Jadi Single Parent, Yuni Shara Bisa Hidup Mewah dari Bisnis Batu Bara hingga Jualan Panci

Sebagai salah satu penyanyi dan aktris senior Indonesia, Yuni Shara dikenal dengan lagu-lagu nostalgia yang kerap dibawakannya. Kakak kandung Krisdayanti ini memang sudah lama menggeluti dunia tarik suara.

Selama 32 tahun berkarier di industri hiburan Tanah Air, pemilik nama asli Wahyu Setyaning Budi ini sudah pernah merasakan jatuh bangun. Salah satunya penjualan album yang tak menuai sukses di pasaran.

Namun segala jerih payah Yuni Shara terbayar saat albumnya meledak dan meraih tujuh platinum sekaligus. Meski sudah banyak penyanyi dan artis pendatang baru, Wanita berusia 47 tahun itu tetap eksis sampai sekarang. Harta kekayaannya terus bertambah seiringi gurita bisnis yang dijalaninya.

Baca Juga: Kiprah Mari Elka Pangestu: Dari Mendag hingga Direktur Pelaksana Bank Dunia

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Senang Menyanyi Sejak Kecil

Sejak kecil, Yuni Shara yang berdarah Jawa sudah senang menyanyi. Ia rajin mengikuti berbagai lomba. Hal ini sudah ditekuninya sejak masih duduk di bangku SD. Beranjak remaja saat mengenyam tingkat SMP, ia hijrah ke Jakarta dan mengantarkannya menjadi penyanyi besar di tahun 1987.

Saat itu, Wanita kelahiran Malang, 3 Juni 1972 ini masih berseragam putih abu-abu. Yuni mengikuti Festival Bintang Radio dan Televisi. Ajang ini mengikutsertakan remaja rentang usia 15 tahun. Ia pun berhasil menjadi juara II berkat lagu keroncong yang dibawakan.

Jelas bakat Yuni sudah terasah sedari dini. Sang ayah mengajarkannya berlatih olah vokal dengan membawakan lagu-lagu keroncong. Selang dua tahun sejak kemenangan di ajang tersebut, artis yang pernah berpacaran dengan Raffi Ahmad itu kembali mengikuti festival yang sama.

Yuni keluar sebagai pemenang juara I. Kemudian, dewi fortuna berpihak padanya. Bersama penyanyi lainnya, ia ditawari rekaman oleh perusahaan Billboard All Stars.

Rilis Album Perdana 

View this post on Instagram

🎶🎤#javajazz #jakarta #5wanita #Tenun#ikat #Ys #Yunishara TQ Didiet📷

A post shared by WahyuSetyaningBudi✨ (@yunishara36) on

Di tahun 1991-1992, putri dari Trenggono dan Rachma Widadiningsih ini merilis album perdana yang bertajuk Kasmaran. Lewat lagu Jatuh Cinta Lagi, nama Yuni makin dikenal publik meski albumnya tak meledak di pasaran.

Di tahun yang sama, Yuni bersama Irma June mengikuti North Sea Jazz Festival di Belanda sebagai backing vocal dari Bhaskara Band. Barulah di tahun 1992–1994, ia merilis album Hilang Permataku yang berisi lagu-lagu lawas yang didaur ulang.

Album tersebut mendulang sukses. Karakter vokal Yuni yang lembut dan empuk terdengar sangat cocok membawakan musik pop ballad.

Sempat Dua Kali Gagal di Pasaran 

View this post on Instagram

Tahun 1995 (23 tahun lalu), saya mengenal sosok Jopie Item sebagai seorang arranger musik di album "Mengapa Tiada Maaf". Dan saya masih menganggap itu album terbaik saya. Alhamdulillah album itu mendapat 4 Platinum (2juta copies)di malam penghargaan BASF award 1996. Dan semalam saat saya perform, ternyata om Jopie juga hadir sebagai undangan. Saat itu juga saya daulat om Jopie untuk ke atas panggung dan gabung bersama @dandylasahido Band. Saat om Jopie main gitar..., saya berasa kembali ke masa 23 tahun yang lampau. Blom tergantikan ... Tkasih om Jopie yang baik, sudah menjadi bagian dari acara semalam . 📷 @atan_lemos_photography . #yunishara #wahyusetyaningbudi #jopieitem #18februari2018.

A post shared by WahyuSetyaningBudi✨ (@yunishara36) on

Yuni sempat mencoba lagi peruntungannya dengan merilis album ketiga, Salah Tingkah. Namun album yang justru tak memasukkan lagu-lagu nostalgia ini gagal di pasaran meski sudah menggandeng penyanyi dan pencipta lagu kawakan, Katon Bagaskara.

Tak menyerah, di tahun 1994-1995, artis yang pernah gagal dua kali menikah itu kembali meluncurkan album Aku Percaya. Lagi-lagi apes. Ya, keberuntungan memang belum berpihak padanya.

Menyabet Tujuh Platinum

Puncak karier Yuni Shara terjadi di tahun 1996. Dalam seminggu pertama, album Mengapa Tiada Maaf berhasil terjual hingga 150 ribu copy dan mendapat empat platinum dari BASF.

Di tahun yang sama, ia juga menelurkan album soundtrack serial Return of The Condor Heroes. Ia kembali menyabet tiga buah platinum dari BASF. Dalam enam minggu pertama, penjualan langsung mencapai 500 ribu copy.

Total, Wanita yang selalu tampil dengan model rambut bob ini meraih tujuh platinum dari BASF di tahun 1996. Masih di tahun yang sama, Yuni Shara mengeluarkan album Sebelum Kau Pergi dan meledak di pasaran. Album ini terjual 170 ribu copy dalam sebulan pertama.

Baca Juga: Vakum Menyanyi, Kini Momo Geisha Sibuk Urus Keluarga dan Clothing Line

Punya Banyak Album, Main Film, Bintang Iklan, dan Luncurkan Buku 

Sepanjang kariernya, mantan istri Henry Siahaan itu telah merilis banyak album, yakni Kasmaran (1991), Salah Tingkah (1992), dan Aku Percaya (1994). Di tahun 1996, album Mengapa Tiada Maaf, OST. Return of the Condor Heroes, dan Sebelum Kau Pergi yang semuanya menuai sukses besar.

Memasuki tahun 1997, album Desember Kelabu dirilis. Selang setahun, ia mengeluarkan album Pelangi (1998). Menyusul di tahun 2000, Yuni kembali merilis album Janji Sepasang Merpati.

Di tahun 2001, OST. Meteor Garden yang dibawakan Yuni Shara booming seiring demam serial F4 tersebut. Di album ini, lagu Ni Yao Te Ai versi Tanah Air, yakni Cinta yang Kumau mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Kemudian berlanjut album Isi Hati (2002), Belaian Sayang (2004), 35 (2007) yang berbarengan dengan perilisan bukunya di usia ke-35. Berikutnya di tahun lalu, Yuni Shara menelurkan dua album bertajuk Lagu-Lagu Hits Karya Is Haryanto & James F. Sundah serta Jalan Terbaik. Yuni juga merilis album Tuhan Jagakan Dia (2014).

Untuk mini album, ia mengeluarkan album Hilang Permataku (1992). Bersama 3 Bidadari (Desy Ratnasari dan Paramitha Rusady), ia merilis single Kidung di tahun 1999. Di tahun yang sama, Yuni mengeluarkan album Lilin-Lilin Kecil ke pasaran.

Bersama Raffi Ahmad, Yuni menelurkan single 50 Tahun Lagi di tahun 2010. Pada tahun yang sama, ia juga merilis Aku Cinta Padamu. Di tahun 2011, rilis lagi Cinta Ini feat. Raffi Ahmad. Kemudian ia juga berkolaborasi dengan penyanyi Iwa K dalam lagu Aku Jadi Bingung.

Selanjutnya menggandeng Krisdayanti serta Iis Dahlia dalam lagu Nurlela yang dulu pernah populer oleh Rumpies. Selain itu, Yuni juga merilis single religi berjudul Akhirnya. Hingga single Tuhan Jagakan Dia keluar di tahun 2014.

Bukan hanya aktif menelurkan album dan single, Yuni Shara pun pernah beradu akting di film Rumah Tanpa Jendela di tahun 2011. Bintang iklan juga dilakoninya untuk produk minuman berenergi.

Yang menarik, Ibu dua anak ini pernah merilis buku yang momennya berbarengan dengan perayaan ulang tahun ke-35. Buku tersebut diberi judul 35 Cangkir Kopi Yuni Shara. Ditulis oleh Tamara Geraldine dan Darwis Triadi. Buku ini dikeluarkan bertepatan pula dengan peluncuran album musik Yuni, 35.

Jadi Bos Besar dengan Gurita Bisnis

Tubuhnya boleh mungil, wajah lembut keibuan, tapi jangan salah, Yuni adalah sosok wanita tangguh yang tak bisa dipandang sebelah mata. Selain membesarkan dua putra dengan menjadi single parent dan menjadi artis, jebolan Universitas Borobudur ini punya banyak bisnis yang dilakoninya.

“Pabrik uang” Yuni Shara berasal dari bisnis:

1. Bisnis batu bara 

Biasanya pengusaha batu bara adalah laki-laki. Tapi Yuni Shara membuktikannya dan sukses menggeluti bisnis emas hitam tersebut. Tambang batu bara miliknya berada di Palaran, Kalimantan Timur.

2. Bisnis konstruksi

Mantan istri Raymond Manthey ini juga punya bisnis yang bergerak di bidang konstruksi. Dirintis tahun 2016, perusahaan yang didirikannya bernama Ecocure. Fokus pada pengerjaan pembangunan jalan.

Yang menarik, perusahaan konstruksi milik Yuni tersebut menawarkan bahan pembuatan jalan yang eco friendly (ramah lingkungan).

3. Mendirikan PAUD 

Tidak hanya berparas ayu, hati Yuni Shara pun bak malaikat. Ia mendirikan sekolah PAUD bernama Cahaya Permata Abadi di tanah kelahirannya, Batu, Malang, Jawa Timur.

Sekolah berakreditasi A ini sudah punya ratusan anak murid dan puluhan tenaga pengajar profesional. Kerennya lagi, biaya SPP di PAUD milik Yuni Shara ini hanya Rp3.500. Makanya disebut sekolah non-profit.

4. Jadi juragan panci dan wajan wajan anti lengket 

Wah ini sih beda banget dengan yang lain. Yuni Shara juga menjadi pengusaha yang menjual produk panci dan wajan anti lengket. Ia menjualnya lewat media sosial Instagram @ystore.ys.

5. Bisnis barang bekas bermerek (preloved) 

Gurita bisnis lain Yuni Shara adalah membuka butik barang-barang bekas. Tapi yang dijual bukan sembarang barang bekas. Barang-barang fesyen tersebut merupakan koleksi mewah miliknya yang masih layak dipakai.

Ada tas, sepatu merek Hermes, Gucci, Dior, Prada, Luois Vuitton dan masih banyak merek lainnya. Nama butiknya Moshi Moshi di daerah Kemang, Jakarta Selatan.

Buktikan Wanita Bukan Makhluk Lemah

Wanita sering dianggap makhluk lemah. Tapi percayalah dia bisa menjadi kuat dan tangguh, serta sukses lebih dari pria berkat kegigihannya. Perjuangan tidak akan pernah sia-sia, dan Anda pasti akan mereguk hasilnya.

Baca Juga: Wadidaw, Verrell Bramasta Pernah Nyaris Bunuh Diri Padahal Ganteng dan Tajir