Cara Membuat Kartu Kredit Pertama, Apa yang Mesti Diperhatikan?

Memiliki kartu kredit pada zaman sekarang ini sudah dianggap sebagai salah satu hal yang wajib dimiliki untuk menopang gaya hidup hingga kebutuhan hidup. Fungsi kartu kredit adalah membantu seseorang melakukan pembayaran terhadap segala transaksi keuangan dengan mudah dan cepat. Mulai dari belanja bulanan, beli tiket pesawat hingga pembayaran biaya rumah sakit, semuanya bisa dibayar dengan gesek kartu kredit saja tanpa pusingharus membayar tunai di awal.

Nah, bagi yang belum familiar dengan kartu kredit, tapi ingin punya, simak penjelasan terkait kartu kredit pertama ini. Sebab, terdapat beberapa hal tentang kartu kredit pertama yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Kartu Debit vs Kartu Kredit, Mana Pilihanmu?

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Manfaat Memiliki Kartu Kredit

Kartu kredit tidak hanya memberikan kemudahan bertransaksi saja, tetapi juga menawarkan banyak diskon dan cashback bagi setiap penggunaanya. Berikut beberapa keuntungan kartu kredit yang bisa dinikmati.

  • Cicilan 0%: Calon pemilik kartu kredit bisa menikmati cicilan 0% yang akan meringankan kamu untuk membeli barang secara kredit.
  • Bisa digunakan untuk mengatur pembayaran berkala: Tak perlu pusing lagi dengan tagihan bulanan. Mulai dari tagihan listrik dan telepon, kartu kredit akan membantumu untuk membayarkan seluruh tagihan terlebih dahulu dengan mengurangi limit kartu kredit.
  • Diskon dan rewards: Saat kamu makin sering bertransaksi dengan kartu kredit maka makin banyak poin atau reward yang didapatkan. Makin happy lagi, poin tersebut dapat ditukar dengan hadiah langsung yang disediakan bank penerbit kartu kreditmu.
  • Bisa diatur untuk membayar cicilan kartu kredit dengan minimum pembayaran: Kamu diperbolehkan untuk membayar nilai minimum dari jumlah tagihan bulanan. Hal ini tentunya akan mempermudah dirimu mengatur keuangan untuk pembayaran tagihan setiap bulannya.

Baca juga: Mengapa Kartu Kredit Lebih Aman dari Kartu Debit? Ini Jawabannya

Kartu Kredit Pertama

loader

Kartu Kredit Pertama

Bagi yang ingin membuat permohonan kartu kredit pertama, tak perlu merasa takut. Penuhi semua persyaratannya dengan baik dan pilih ajukan kartu kredit sesuai dengan kebutuhanmu.

Bagi pemula, wajar jika bingung harus memilih kartu kredit dari bank apa dan berapa limitnya. Tenang saja, kamu tak perlu bingung meskipun saat ini memang ada banyak kartu kredit yang ditawarkan lembaga keuangan perbankan dengan berbagai macam tawaran menarik.

Pastikan memilih kartu kredit yang sesuai dengan kebutuhan. Tak perlu ikut-ikut teman, pacar, atau tetangga. Kenali kebutuhanmu, seperti jika hendak menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran dan untuk menunjang kebutuhan dan gaya hidupmu, pilihlah kartu kredit yang menawarkan banyak diskon dan cashback belanja.

Ketika sudah menyadari apa kebutuhanmu, maka hal itu akan lebih mudah untuk menemukan kartu kredit pertama terbaik untuk kamu.

Simak daftar lengkap bank penyediakartu kredit pertamadan keunggulan kartu kredit yang bisa didapatkan.

Poin Penting Pembuatan Kartu Kredit Pertama

loader

Membuat Kartu Kredit Pertama

Supaya pengajuan kartu kredit pertama berhasil, perhatikan langkah-langkah berikut ini.

  1. Mengerti dengan Baik Konsep Kartu Kredit Sebelum Mengajukan

    Ketika memutuskan akan memiliki kartu kredit, kamu harus sudah meyakinkan diri bahwa sudah cukup dewasa untuk memilikinya. Selama kamu merasa belum memiliki sikap tersebut, lebih baik keinginan untuk mempunyai kartu kredit ditunda dulu.

    Bagaimanapun juga, kartu kredit adalah utang, bukan tambahan penghasilan. Jadi, kamu harus mampu menentukan prioritas saat hendak memakainya. Jangan sampai kamu menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan konsumtif semata yang akhirnya membawa kamu kepada tumpukan utang yang sulit terlunasi.

    Kalaupun kamu sudah memegang kartu kredit dan memiliki sejumlah pinjaman dari kartu tersebut, kamu harus bertanggung jawab untuk membayarnya. Pastikan riwayat keuangan kamu selalu baik dalam pemegangan kartu kredit tersebut. Jangan sampai karena menunggak utang dan tidak membayar-bayar tagihan dari pihak bank, debt collector akhirnya mendatangimu.

  2. Pastikan Riwayat Keuangan Aman

    Tidak pernah memiliki kartu kredit sebelumnya bukan berarti kamu tidak pernah memiliki pinjaman dalam bentuk lain, bukan? Bagaimanapun ketika hendak membuat kartu kredit pertama, pihak bank penerbit akan dengan cermat memeriksa kondisi riwayat keuangan, termasuk utang-utang yang dilakukan untuk pembelian rumah, mobil, sewa, atau pun hal-hal lainnya.

    Pastikan tidak mengalami kredit macet dari pinjaman-pinjaman tersebut. Dengan kata lain, harus selalu melakukan pembayaran tagihan pinjaman tersebut dengan lancar. Pihak penerbit kartu kredit akan menjadikan kemampuan membayar tagihan pinjaman sebagai pertimbangan kuat untuk mengabulkan permohonan kartu kredit atau tidak.

    Banyak calon nasabah yang selalu gagal memohon penerbitan kartu kredit karena masalah masa lalu keuangannya. Pihak tersebut mungkin saja pernah terlibat kredit macet atau pun penunggakan pembayaran pinjaman dalam jumlah cukup besar. Semua masalah itu bisa dideteksi pihak penerbit kartu kredit dari status blacklist di Bank Indonesia (BI).

  3. Cari Kartu Kredit yang Sesuai

    Memilih kartu kredit bisa dibilang susah, bisa juga dibilang mudah. Kamu harus teliti dan pastikan pilihan tersebut jatuh kepada kartu kredit yang tepat. Carilah kartu kredit yang menawarkan banyak keuntungan dan akses yang luas. Celah-celah seperti rewards, gratis iuran tahunan, dan bunga yang dikenakan harus diketahui secara jelas sebelum menjatuhkan pilihan ke sebuah kartu kredit.

    Kamu bisa menemukan kartu kredit pertama sesuai dengan kebutuhanmu dengan mudah secara online melalui cermati.com. Dari sana, kamu bisa mendapatkan beragam informasi kartu kredit hingga melakukan filter untuk menemukan kartu kredit yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginanmu.

    Berbagai informasi kartu kredit bisa didapatkan dengan gratis, bahkan kamu bisa langsung mengajukan kartu kredit yang dipilih secara online dengan mudah, aman, dan tanpa ada biaya apapun.

  4. Lengkapi Persyaratan dan Isi Formulir

    Ketika telah menemukan kartu kredit yang sesuai, selanjutnya kamu dapat langsung mengisi formulir pengajuan untuk melengkapi proses pengajuannya. Pastikan kamu sudah cek semua persyaratan yang harus dipenuhi.

    Umumnya, ada syarat usia dan minimal pendapatan yang mesti dimiliki. Misalnya, usia minimal pemilik kartu kredit adalah 21 tahun dengan pendapatan pasti minimal Rp3 juta per bulan. Kamu pun harus sudah menyiapkan slip gaji maupun Surat Keterangan Perusahaan dalam pengajuan kartu kredit tersebut.

Baca Juga:Tips Mencari Kartu Kredit yang Pas untuk Pengusaha

Cara Membuat Kartu Kredit Pertama bagi Non Pegawai

loader

Cara Membuat Kartu Kredit bagi Non Pegawai

Bagi yang statusnya bekerja dengan penghasilan yang tak pasti. Misalnya, pekerja paruh waktu, wirausaha, hingga mahasiswa pun banyak yang membutuhkan kartu kredit. Namun, ketika melihat salah satu persyaratan berupa slip gaji, banyak dari mereka yang akhirnya mengurungkan niat untuk mengajukan aplikasi kartu kredit.

Jika termasuk dalam golongan non-pekerja, tidak perlu khawatir. Ada cara-cara lain yang bisa ditempuh agar permohonan pengajuan kartu kredit dapat diterima oleh pihak bank penerbit.

Berikut cara membuat kartu kredit bagi pekerja non pegawai yang ingin tetap memiliki kartu kredit.

  1. Dengan Jaminan

    Tidak adanya slip gaji membuat pihak bank tidak memiliki jaminan untuk menerbitkan kartu kredit. Itulah yang membuat banyak pengajuan kartu kredit tanpa slip gaji yang akhirnya ditolak pihak penerbit. Padahal, selain slip gaji, kamu dapat memberikan jaminan lain kepada bank untuk pengajuan kartu kredit .

    Jaminan lain yang paling aman agar kartu kredit bisa segera diproses oleh bank adalah dalam bentuk deposito. Deposito tempat jaminan tersebut harus berada dalam bank yang sama dengan pihak penerbit kartu kredit yang diinginkan.

    Sebagai contoh, jika ingin membuat kartu kredit BRI, kamu dapat mendepositokan sejumlah uang di bank tersebut sebagai jaminan.

    Limit atau batas penggunaan kartu kredit yang akan kamu terima nantinya juga bergantung dari jaminan yang tersimpan. Ketika mendepositokan uang sejumlah Rp10 juta, limit kartu kredit kamu nantinya juga akan berkisar nilai tersebut. Uang deposito tersebut nantinya akan dikunci oleh pihak bank selama kartu kredit masih aktif.

  2. Buat Kartu Kredit di Bank Tempat Menabung

    Dalam menerbitkan kartu kredit, pihak bank sebelumnya akan mengecek dan mengoreksi kesehatan keuangan. Selain melihat ada atau tidaknya kredit lain yang pernah dilakukan, alur kas kamu juga menjadi pertimbangan tersendiri.

    Alur kas ini dapat dimanfaatkan pula bagi orang-orang yang ingin mengajukan kartu kredit yang tidak memiliki slip gaji untuk melakukan permohonan aplikasi kartu kredit.

    Dari alur kas yang ada di buku tabungan, bank bisa menyimpulkan status kesehatan keuangan. Karena ini pulalah, akan lebih mudah mengajukan permohonan kartu kredit di bank yang sama dengan tempat menabung.

    Sebab, pihak bank dapat mengetahui dengan jelas alur kas yang terjadi pada tabungan. Jadi, saat memiliki tabungan dari Bank Mandiri misalnya, sebaiknya kamu juga menerbitkan kartu kredit di bank tersebut.

    Salah satu tips agar kondisi keuangan terpantau sehat adalah selalu bertransaksilah dengan rekening tabungan yang dimiliki. Pastikan aliran dana masuk maupun keluar selalu melewati rekening tabungan tersebut agar pihak bank penerbit mengetahui bahwa rekening yang dimiliki tidaklah pasif dan memiliki aliran yang sehat.

    Sebagai contoh, jika kamu adalah seorang pengusaha yang memiliki perputaran uang Rp25 juta tiap bulannya di BRI, pastikan dana awal tiap bulan masuk dalam rekening yang ada di bank.

    Dari sana, barulah kamu dapat bisa mengalihkannya untuk lini-lini usaha yang dikerjakan. Kamu bisa mengajukan kartu kredit BRI, sesuai dengan rekening perputaran uang yang aktif.

  3. Ajukan di Kota Asal

    Akan lebih mudah mengajukan kartu kredit di daerah asal kamu tinggal. Ini menjadi penilaian dari pihak bank karena di kota asal itulah kamu bertempat tinggal.

    Jika mengajukan di daerah lain, pihak bank di daerah tersebut akan berpikir berulang kali untuk mengabulkan permohonan kamu sebab memikirkan adanya kemungkinan kabur atau pun tempat tinggal yang tidak tetap di daerah lain itu.

    Apalagi bagi yang tidak memiliki slip gaji dari perusahaan, tempat tinggal yang tetap di kota asal menjadi jaminan kepada pihak bank bahwa kamu dapat dipercaya. Karena itu, akan sulit mengajukan permohonan kartu kredit tanpa slip di luar daerah asal.

  4. Melalui Lembaga Keuangan

    Apabila sudah sering mengajukan permohonan penerbitan kartu kredit, tetapi terus-menerus ditolak oleh pihak bank, mungkin kini saatnya kamu mulai berpikir untuk menggunakan jasa lembaga keuangan. Bank biasanya akan lebih mudah mengabulkan permohonan dari lembaga dibandingkan meloloskan pengajuan kartu kredit yang diminta per individu.

    Pengurusan untuk membuat kartu kredit lewat lembaga keuangan juga membuat kamu tidak perlu repot berurusan dengan bank. Cukup mengajukan aplikasi kepada lembaga tersebut dan nantinya semua masalah dengan pihak bank akan diperantarakan olehnya. Kamu hanya tinggal menerima kabar bahwa pengajuan telah diterima dan sudahbisa menggunakan kartu kredit yang diajukan.

Baca juga: Tips Menjaga Keamanan Kartu Kredit

Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Cara membuat kartu kredit tidaklah sulit, yang sering menjadi masalah utama adalah kebijakan setiap individu dalam menggunakan kartu kredit tersebut dan cara bank untuk menilai calon pengguna produknya itu.

Pastikan setelah pengajuan diloloskan oleh pihak bank, kamu sebaiknya memakai kartu kredit dengan sebaik mungkin, tidak sekadar mengikuti tren dan berbelanja dengan sangat konsumtif. Sebab, dari kartu kredit pertama kamu tersebut, penilaian untuk membuka kartu kredit lain dapat tercermin.

Baca Juga: Kenali Modus Penipuan Mengatasnamakan Bank Digital dan Cara Menghindarinya