

    Gejala dehidrasi adalah mulut kering, haus berlebihan, penurunan produksi urin, sakit kepala, tubuh terasa lemas, serta pusing. Guna mencegah dehidrasi, minumlah lebih banyak air dan jaga keseimbangan asupan cairan dalam tubuh.

  2. Heatstroke atau Serangan Panas

    Heatstroke adalah kondisi yang serius dan berpotensi mengancam nyawa. Heatstroke terjadi saat tubuh tidak mampu mengatur suhu dengan baik. Kondisi ini bisa terjadi saat suhu lingkungan sangat tinggi dan melebihi kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri sendiri.

    Gejalanya meliputi suhu tubuh tinggi (>40 derajat Celcius), kulit kering dan panas, pusing, kelelahan yang parah, mual, muntah, hingga kejang. Heatstroke memerlukan perawatan segera dan bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik.

  3. Heat Exhaustion

    Meskipun tak semenakutkan heatstroke, heat exhaustion tetap memerlukan perhatian medis. Gejala heat exhaustion meliputi lemah, pusing, berkeringat berlebihan, mual, muntah, sakit kepala, dan kulit pucat.

    Hal ini terjadi ketika tubuh terlalu panas dan tidak dapat mendinginkan diri sendiri sehingga menimbulkan beberapa gejala yang bisa membuat kesehatan menurun.

  4. Prickly Heat (Ruam Panas)

    Prickly heat adalah masalah kulit yang umum terjadi pada cuaca panas dan lembab. Kondisi ini disebabkan oleh penyumbatan kelenjar keringat yang menyebabkan ruam kulit. Ruam ini akan terlihat seperti bintik-bintik merah kecil, gatal, dan terkadang terasa seperti terbakar.

    Prickly heat cenderung terjadi di area tubuh yang tertutup pakaian atau berlipat-lipat, seperti di leher, punggung, atau lipatan kulit. Jika ini terjadi, coba obati area yang ruam menggunakan bedak atau krim yang mengandung bahan yang melembabkan, seperti aloe vera.

  5. Migrain

    Perubahan tekanan udara dan cuaca panas ekstrem dapat menjadi pemicu serangan migrain. Untuk mengurangi kemungkinan serangan migrain, sebisa mungkin jangan terlalu lama berdiri dibawah terik matahari langsung.

    Terutama saat suhu udara di luar ruangan sedang dalam kondisi tinggi-tingginya. Pengelolaan stres, istirahat yang cukup, dan menjaga rutinitas harian yang teratur juga dapat membantu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan migrain.

  6. Kram Panas (Heat Cramps)

    Ini merupakan kondisi ketika otot-otot dalam tubuh menjadi tegang saat suhu udara sekitar naik. Heat cramps lebih rentan terjadi pada orang-orang yang menjalankan aktivitas fisik langsung di bawah panas matahari langsung.

    Gejala kondisi ini meliputi kram pada otot, sakit di perut, lengan, atau kaki, serta kulit terasa terbakar. Jika sudah muncul gejala, perlu segera melakukan pendinginan dengan memberikan kompres secara perlahan.

  7. Iritasi dan Kulit Kering

    Meskipun tidak mengancam nyawa, hal ini tentunya akan cukup mengganggu penampilan dan kenyamanan diri sendiri. Ketika cuaca sedang panas-panasnya, kelembaban alami kulit akan berkurang alhasil kulit jadi lebih kering dan terjadilah iritasi.

    Untuk mengatasinya, cobalah menggunakan lotion dan pelembab khusus dan jangan terlalu lama berada di bawah paparan matahari langsung.

  8. Panas Dalam

    Udara dan suhu yang panas juga bisa memicu panas dalam, apalagi jika sering makan makanan yang pedas dan berminyak. Gejala panas dalam ini meliputi tenggorokan panas, bibir kering, dan sariawan.

Baca juga: Penyakit Musim Hujan Melanda, Antisipasi dengan Cara ini!

Tindakan Preventif untuk Meminimalisir Paparan Panas Ekstrem pada Tubuh

Panas ekstrem yang terjadi merupakan fenomena alam yang tidak bisa dicegah. Meski begitu, kamu tetap bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan agar setidaknya bisa mengurangi risikonya terhadap tubuh. Sebagaimana berikut ini beberapa tindakan diantaranya.

  • Saat cuaca panas, gunakan pakaian yang ringan, longgar, dan terbuat dari bahan yang dapat menyerap keringat seperti katun. Hal ini akan membantu tubuh untuk tetap terasa sejuk dan dingin.
  • Hindari paparan sinar matahari langsung langsung terhadap cuaca ekstrem terlalu lama. Carilah tempat teduh atau cobalah tetap berada di dalam ruangan jika memungkinkan.
  • Hindari aktivitas fisik berat yang dapat meningkatkan risiko kelelahan panas.
  • Gunakan tabir surya dengan SPF yang sesuai untuk melindungi kulit dari sinar matahari yang berbahaya. Gunakan juga lotion dan krim pelengkap, kalau bisa saat berpergian gunakan juga topi dan kacamata hitam sebagai pelindung tambahan.
  • Untuk seseorang dengan kondisi medis tertentu, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran seputar tindakan preventif terbaik sesuai kondisi.
  • Minum cukup air agar tetap terhidrasi, atur pola makan dan pola hidup yang sehat.
  • Hindari minuman-minuman yang mengandung alkohol, gula berlebih, atau kafein.

Baca juga: 8 Penyakit Paling Mematikan di Dunia, Harus Waspada!

Lakukan Tindakan Pencegahan Secara Preventif

Itulah beberapa penyakit yang rentan kambuh saat cuaca panas ekstrem dan langkah preventif untuk meminimalisir resikonya. Selalu ingat bahwa kesehatan dan keselamatan diri sendiri adalah prioritas utama saat menghadapi cuaca ekstrem.

Dengan mengambil tindakan pencegahan yang tepat, kamu bisa meminimalisir dampak dari panas ekstrem yang sedang melanda. Semoga bisa bermanfaat!