Cara Membuat Kartu Kredit Pertama, Apa yang Mesti Diperhatikan?

Membuat kartu kredit pada zaman sekarang ini sudah dipandang sebagai salah satu cara menopang gaya hidup yang dapat membantu seseorang melakukan pembayaran terhadap barang-barang guna memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dibayar tunai. Pandangan ini membuat semakin banyak pihak yang ingin memiliki kartu kredit. Tak ayal, pengajuan aplikasi dari para nasabah membanjiri bank-bank penerbit kartu kredit. Namun apakah semua akan disetujui? Jawabannya, belum tentu.

Ketika pihak bank mempertimbangkan untuk menyetujui atau tidak permohonan aplikasi kartu kredit, biasanya mereka akan memprioritaskan orang-orang yang telah memiliki kartu kredit sebelumnya. Hal ini dikarenakan bank dapat mengetahui kinerja keuangan dari seseorang yang memohon dari riwayat kartu kredit yang telah dimilikinya. Jadi, saat ada permohonan aplikasi kartu kredit pertama dari pengusaha atau pun pekerja baru, biasanya akan lebih sulit.

Pilihan Penerbit Kartu Kredit Pertama

Memilih Bank Penerbit Kartu Kredit Pertama Anda

Memilih Bank Penerbit Kartu Kredit Pertama Anda via credit.com

 

Bagi Anda yang ingin membuat permohonan kartu kredit pertama, jangan merasa takut ketika menyadari bahwa banyak bank tidak mau menyetujui permohonan orang-orang yang baru pertama kali mendaftar kartu kredit, dengan alasan karena riwayat kredit Anda akan sulit terverifikasi. Tenang saja, ada banyak kok bank yang menerima pengajuan kartu kredit pertama daftar lengkap bank penyedia kartu kredit pertama bisa dibaca disini. Bank-bank tersebut antara lain adalah:

  • Maybank Indonesia (sebelumnya Maybank BII) 
    Bank yang satu ini terkenal ramah terhadap para pekerja yang baru akan membuat kartu kredit pertamanya. Asalkan Anda telah berusia minimal 21 tahun dan memiliki penghasilan minimal Rp3 juta, permohonan aplikasi Anda tidak akan dibuat rumit oleh BII. Kartu kredit Maybank juga memiliki keunggulan adanya cashback di beberapa supermarket dan SPBU saat Anda melakukan transaksi dengan kartu kredit tersebut.

  • CIMB Niaga
    Siapa pula yang tidak tertarik dengan penawaran kartu kredit CIMB Niaga yang membebaskan iuran tahunan selama dua tahun pertama kepemilikan. Itu berarti selama dua tahun, Anda hanya cukup berkonsentrasi membayar utang dan bunga Anda, tanpa harus memikirkan biaya tahunan yang dikenakan oleh pihak bank. Kartu Kredit CIMB Niaga juga mudah diaplikasikan oleh orang-orang yang baru hendak membuat kartu kredit pertamanya. Syarat utamanya tentu berusia 21-65 tahun, serta memiliki slip gaji atau pun surat bukti penghasilan beserta Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

  • Bank Mega
    Jika Anda ingin memakai kartu kredit untuk menunjang pembelian kebutuhan sehari-hari, atau pun barang-barang yang terdapat di supermarket seperti Carrefour, maka kartu kredit Bank Mega adalah pilihan paling tepat. Merupakan bagian dari Trans Corp, Bank Mega kini telah memiliki kerja sama dengan Carrefour sehingga Anda akan mendapat potongan ekstra 10 persen untuk tiap harga barang yang dibeli. Menarik, bukan? Persyaratan pengajuan kartu kredit pertama di Bank Mega juga tidak sulit karena bank ini tidak pernah ragu memberikan kartu kredit kepada masyarakat, bahkan kepada yang tidak pernah memiliki kartu kredit sebelumnya.

Baca Juga: Jenis Kartu Kredit yang Mesti Anda Ketahui

Poin Penting Pembuatan Kartu Kredit Pertama

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pembuatan Kartu Kredit

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pembuatan Kartu Kredit via financeforce.info

 

Meskipun kini ada bank-bank yang ramah terhadap pengajuan kartu kredit perdana dari masyarakat, bukan berarti Anda dapat seenaknya membuat kartu kredit tanpa memikirkan segala aspek. Berikut adalah langkah-langkah yang mesti Anda lakukan sebelum akhirnya bisa memiliki kartu yang dapat memberikan utang dengan mudah tersebut.

  • Kebijaksanaan Pribadi
    Ketika memutuskan akan memiliki kartu kredit, Anda harus sudah meyakinkan diri bahwa Anda sudah cukup dewasa untuk memilikinya. Dewasa atau tidak seseorang bukan ditentukan dari usianya, melainkan dari sikap bijak untuk mengatur segala hal yang ada dalam hidupnya. Selama Anda merasa belum memiliki sikap tersebut, lebih baik keinginan untuk mempunyai kartu kredit ditunda dulu.

    Memegang kartu kredit berarti Anda harus sudah siap lahir dan batin. Artinya, mental Anda sudah cukup kuat untuk memiliki kartu kredit tersebut. Bagaimanapun juga, kartu kredit adalah utang, bukan tambahan penghasilan. Jadi, Anda harus mampu menentukan prioritas saat hendak memakainya. Jangan sampai Anda menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan konsumtif semata yang akhirnya membawa Anda kepada tumpukan utang yang sulit terlunasi.

    Kalaupun Anda sudah memegang kartu kredit dan memiliki sejumlah pinjaman dari kartu tersebut, Anda harus bertanggung jawab untuk membayarnya. Pastikan riwayat keuangan Anda selalu baik dalam pemegangan kartu kredit tersebut. Jangan sampai karena menunggak utang dan tidak membayar-bayar tagihan dari pihak bank, debt collector akhirnya mendatangi Anda.

  • Pastikan Riwayat Keuangan Anda Aman
    Tidak pernah memiliki kartu kredit sebelumnya bukan berarti Anda tidak pernah memiliki pinjaman dalam bentuk lain bukan? Bagaimanapun ketika hendak membuat kartu kredit pertama, pihak bank penerbit akan dengan cermat memeriksa kondisi riwayat keuangan Anda, termasuk utang-utang yang Anda lakukan untuk pembelian rumah, mobil, sewa, atau pun hal-hal lainnya.

    Pastikan bahwa Anda tidak mengalami kredit macet dalam pinjaman-pinjaman tersebut. Dengan kata lain, Anda harus selalu melakukan pembayaran tagihan pinjaman tersebut dengan lancar. Pihak penerbit kartu kredit akan menjadikan kemampuan Anda membayar tagihan pinjaman sebagai pertimbangan kuat untuk mengabulkan permohonan kartu kredit atau tidak.

    Banyak calon nasabah yang selalu gagal memohon penerbitan kartu kredit karena masalah masa lalu keuangannya. Pihak tersebut mungkin saja pernah terlibat kredit macet atau pun penunggakan pembayaran pinjaman dalam jumlah cukup besar. Semua masalah itu bisa dideteksi pihak penerbit kartu kredit dari status blacklist di Bank Indonesia (BI).

  • Cari Kartu Kredit yang Sesuai
    Memilih kartu kredit bisa dibilang susah, bisa juga dibilang mudah. Anda harus teliti dan pastikan pilihan tersebut jatuh kepada kartu kredit yang tepat. Carilah kartu kredit yang menawarkan banyak keuntungan dan akses yang luas. Celah-celah seperti rewards, gratis iuran tahunan, dan bunga yang dikenakan harus Anda ketahui secara jelas sebelum Anda menjatuhkan pilihan ke sebuah kartu kredit.

    Anda dapat menghubungi customer service dari bank-bank penerbit kartu kredit yang Anda incar. Dari sana, Anda bisa menanyakan segala perihal dari penerbitan kartu kredit bank tersebut. Tanyakan syarat dan keuntungan yang bisa Anda peroleh dari kartu kredit terbitan pihak itu.

    Selain itu, Anda juga dapat mengajukan kartu kredit secara online. Ketika teknologi informasi sudah sangat maju seperti sekarang, tidak sulit menemukan website yang menyediakan layanan bantuan untuk menerbitkan kartu kredit. Salah satunya adalah cermati.com. Anda cukup mengunjungi situsnya dan mengisi daftar ketentuan yang tertera di dalamnya. Dari sana, pihak bank penerbit yang selanjutnya akan menghubungi Anda. Sederhana.

  • Lengkapi Persyaratan dan Isi Formulir
    Ketika Anda telah menemukan kartu kredit yang paling sesuai, selanjutnya Anda dapat mendatangi pihak bank untuk melengkapi proses pengajuannya. Di sana Anda akan diminta untuk mengisi formulir pengajuan beserta persyaratan yang harus dipenuhi. Syarat pengajuan kartu kredit tiap bank pada dasarnya tidak banyak berbeda. Umumnya, ada syarat usia dan minimal pendapatan yang mesti Anda miliki. Misalnya saja usia minimal pemilik kartu kredit adalah 21 tahun dengan pendapatan pasti minimal Rp3 juta per bulan. Anda pun harus sudah menyiapkan slip gaji maupun Surat Keterangan Perusahaan dalam pengajuan kartu kredit tersebut.

    Saat melakukan permohonan aplikasi kartu kredit tersebut, tanyakanlah kepada pihak bank mengenai hal-hal dari kepemilikan kartu tersebut yang belum Anda pahami. Sebagai contoh, Anda dapat mempertanyakan mengenai limit, bunga, keamanaan, hingga iuran tahunan yang akan dibebankan kepada Anda.

Baca Juga: Membuat Kartu Kredit: Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Pengajuan Kartu Kredit Pertama Bagi Non-Pegawai

Cara Membuat Kartu Kredit Bagi yang Tidak Bekerja

Cara Membuat Kartu Kredit Bagi yang Tidak Bekerja via choice.com

 

Cara-cara di atas tidaklah sulit untuk dipenuhi. Apalagi bagi Anda yang statusnya telah bekerja dan memiliki penghasilan pasti. Namun, kepemilikan kartu kredit tentu bukan hanya ranah bagi pekerja kantoran. Pekerja paruh waktu, wirausaha, hingga mahasiswa pun banyak yang memandang kartu kredit sebagai sebuah kebutuhan. Namun ketika melihat salah satu persyaratan berupa slip gaji, banyak dari mereka yang akhirnya mengurungkan niat untuk mengajukan aplikasi kartu kredit.

Jika Anda termasuk dalam golongan non-pekerja, tidak perlu khawatir. Ada cara-cara lain yang bisa ditempuh agar permohonan pengajuan kartu kredit Anda dapat diterima oleh pihak bank penerbit. Berikut cara-cara yang bisa dipakai ketika Anda menyadari bahwa tidak memiliki slip gaji, tapi ingin tetap memiliki kartu kredit.

  • Dengan Jaminan
    Tidak adanya slip gaji membuat pihak bank tidak memiliki jaminan untuk menerbitkan kartu kredit. Itulah yang membuat banyak pengajuan kartu kredit tanpa slip gaji yang akhirnya ditolak pihak penerbit. Padahal selain slip gaji, Anda dapat memberikan jaminan lain kepada bank untuk pengajuan kartu kredit Anda.

    Jaminan lain yang paling aman agar kartu kredit Anda bisa segera diproses oleh bank adalah dalam bentuk deposito. Yang harus diperhatikan, deposito tempat jaminan tersebut harus berada dalam bank yang sama dengan pihak penerbit kartu kredit yang Anda inginkan. Sebagai contoh, jika Anda ingin membuat kartu kredit BII, Anda dapat mendepositokan sejumlah uang di bank tersebut sebagai jaminan.

    Limit atau batas penggunaan kartu kredit yang akan Anda terima nantinya juga bergantung dari jaminan yang tersimpan. Ketika Anda mendepositokan uang sejumlah Rp10 juta, limit kartu kredit Anda nantinya juga akan berkisar nilai tersebut. Uang deposito tersebut nantinya akan dikunci oleh pihak bank selama kartu kredit Anda masih aktif.

  • Buat di Bank Tempat Menabung
    Dalam menerbitkan kartu kredit, pihak bank sebelumnya akan mengecek dan mengoreksi kesehatan keuangan Anda. Selain melihat ada atau tidaknya kredit lain yang pernah Anda lakukan, alur kas Anda juga menjadi pertimbangan tersendiri. Alur kas ini dapat dimanfaatkan pula bagi para pengaju kartu kredit yang tidak memiliki slip gaji untuk melakukan permohonan aplikasi kartu kredit.

    Dari alur kas yang ada di buku tabungan Anda, bank bisa menyimpulkan status kesehatan keuangan Anda. Karena ini pulalah, akan lebih mudah mengajukan permohonan kartu kredit di bank yang sama dengan tempat Anda menabung. Sebab dengan demikian, pihak bank dapat mengetahui dengan jelas alur kas yang terjadi pada tabungan Anda. Jadi saat Anda memiliki tabungan dari Bank Mandiri misalnya, sebaiknya Anda juga menerbitkan kartu kredit di bank tersebut.

    Salah satu tips agar kondisi keuangan Anda terpantau sehat adalah selalu bertransaksilah dengan rekening tabungan yang Anda miliki. Pastikan aliran dana masuk maupun keluar selalu melewati rekening tabungan tersebut agar pihak bank penerbit mengetahui bahwa rekening yang Anda miliki tidaklah pasif dan memiliki aliran yang sehat.

    Sebagai contoh, jika Anda adalah seorang pengusaha yang memiliki perputaran uang Rp25 juta tiap bulannya, pastikan dana awal tiap bulan masuk dalam rekening Anda yang ada di bank. Dari sana, barulah Anda dapat bisa mengalihkannya untuk lini-lini usaha yang Anda kerjakan. Dengan demikian, bank bisa melihat riwayat kesehatan keuangan Anda dan dengan mudah mengabulkan permohonan kartu kredit, meskipun tanpa slip gaji.

  • Ajukan di Kota Asal
    Akan lebih mudah mengajukan kartu kredit di daerah asal Anda tinggal. Ini menjadi penilaian dari pihak bank karena di kota asal itulah Anda bertempat tinggal. Jika Anda mengajukan di daerah lain, pihak bank di daerah tersebut akan berpikir berulang kali untuk mengabulkan permohonan Anda sebab memikirkan adanya kemungkinan Anda kabur atau pun tempat tinggal yang tidak tetap di daerah lain itu.

    Apalagi bagi Anda yang tidak memiliki slip gaji dari perusahaan, tempat tinggal yang tetap di kota asal menjadi jaminan kepada pihak bank bahwa Anda dapat dipercaya. Karena itu, akan sulit mengajukan permohonan kartu kredit tanpa slip di luar daerah asal Anda.

  • Melalui Lembaga Keuangan
    Apabila Anda sudah sering mengajukan permohonan penerbitan kartu kredit, namun terus-menerus ditolak oleh pihak bank, mungkin kini saatnya Anda mulai berpikir untuk menggunakan jasa lembaga keuangan. Bank biasanya akan lebih mudah mengabulkan permohonan dari lembaga dibandingkan meloloskan pengajuan kartu kredit yang diminta per individu.

    Pengurusan untuk membuat kartu kredit lewat lembaga keuangan juga membuat Anda tidak perlu repot berurusan dengan bank. Anda cukup mengajukan aplikasi kepada lembaga tersebut dan nantinya semua masalah Anda dengan pihak bank akan diperantarakan olehnya. Anda hanya tinggal menerima kabar bahwa pengajuan Anda telah diterima dan sudah bisa menggunakan kartu kredit yang diajukan.

Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Membuat kartu kredit tidaklah sulit, yang sering menjadi masalah utama adalah kebijakan setiap individu dalam menggunakan kartu kredit tersebut dan cara bank untuk menilai calom pengguna produknya itu. Pastikan setelah pengajuan diloloskan oleh pihak bank, Anda sebaiknya memakai kartu kredit dengan sebaik mungkin, tidak sekadar mengikuti tren dan berbelanja dengan sangat konsumtif. Sebab dari kartu kredit pertama Anda tersebut, penilaian untuk membuka kartu kredit lain dapat tercermin.

Baca Juga: 4 Manfaat Kartu Kredit Untuk Transaksi Belanja Bulanan