Data Bank Anda Tidak Ingin Dicuri? Lakukan Cara Ini

Jika Anda sering berbelanja online, waspadalah terhadap aksi pencurian data bank yang sedang marak terjadi. Saat ini, internet menjadi sumber informasi sekaligus sasaran empuk untuk melakukan aksi kejahatan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Saat Anda mendapatkan email yang menanyakan informasi rekening Anda atau Pin, kata sandi serta User ID, Anda perlu waspada. Bisa jadi itu adalah ulah orang-orang yang ingin mengelabui Anda dengan iming-iming tertentu.

Modus Penipuan Phishing

phishing merupakan tindakan kriminal dengan cara mendapatkan informasi pribadi secara tidak sah. Informasi ini sifatnya rahasia, seperti User ID, nomor rekening bank, pin ATM, maupun kartu kredit Anda. Para pelaku phishing memanfaatkan informasi ini untuk melakukan penipuan terhadap nasabah atau menggunakannya untuk mentransfer sejumlah rekening dari bank Anda ke rekening mereka. Aksi seperti ini sering terjadi di Indonesia. Laporan resmi dari Anti-phishing Working Group mengemukakan bahwa penipuan phishing semakin meningkat sebanyak 42% sejak Januari 2005. Ada kurang lebih 2500 situs palsu yang digunakan oleh pelaku untuk mendapatkan informasi pribadi orang.

Meningkatnya kualitas keamanan internet pun tampaknya semakin meningkatkan kecanggihan oknum pelaku phishing. Mereka menempatkan situs-situs palsu ke sebuah server tanpa standar protocol sehingga tidak dapat terdeteksi.

Cara Penipuan Dengan Melakukan Phishing

Ada beberapa teknik yang dapat Anda amati dan perlu dicurigai sebagai berikut:

1. Email Palsu

Email Palsu

Email Palsu via techpwn.com

 

Pelaku phishing akan membuat email palsu yang alamatnya hampir mirip dengan situs resminya. Nasabah yang kurang cermat akan mudah terpancing dan percaya bahwa mereka mendapatkan email dari bank tempat mereka menabung. Logo dan merk dagang pun tertera di situs palsu tersebut sehingga korban pun menyerahkan data pribadi mereka tanpa mencurigai suatu apapun.

Phishing juga terjadi saat sebuah situs palsu menyuruh Anda untuk mengisi formulir yang sudah mereka sediakan. Data pribadi ini akan masuk ke server mereka dan mereka bisa menggunakannya dengan bebas.

2. Layanan Palsu

Layanan Palsu

Contoh phishing  Email via group-mail.com

 

Pada email phishing, umumnya pelaku akan mengirimkan email yang mirip dengan surat perbankan. Di email tersebut tertera logo serta alamat bank dan menyebutkan bahwa rekening Anda bermasalah. Untuk itu Anda wajib konfirmasi ulang dengan mengisi formulir yang telah disediakan.

Formulir ini bisa langsung ada pada email tersebut atau penipu bisa member link yang menuju ke website palsu.

3. Domain Dibuat Mirip

Domain Dibuat Mirip

Domain Yang Dibuat Mirip via digitalmunition.me

 

Laman web palsu dibuat mirip dengan aslinya sehingga nasabah tidak menyadari. Fungsi-fungsi tombolnya pun didesain menyerupai situs resminya sehingga jika Anda tidak teliti, Anda akan mudah terjebak.

4. Laman Untuk Login

Halaman Untuk Login

Laman Untuk Login via cdn1.tekrevue.com

 

Modus lain yakni mengarahkan anda ke halaman web yang mengharuskan Anda sign in terlebih dahulu. Dengan mengetikkan user ID dan password Anda, mereka dapat mengakses akun-akun yang Anda miliki.

5. Penawaran yang Menggiurkan

Menang Undian

Penawaran Seperti Menang Undian via stefancoburn.com

 

Terkadang penawaran yang diberikan oleh email phishing terlalu bagus. Misalkan, menawarkan produk secara gratis atau memberikan uang pada Anda karena menang undian, bahkan meminta bantuan anda untuk men-transfer uang ke rekening tertentu.

6. Bagaimana Cara Menghindari Phishing?

Cara Menghindari Phising

phishing via acunetix.com

 

1. Ketahui Identitas Pengirim Email

Apakah Anda mengenal si pengirim email? Cek domainnya apakah situs tersebut tepercaya? Jika ia menawarkan uang karena Anda menang undian, ingat-ingat terlebih dahulu apakah Anda memang pernah mengikuti undian tersebut?

Jika email tersebut menyatakan bahwa rekening Anda bermasalah, konfirmasikan ke bank Anda lewat telepon atau pergi ke cabang terdekat. Jangan sampai mengkonfirmasikan data pribadi Anda ke email yang belum jelas. Saat ini, layanan perbankan memilki customer care yang siap melayani keluhan selama 24 jam. Mereka dapat membantu mengecek apakah informasi yang dikirimkan ke email Anda tersebut valid.

2. Seringlah Curiga

Untuk informasi yang sifatnya sensitif, Anda perlu mencurigai siapapun yang meminta data bank Anda, meski itu bank sekalipun. Jangan mudah tergiur dengan penawaran bagus tanpa mengecek kebenarannya.

Teliti terlebih dahulu setiap email yang diterima dan apabila email mencurigakan, langsung hapus saja.

3. Ketik URL Yang Benar

Selalu ingat alamat website bank Anda dengan benar. Perlu diingat bahwa bank manapun tidak akan menanyakan pin ATM Anda lewat website mereka. Jika Anda masih kurang yakin, Anda dapat menanyakan alamat website yang benar ke customer service bank Anda.

4. Jangan Klik Sembarangan

Jika Anda diarahkan ke laman website lain lewat link yang tertera, pastikan link tersebut memiliki domain yang sesuai dengan website resmi bank. Baca pula frasa yang ada di link tersebut. Hal ini juga berlaku pada gadget Anda.

5. Jangan Berbelanja Online di Sembarang Toko

Transaksi online menjadi sasaran empuk bagi para pelaku phishing. Dengan membuat website yang meyakinkan, mereka dengan mudah mendapatkan uang sekaligus data bank pribadi konsumen dan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak baik.

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli sesuatu di sebuah situs, pastikan situs tersebut terpercaya dan sudah memiliki banyak review yang bagus. Anda bisa kroscek ke teman atau Googling berita seputar website tersebut.

6. Membuat Password Yang Sulit Diketahui Orang

Tak ada salahnya melakukan pengamanan pertama terhadap akun pribadi Anda dengan membuat password yang sulit ditebak. Kombinasikan huruf abjad serta angka dan jangan menuliskannya di tempat-tempat yang mudah terlihat.

7. Update Antivirus

Ada banyak aplikasi antivirus yang dapat mencegah alamat-alamat yang mencurigakan untuk ‘menyerang’ komputer Anda. Software keamanan ini dapat mencegah sebuah link yang mengandung virus dengan me-warning Anda sebelum membukanya.

Baca Juga : Nomor PIN Anda Tidak Ingin Dibobol? Perhatikan Hal Ini

Berhati-hati Terhadap Kejahatan Dunia Maya

Saat ini, modus phishing menjadi salah satu jerat yang sering memakan korban. Kerugian yang dialami pun tidak sedikit. Dalam sekejap, para pelaku ini bisa saja mengeruk isi rekening dengan mendapatkan data bank sehingga mereka dengan bebas bisa memakai kartu kredit Anda!

Dan hal yang kerap terjadi adalah, para korban tidak menyadari mereka telah menyerahkan data pribadi secara sukarela kepada para pelaku phishing lewat telepon, email, isi survei maupun transaksi online. Tetaplah berhati-hati terhadap pelaku phishing karena mereka bisa berada dimana saja tanpa Anda sadari.