Indeks Saham: Pengertian, Jenis dan Kegunaannya

Siapa yang tidak tahu apa itu investasi dan trading saham saat ini? Menjadi sangat populer akhir-akhir ini, investasi saham bukan lagi menjadi tabungan aset jangka panjang, bahkan telah banyak orang yang memanfaatkannya sebagai bisnis atau trading saham.

Nah, kepopuleran saham sendiri sebagai instrumen investasi tentu saja dipengaruhi oleh berbagai hal salah satunya tentu potensi keuntungannya yang besar bahkan berkali-kali lipat. Namun, mendapatkan keuntungan yang besar dalam bermain saham itu ternyata tidak asal alias cukup sulit.

Untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan dalam bermain saham, banyak orang telah mempelajari berbagai strategi cara investasi saham. Salah satunya memahami apa itu indeks saham.

Yuk mari kita bahas apa indeks saham itu.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Pengertian Indeks Saham

loader
Indeks Saham

Indeks saham merupakan pengukuran nilai pada pasar saham. Perhitungan indeks saham dihitung dari pergerakan harga pada saham tertentu yang pada umumnya menggunakan rata-rata tertimbang.

Indikator tersebut digunakan oleh investor dan manajer finansial untuk menjelaskan kondisi pasar yang terjadi dan ekspektasi tingkat pengembalian pada investasi tertentu.  Apabila pergerakan dari level IHSG menunjukan penguatan, maka investor akan memiliki kepercayaan yang tinggi pada pasar saham dan menjadi waktu yang baik untuk berinvestasi. 

Indeks saham merupakan salah satu indikator penting bagi investor dalam berinvestasi sebab pelemahan atau penguatan pada indeks saham mencerminkan pergerakan pada pasar saham yang akan anda investasikan.

Adapun, pergerakan dari indeks saham bersifat sensitif terhadap kondisi perekonomian maupun politik suatu negara. Indeks saham juga kerap menjadi cerminan dari konsisi makroekonomi suatu negara.

Baca Juga:  Cerdas Investasi: Pahami Apa Itu IHSG, Manfaat dan Jenis Indeks Saham Lainnya

Jenis-Jenis Indeks Saham di Indonesia

Di Indonesia, terdapat 12 jenis indeks saham yang tertera pada Bursa Efek Indonesia. Berikut masing-masing penjelasan lengkap dari indeks saham yang ada di Indonesia saat ini:

1. Indeks yang digunakan untuk mengukur pergerakan semua saham yang tercatat di BEI.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

2. Indeks yang digunakan untuk mengukur performa harga dari saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Indeks-indeks ini diterbitkan dan dikelola pihak ketiga di luar BEI.

 

 

·       Indeks LQ45,

·       Indeks IDX30,

·       Indeks IDX80,

·       Indeks Kompas100,

·       Indeks Bisnis 27,

·       Indeks Investor33,dan

·       Indeks MNC36.

3. Indeks yang digunakan untuk mengukur performa harga dari saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar kecil dan menengah.

 

 

·       IDX SMC Composite,

·       Indeks IDX SMC, dan

·       Indeks Pefindo25.

4. Indeks yang digunakan untuk mengukur performa harga saham yang dinyatakan sebagai saham syariah sesuai dengan Daftar Efek Syariah (DES) yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

 

·       Indeks Saham Syariah (ISSI),

·       Jakarta Islamic Index (JII), dan

·       Jakarta Islamic Index 70 (JII70).

5. Indeks yang digunakan untuk mengukur performa harga seluruh saham dari masing-masing sektor industri yang terdapat pada klasifikasi Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA) antara lain.

·       Indeks Pertanian;

·       Indeks Pertambangan;

·       Indeks Keuangan;

·       Indeks Manufaktur;

·       Indeks Aneka Industri;

·       Indeks Industri Barang Konsumsi;

·       Indeks Industri Dasar dan Kimia;

·       Indeks Properti, Real Estat, dan Konstruksi Bangunan;

·       Indeks Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi; dan

·       Indeks Perdagangan, Jasa, dan Investasi.

6. Indeks yang digunakan untuk mengukur performa harga seluruh saham tercatat sesuai dengan papan pencatatannya.

·       Indeks Papan Utama (Main Board Index) dan

·       Indeks Papan Pengembangan (Development Board Index).

7. indeks yang digunakan untuk mengukur performa harga saham dari emiten yang memiliki kinerja yang baik dalam mendorong usaha-usaha berkelanjutan serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik (Sustainable and Responsible Investment).

Indeks SRI KEHATI.

Indeks ini diluncurkan dan dikelola bekerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Yayasan KEHATI).

8. Indeks yang digunakan untuk mengukur performa harga dari saham-saham yang membagikan dividen tunai selama tiga tahun terakhir dan memiliki dividend yield tinggi.

IDX High Dividend 20.

9. Indeks yang digunakan untuk mengukur performa harga atas saham-saham perusahaan BUMN, BUMD, dan afiliasinya.

IDX BUMN 20.

10. Indeks yang digunakan untuk mengukur performa dari 15 saham perbankan yang memiliki fundamental dan likuiditas yang baik.

Indeks Infobank15.

11. Indeks yang terdiri dari 18 saham yang konstituennya dipilih dari sektor-sektor infrastruktur, penunjang infrastruktur, dan pembiayaan infrastruktur.

Indeks SMinfra 18.

12. Indeks yang digunakan untuk mengukur performa harga dari 30 saham emiten-emiten yang memiliki peringkat investment grade dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) (idAAA hingga idBBB-) yang berkapitalisasi pasar paling besar.

Indeks PEFINDO i-Grade.

Baca Juga: Mau Bermain Saham? Investor Pemula Wajib Tahu ini

Kegunaan dari Indeks Saham

loader

Indeks saham adalah ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metodologi tertentu serta dievaluasi secara berkala. Tujuan/manfaat dari indeks saham antara lain:

  • Mengukur sentimen pasar,
  • Dijadikan produk investasi pasif seperti Reksa Dana Indeks dan ETF Indeks serta produk turunan,
  • Benchmark bagi portofolio aktif,
  • Proksi dalam mengukur dan membuat model pengembalian investasi (return), risiko sistematis, dan kinerja yang disesuaikan dengan risiko, serta
  • Proksi untuk kelas aset pada alokasi aset.
  • Sebagai indikator yang menggambarkan kondisi pasar pada suatu saat.
  • Untuk mengetahui tren pergerakan harga saham saat ini.
  • Acuan untuk menentukan langkah jual, hold, atau beli saham.

Perlu diingat juga, Investor tidak bisa membeli indeks saham karena indeks saham hanya sebagai indikator kinerja dari sejumlah saham.

Pelajari dan Manfaatkan Fungsinya secara Maksimal

Dengan mempelajari indeks saham dengan baik, nantinya kamu bisa memanfaatkan fungsi dari indeks saham tersebut semaksimal mungkin dalam meraih keuntungan sebanyak mungkin dari investasi saham yang kamu lakukan.

Tapi ingat, meskipun sering dijadikan sebagai tolak ukur, kamu harus tetap ingat bahwa keputusan pribadi adalah langkah yang paling tepat untuk menerima dan segala keuntungan dan risiko kerugian dalam berinvestasi.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menghitung dan Mengelola Risiko Investasi Saham yang Tepat? Ini Jawabannya