Pasangan Berbohong Tentang Kondisi Finansial, Cek 6 Alasan Logisnya di Sini!

Kejujuran merupakan sikap yang harus dijunjung tinggi dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam hal keuangan. Bukan hanya pada diri sendiri, tapi setiap orang juga harus jujur soal keuangan kepada orang-orang terdekat seperti pasangan.

Dengan kejujuran, Anda dan anggota keluarga akan jauh dari berbagai permasalahan keuangan yang muncul, sehingga keluarga akan menjadi lebih harmonis dan keutuhan rumah tangga bisa terjaga dengan baik.

Namun, tidak semua pasangan mau berlaku jujur soal keuangan yang sering kali membuat pasangan mudah bertengkar. Kira-kira apa penyebabnya? 

Simak beberapa alasan logisnya kenapa pasangan berbohong tentang kondisi finansial pada ulasan berikut ini yang telah Cermati.com rangkum dari berbagai sumber.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Pasangan Memberi Uang kepada Keluarganya

memberikan uang ke orangtua
Pasangan memberi uang ke keluarganya

Pada kenyataannya, tidak semua orang suka apabila pasangannya memberi uang kepada keluarganya. Jika Anda termasuk salah satunya, wajar saja kalau pasangan selalu menutup-nutupi kemana uangnya melayang. Kalau diberi tahu, maka dapat menimbulkan terjadinya pertengkaran.

Daripada energi terbuang untuk bertengkar, memang lebih baik berbohong. Meskipun pada kenyataannya berbohong sangat tidak dianjurkan bila dilakukan dalam jangka panjang.

Jika pasangan ingin memberi uang kepada keluarga, terutama orang tua, biarkan saja. Apalagi kalau pasangan tetap bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan. Toh, kekayaan tidak langsung habis hanya karena sedikit memberi, bukan?

Baca Juga: Sebelum Menikah, Sudahkah Mendiskusikan Urusan Keuangan Ini dengan Pasangan?

2. Terdapat Perbedaan Gaji yang Sekarang dan Sebelumnya

Kebohongan finansial bisa saja terjadi karena adanya perbedaan gaji antara sekarang dan sebelumnya, dan perbedaan ini cukup signifikan. Misalnya, gaji sebelumnya Rp10 jutas edangkan sekarang hanya Rp8 juta karena perusahaan tempat pasangan bekerja sedang mengalami kemunduran.

Maksud pasangan berbohong tidak selamanya jahat, kok. Bisa saja karena pasangan tidak ingin melihat Anda kepikiran atas masalah yang menimpa dirinya, makanya sampai hati berbohong.

Sesekali ambil sisi positifnya, bukan hanya sisi negatif saja agar keharmonisan rumah tangga tetap terjaga dengan baik. Prakteknya memang tidak mudah, tapi Anda pasti bisa asal mau mencobanya.

3. Tidak Mampu Mengontrol Pengeluaran

pengeluaran uang
Tidak mampu mengontrol pengeluaran

Tidak terkontrolnya pengeluaran dapat menjadi cikal bakal merosotnya keuangan rumah tangga. Apabila ini menjadi alasan kenapa pasangan berbohong atas kondisi finansialnya, Anda harus mengajaknya untuk membenahi finansial secara bersama-sama.

Ingatkan pasangan untuk senantiasa mencatat arus pengeluarannya dengan baik dan terperinci, disertai dengan tanggal dan nominal uang yang dikeluarkan. Catatan ini bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi keuangan saat akhir bulan tiba.

Agar pelacakan outcome lebih mudah lagi, bertransaksi lah menggunakan kartu debit. Baik Anda dan pasangan, harus melakukan hal yang sama dan saling jujur terhadap pengeluaran masing-masing.

4. Terlilit Utang

Masalah keuangan seperti utang sangat rentan menimpa suatu rumah tangga. Tapi, masalah ini tidak seharusnya ditutupi dari pasangan. Anda harus segera memberitahu hal ini kepada pasangan untuk mencari solusi yang tepat.

Memang, menyampaikan utang-utang secara jujur kepada pasangan sama saja seperti menantang maut. Tidak semua pasangan dapat menerima hal ini dengan lapang dada. Tapi, mau sampai kapan Anda menyiksa diri sendiri demi menutupi kebohongan ini?

Cari waktu yang tepat untuk mendiskusikan hal ini kepada pasangan. Pastikan mood pasangan baik agar proses diskusi berjalan kondusif, sehingga perencanaan keuangan di masa mendatang segera dibuat demi mencapai finansial yang lebih sehat. 

5. Kehilangan Pekerjaan

kehilangan pekerjaan
Kehilangan pekerjaan

Sepandai-pandainya Anda merahasiakan status pekerjaan dari pasangan, lama-kelamaan pasti akan ketahuan juga. Apalagi kalau gaji bulanan ditransfer full kepada pasangan. Bayangkan kalau hal ini tidak dilakukan lagi, maka wajar bila pasangan menanyakan kemana gaji tersebut.

Jika memang sudah tidak bekerja, sebaiknya katakan dengan jujur. Pasangan pasti akan menanyakan alasannya, dan tolong jawab jujur sekaligus beri penjelasan dengan sabar tanpa kesan marah. Percayalah, itikad baik Anda pasti akan dibalas dengan baik pula oleh pasangan. 

Selanjutnya, pikirkan pekerjaan apa yang akan dilakukan selanjutnya agar tidak menjadi pengangguran. Minta pendapat dan bantuan pasangan untuk ikut membantu Anda dalam mencari kerja, sehingga kondisi ekonomi keluarga tidak merosot dalam jangka waktu yang terlalu lama.

Baca Juga: Pasangan Anda Berbohong Mengenai Keuangan? Ini Solusinya!

6. Godaan Nafsu Duniawi 

Dunia ini penuh dengan berbagai godaan, seperti menghamburkan uang untuk belanja, judi dan sebagainya. Godaan tersebut merupakan kebiasaan buruk yang tidak seharusnya dilakukan. Selain menguras isi dompet, hal ini dapat merenggut keharmonisan rumah tangga dalam sekejap.

Mumpung masih ada kesempatan, akui kebiasaan jelek ini kepada pasangan. Meskipun memalukan, tapi jujur adalah kunci terbaik daripada pasangan melihatnya sendiri atau mendengar gosip dari orang lain.

Percayalah, pasangan pasti mau memaafkan kesalahan ini asal Anda berjanji untuk tidak mengulanginya. Jalankan janji ini dengan penuh komitmen agar proses mengubah diri menjadi lebih mudah dilakukan.

Perbaiki Diri, Belajar Jujur

Berbohong kepada pasangan tentang kondisi keuangan Anda saat ini sama sekali tidak ada gunanya, sebab hanya akan memperburuk kondisi rumah tangga. Sebaiknya segera perbaiki diri dan mencoba untuk belajar jujur dengan perlahan. Sampaikan pemasukan dan pengeluaran secara terbuka. Apabila ada kesalahan mengelola keuangan, pasangan bisa ikut membenahi agar keuangan rumah tangga selalu sehat.

Baca Juga: 6 Cara Mengelola Keuangan Bagi Pasangan Baru