Sejarah Kartu Kredit di Dunia dan Indonesia

Di zaman sekarang ini, kartu kredit sudah sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tidak seperti dulu, memiliki kartu kredit bukan merupakan hal yang aneh dan bisa dibanggakan, sebab sudah banyak orang sudah memiliki kartu kredit. Namun apakah Anda sudah mengetahui bagaimana dulunya kartu kredit itu lahir? Bagaimana kartu kredit itu bisa berkembang hingga sekarang ini? Anda sangat beruntung, karena di sni kami akan mengulas tentang sejarah dan perkembangan kartu kredit. Tidak susah untuk menelusuri bagaimana sejarah dan perkembangan kartu kredit. Banyak referensi yang bisa ditelusuri untuk memahami bagaimana perkembangan alat ini.

Kono,, kartu kredit yang dulunya belum lahir itu sudah bisa diramalkan oleh Novelis terkenal bernama Edward Bellamy. Dalam karya novelnya yang berjudul “Looking Backward”. Dia selalu mengungkapkan istilah kartu kredit hampir sebanyak 11 kali. Banyak orang menganggap bahwa inilah cikal bakal kelahiran ide untuk membuat kartu kredit.

Perkembangan Kartu Kredit di Dunia

loader

Perkembangan Kartu kredit via creditlawcenter.com

 

Mungkin sekitar tahun 1900-an, beberapa perusahaan seperti SPBU dan supermarket di Amerika serikat sudah memperkenalkan praktek kredit seperti lewat kartu belanja yang biasa digunakan oleh para pelanggan mereka.

Kartu ini sengaja diterbitkan oleh perusahaan dan hanya berfungsi sebatas kartu member saja. Dengan harapan konsumen menjadi lebih loyal, manajemen perusahaan pun lebih rapih untuk mengurus semua data konsumen yang nantinya akan dijadikan sebagai data marketing.

Mulai di tahun 1946 mulailah lahir sistem pembayaran kredit yang dipelopori oleh institusi perbankan di Amerika Serikat. Bankir bernama John Biggins dari Flatbush National Ban of Brooklyn melahirkan sistem ini dengan nama “Charge It”. Sistem ini dibuat untuk mempermudah nasabah dalam melakukan aktivitas transaksi di berbagai toko atau merchant yang juga merupakan nasabah bank tersebut.

Diners Club Card

loader

Diners Club  Card via wordpress.com

 

Perkembangan selanjutnya adalah ditandai dengan kelahiran Diners Club Card. Kartu ini lahir pada tahun 1949. Ditemukan secara tidak sengaja oleh Frank McNamara yang ketika itu sedang melakukan malam makan di restoran mewah. Ketika sudah beres makan, tagihan datang dan ia tidak bisa membayar karena dompetnya ketinggalan. Nah untuk mengatasi masalah ini, dia membuatkan kartu unik tersebut sebagai pengganti dari pembayaran tunai. Diners Club Card ini serupa dengan kartu Charge. Dan dari sinilah cikal bakal kelahiran kartu kredit yang kita kenal sekarang ini.

Sejak tahun 1951, Diners Club Card makin marak digunakan banyak orang dan begitu terkenal di Amerika Serikat. Di tahun itu juga ditemukan bahan untuk membuat kartu Diners Club Card. Bahannya itu dari plastik, sebab sebelumnya kartu itu terbuat dari bahan dasar kertas.

Kinerja American Express, Visa, dan MasterCard

loader

American Express, Visa dan MasterCard via kredittesten.no

 

American Express melihat peluang bagus ini. Ketika semua orang ramai menggunakan kartu Diners Club, American Express juga tidak mau kalah untuk menerbitkan kartu serupa. Kartu terbitannya itu bernama AMEX (American Express) dan berjenis seperti kartu Charge.

Perkembangan selanjutnya, barulah lahir kartu kredit seperti yang kita kenal sekarang. Kartu kredit pertama diterbitkan oleh Bank of America (VISA). Dan baru lah pada tahun 1960-an, terjadi ekspansi dan edukasi secara besar-besaran tentang manfaat dari kartu kredit ini hingga semua sudah paham dan mengerti tentang kegunaan alat transaksi ini. Dan barulah sekitar tahun 1970-an, Amerika mulai menetapkan regulasi kebijakan penggunaan kartu kredit. Aturannya pun semakin jelas, tujuannya agar bisnis ini tumbuh subur. Nah dari sinilah perkembangan kartu kredit mulai merambah ke berbagai belahan negara lainnya, seperti ke Eropa, Arab, Afrika, Australia, Asia, hingga sampai ke Indonesia.

Perkembangan Kartu Kredit di Indonesia

loader

Perkembangan di Indonesia via .loansindubai.net

 

Kartu kredit sudah mulai berkembang di dunia, seperti di Amerika Serikat hingga Asia, Eropa, Australia, hingga akhirnya sampai ke Indonesia. Masuknya kartu kredit ke Indonesia ini tidak bisa kita tolak, sebab ini berkaitan dengan perkembangan teknologi dan informasi. Dan juga keberadaan kartu kredit secara nyata sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, apalagi bagi mereka yang hidupnya di kota-kota besar.

Pertama kali kartu kredit yang masuk ke Indonesia terjadi sekitar tahun 1980-an. Diperkenalkan oleh Bank Duta yang pada saat itu menjalin kerjasama dengan VISA dan MasterCard International. Bank Duta merupakan bank yang pertama kali menerbitkan dan memasarkan kartu kredit di Indonesia. Dulu kartu kredit terbitan bank Duta ini ditujukan secara khusus bagi nasabahnya sendiri dan tidak bebas bagi kalangan umum. Berbeda dengan sekarang, di mana kartu kredit bisa digunakan oleh siapa saja. Dulu, target market dari bisnis kartu kredit ini hanya ditujukan kepada kalangan orang kaya, pengusaha, pejabat, dan orang-orang kelas atas lain.

Sekarang, keberadaan Bank Duta hanyalah sebuah nama dan sejarah saja. Walaupun bank Duta menjadi bank pertama yang menerbitkan kartu kredit, nyatanya dia tidak bisa bertahan lama. Tahun berganti tahun, para pemain baru mulai bermunculan. Seperti BCA, Citibank, Hong Kong Bank, dan lainnya. Citibank yang kita kenal sekarang ini berbeda dengan dulu. Pertama kali Citibank datang ke Indonesia, masih menggunakan logo dan nama City Bank. Namanya itu seperti mendeskripsikan akan sebuah kota besar dengan penduduknya yang sangat padat.

Citibank memfokuskan bisnisnya pada produk kartu kredit. Sehingga tidaklah heran jika Citibank selalu meraih prestasi perbankan, banyak mendapat keuntungan, dan terkenal ke berbagai negara di dunia. Pada  tahun 1990-an, bisa dibilang sudah banyak orang yang memiliki kartu kredit Citibank. Mereka seakan sangat bangga jika memiliki kartu ini. Sebab kartu ini susah didapatkan, harus melalui proses persetujuan yang panjang dan sulit. Ditambah target pasarnya yang hanya ditujukan bagi kalangan atas. Jadi, di tahun itu, ketika seseorang memiliki kartu kredit Citibank, akan sangat bangga memilikinya. Sampai ada istilah, "belum punya kartu kredit Citibank, berarti belum punya kartu kredit".

Hal ini memang benar adanya, sebab nama Citibank sangat disegani banyak orang. Citibank sangat unggul dalam berbagai hal, termasuk unggul dalam manajemen perbankan yang tidak ada saingannya. Bahkan bank-bank swasta nasional atau bank-bank BUMN pun terpaksa harus merekrut beberapa eksekutif Citibank supaya bisa bekerja sebaik bank itu. Hal ini bertujuan agar etos kerja manajemen perbankan dari Citibank bisa tertular dan membesarkan bank-bank lainnya. Tetapi lama-lama nama Citibank mulai meredup. Ditambah banyak kasus yang terjadi pada Citibank, seperti kasus nasabah yang tewas di tangan debt collectornya, dan juga kasus Malinda dee.

Dan saat ini, orang-orang bisa dibilang sudah tidak begitu bangga lagi memiliki kartu kredit Citibank. Banyak yang mungkin merasa malu karena nama Citibank saat ini sudah terkenal dengan konotasi negatif. Bahkan sempat ada lelucon yang sangat ramai dibicarakan orang-orang, "jalan menuju surga gampang, tinggal ngemplang kartu kredit Citibank."

Meski sempat  terpuruk, tapi perlahan Citibank mulai memperbaiki kinerjanya. Hal ini memang harus dilakukan karena sekarang sudah bermunculan pesaing berat di bisnis kartu kredit seperti dari BCA, Bank Mandiri, BNI, Bank ANZ, dan lainnya yang menawarkan kartu kredit kepada semua kalangan, tidak terbatas bagi nasabahnya saja. Karena sudah begitu sering memakai dan mengenal kartu kredit, maka memiliki kartu kredit di zaman sekarang bukanlah suatu kebanggan.

Baca Juga: Perbedaan Kartu Kredit dan Kartu Debit serta Ancamannya

Kepemilikan Kartu Kredit di Zaman Dulu

loader

Kartu Kredit Zaman Dahulu via delcampe.com

 

Era 1980-an, untuk mempunyai kartu kredit kita harus datang dan memohon ke bank. Tidak hanya itu, Anda juga harus lolos berbagai persyaratan yang sangat menyusahkan. Seperti jumlah tabungan, jabatan pekerjaan, hingga status sosial pun menjadi syarat utama. Namun, bisa saja Anda mendapatkan kartu kredit dengan mudah kala itu, jika ada teman yang bisa merekomendaikan Anda untuk bisa memiliki kartu kredit. Ini seperti program marketing Member Get Member.

Butuh Proses Hingga Pasar Kartu Kredit Bisa Sebesar Sekarang

loader

Proses Berjalan via innobiz.co.th

 

Jadi, kesimpulannya sejarah perkembangan kartu kredit di dunia itu perlu melalui beberapa tahapan serta membutuhkan waktu yang sangat panjang agar kartu kredit bisa diterima di seluruh dunia. Begitu juga ketika kartu kredit mulai memasuki kawasan Indonesia, harus melewati beberapa tahapan, dan waktu yang panjang untuk bisa eksis dan berkembang di dunia bisnis perbankan.

Walau ketika krisis ekonomi yang sempat terjadi di Asia Tenggara termasuk Indonesia, kerusuhan di mana-mana, penembakan, kasus trisakti, pemerkosaan, pembunuhan etnis tionghoa, antar wilayah pecah, hingga berefek pada beberapa bank harus ditutup, masih saja ada beberapa bank yang gencar memasarkan dan mengembakan produk kartu kredit ini, terutama bank asing. Di mana mereka berlomba-lomba menarik nasabah untuk memasarkan kartu kredit. Segala trik marketing digunakan karena begitu maraknya perkembangan kartu kredit di Indonesia, maka agar pasar kartu kredit semakin bertumbuh, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan pada tahun 1988 di bulan Desember. Berdasarkan kebijakan itu, hampir semua bank berlomba-lomba menerbitkan kartu kredit, tidak hanya bank saja, bahkan lembaga keuangan non-bank pun bisa menerbitkan kartu kredit. Bahkan perusahaan yang tidak ada hubungannya dengan keuangan bisa menerbitkan kartu kredit. Seperti yang kita kenal dulu ada semacam Hero Supermarket, IndoMobil Group, Rimo, Astaga, dan lain sebagainya. Bahkan di tahun 2008, sudah tercatat sebanyak 20 perusahaan yang sudah menerbitkan kartu kredit.

Hingga pada tahun 2010 ke atas, kondisi ekonomi Asia tenggara bahkan Indonesia sudah makin stabil, pasar kartu kredit makin berkembang seiring berkembangnya regulasi dunia perbankan. Produknya pun semakin bergam dan bervariasi, semakin banyak bank yang menerbitkan kartu kredit, karena mereka yakin, kartu kredit itu merupakan salah satu bisnis di dunia perbankan yang masih banyak memiliki prospek keuntungan.

Baca Juga: Kartu Kredit Virtual: Pengertian dan Manfaat yang Diberikan

Jadi Anda Berminat Memiliki Kartu Kredit?

Di zaman sekarang, penemuan apapun itu memerlukan  pengorbanan dan proses yang panjang, begitu juga dengan kartu kredit. Meskipun pasarnya sudah semakin berkembang, bukan berarti Anda bisa mengajukan dan menggunakannya semau Anda. Karena dengan menggunakannya, maka Anda sudah berutang kepada bank. Bayangkan kalau utang itu semakin menumpuk tanpa bisa terbayar, tentu hidup Anda juga yang akan menjadi kacau. Memang, tidak ada salahnya kalau seseorang memiliki kartu kredit, malahan sebenarnya kita harus memiliki kartu kredit, mengingat kartu kredit ini merupakan hal yang penting dalam memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Jadi, berminat menggunakan kartu kredit?

Baca Juga: Butuh Kartu Kredit Tambahan? Pertimbangkan Dulu Hal-Hal Ini