Apa Itu Ekspansi dan Macam-Macamnya

Jika ditelisik dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata-kata ini memiliki setidaknya tiga arti kata yang berbeda. Salah satunya, digunakan untuk menandai sebuah wilayah/negara yang semakin berkembang. Negara melakukan ekspansi, untuk memperluas jangkauan kekuasaannya.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan banyak hal. Paling umum kita kenal dengan Perang Dunia I dan II. Kejadian yang terjadi berpuluh-puluh tahun yang lalu itu, juga memiliki maksud untuk ekspansi beberapa negara. Misalnya negara di Asia Tenggara yang menjadi sasaran politik ekspansi Jepang.

Nah, beda lagi jika kata tersebut dimasukkan ke dalam perbendaharaan kata para ilmuwan. Ekspansi adalah sebuah reaksi yang ditimbulkan oleh sebuah benda padat maupun cair. Terutama jika terpapar oleh panas. 

Salah satu contoh yang paling sering ditemukan di kehidupan sehari hari, adalah memuainya rel kereta api. Mungkin Anda kembali teringat pelajaran zaman SD, tentang bagaimana besi bisa berekspansi/memuai ketika terkena panas. Hal tersebut juga terjadi kepada rel ketika setiap hari terpapar panas.

Contoh ketiga yang ditemukan di KBBI penggunaan kata ekspansi, tidak lain adalah di dunia perekonomian. Ekspansi adalah sebuah perkembangan ekonomi, yang terjadi dalam pola konjungtur. Ini merupakan pola pertukaran ekonomi, mulai dari naik, turun, maju, dan kemunduran ekonomi.

Ekspansi ekonomi sendiri ditandai oleh naiknya harga barang yang ada di sekitar kita sehari-hari. Tidak hanya itu, ekspansi ekonomi juga ditandai dengan meningkatnya jumlah uang yang beredar. Barang yang diproduksi oleh produsen, juga pola konsumsi masyarakat akan sesuatu.

Baca Juga: Mengapa Pinjaman Buat Bisnis Terus Bergulir?

Jenis-Jenis Ekspansi di Dunia Ekonomi

Ekspansi

1. Ekspansi Bisnis

Tidak cukup sampai di situ. Pemakaian kata ekspansi, memang lebih sering digunakan di dunia ekonomi. Tidak hanya artiannya secara luas, yang menandai perkembangan ekonomi di sebuah negara saja. Kata ini juga sering digunakan di segala lini perekonomian. 

Ekspansi Bisnis merupakan salah satunya. Ini merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh para pengusaha untuk semakin mengembangkan usaha yang dimiliki. Sebagai contoh, yang awalnya pengusaha tersebut hanya memroduksi barang secara home industry sekarang sudah memiliki pabrik sendiri.

Secara teorinya, Alex S. Nitisemito menjelaskan, seorang pengusaha melakukan ekspansi karena berbagai macam hal. Tapi, alasan utamanya adalah meningkatnya permintaan atas barang atau jasa yang disediakan oleh pengusaha tersebut. Sehingga mereka harus meluaskan kapasitas produksinya.

Namun, keputusan tersebut harus dipikirkan matang-matang oleh si pemilik usaha. Salah-salah, justru menjadi pedang bermata dua. Bukannya menambah pendapatan, hal ini justru bisa menjadi penyebab bangkrutnya sebuah usaha.

Baca Juga: Cara Membuat Bisnis Plan dan Kegunaannya

Apa yang Harus Dipikirkan Sebelum Melakukan Ekspansi Bisnis

Kenapa ekspansi bisnis harus dipikirkan secara matang? Karena sebelum meraup untung, pengusaha harus berani mengeluarkan duitnya juga. Salah satunya adalah untuk memperluas fasilitas yang saat ini dimiliki. Entah itu di lokasi yang sama, maupun di lokasi baru.

Ini merupakan sebuah pertaruhan yang harus dilakukan oleh pengusaha. Oleh karena itu, perencanaan sebelum melakukan ekspansi merupakan sebuah hal yang penting. Hal pertama yang harus diperhatikan, adalah bagaimana usaha yang dimiliki saat ini berkembang.

Apakah usaha yang dimiliki saat ini, sudah memiliki pemasukan yang lancar? Apakah usaha yang saat ini sudah memiliki pelanggan setia setiap harinya? Apakah sudah ada kenaikan demand dari pelanggan yang datang?

Pertanyaan ini merupakan sebuah konsiderasi, apakah usaha tersebut sudah layak untuk diekspansi. Jika mayoritas dari pertanyaan tersebut, memiliki jawaban ‘Ya’. Berarti ini, memang sudah saatnya usaha tersebut untuk diekspansi. 

Barulah setelahnya, Anda bisa melakukan perencanaan selanjutnya. Untuk merencanakan berapa modal yang harus dikeluarkan dan apa saja yang harus disiapkan. Berikut berbagai macam teknik ekspansi bisnis:

  • Merger (Penggabungan)

    Ekspansi bisnis yang satu ini, bisa dilakukan ketika seorang pengusaha memiliki lebih dari satu usaha sejak awal. Hal ini juga bisa dilakukan oleh antar pengusaha terutama ketika memiliki sebuah usaha yang hampir mirip atau masih bisa dipadu-padankan satu sama lain.

    Misalnya, jika Pengusaha A memiliki usaha sebuah kedai kopi. Sedangkan Pengusaha B memiliki usaha makanan. Mereka bisa melakukan merger dan membuat sebuah restoran. Makanan berasal dari Pengusaha B dan minuman yang didominasi kopi dari Pengusaha A.

    Merger juga bisa dilakukan jika misalnya Pengusaha A memiliki usaha kedai kopi. Sedangkan Pengusaha B memiliki usaha pakaian masa kini. Keduanya masih bisa menggabungkan usahanya dan membuat sebuah kedai kopi sekaligus butik. Karena kedua pengusaha ini memiliki target market yang sama, para Generasi Milenial dan Z.

    Namun, secara teori Merger dibedakan menjadi 3 yaitu vertikal, ketika usaha berada di industri yang sama namun beda level operasional. Horizontal di mana sebuah perusahaan membeli perusahaan lain dengan tingkat operasi yang sama. Serta Konglomerasi, pengakuisisian beberapa industri.

  • Leveraged Buyout (Pembelian Terutang)

    Ini merupakan teknik yang menggunakan cara memberi pinjaman atau utang. Hal ini merupakan sebuah teknik ekspansi bisnis yang cukup unik karena pengusaha tidak perlu mengeluarkan modal yang terlalu banyak dalam sekali ekspansi.

    Uang atau modal biasanya akan didapatkan dengan cara utang kepada pihak lain. 

  • Hostile Take Over (Pengambilalihan Paksa)

    Seperti namanya, teknik yang satu ini dilakukan secara paksa. Di mana seorang pengusaha atau perusahaan membeli saham dari perusahaan lainnya. Biasanya hal ini dilakukan ketika pemilik saham tersebut sudah membuka penawaran terhadap perusahaannya.

    Saham tersebut, kemudian diakuisisi dengan harga di atas harga pasar. Sehingga, membuat perusahaan tersebut langsung berpindah tangan. Hal ini kemudian diikuti dengan perombakan manajemen dan karyawan secara besar-besaran.

    Hal tersebut, memang tidak selalu terjadi dalam Hostile Take Over. Pemilik saham yang baru, bisa saja masih terus menggunakan manajemen dan karyawan yang lama. Namun, perubahan akan selalu ada dalam ekspansi bisnis yang satu ini, sekecil apapun itu.

  • Akuisisi (Pemerolehan)

    Hampir sama dengan Merger. Akuisisi ini terjadi ketika sebuah perusahaan memperoleh perusahaan lain. Hal ini biasanya dilakukan oleh lebih dari satu atau sekelompok investor yang memiliki kepentingan yang sama.

    Salah satu alasan sebuah perusahaan melakukan akuisisi adalah untuk menambah pemasukan atau meningkatkan laba di sektor lain. Mungkin bisa jadi, usaha yang dimiliki di sektor saat ini sedang lesu karena memang bukan musimnya.

    Selain itu akuisisi juga dilakukan oleh berbagai macam perusahaan di luar sana dengan alasan menjaga bahan baku. Misalnya, sebuah Toko Roti yang mengakuisisi Pabrik Tepung karena mereka ingin menjaga kualitas produknya atau sakedar tidak ingin berbagi dengan usaha lainnya.

    Hal ini sering terjadi di perusahaan-perusahaan penyedia produk ketimbang jasa. Pengakuisisian tersebut, tidak hanya mempertahankan kualitas produknya saja. Tapi, juga mengurangi biaya produksi yang selama ini ditanggung serta tambahan untung.

2. Ekspansi Kredit

Tidak hanya dalam hal bisnis, ekspansi di dunia ekonomi juga bisa digunakan dalam konteks yang berbeda. Salah satunya adalah ekspansi kredit atau penambahan kredit yang ditanggungkan oleh seseorang.

Misalnya, Tommy (bukan nama sebenarnya) saat ini sedang memiliki kredit di sebuah bank untuk membeli handphone. Kredit tersebut dijadwalkan akan berakhir selama 12 Bulan. Namun, pada bulan ke-7 ia hendak membeli mobil dengan cara kredit pula. Nah, ini yang dinamakan ekspansi kredit.

Tidak hanya memiliki tanggungan untuk membayar kredit handphone-nya. Tommy juga harus membayar kredit untuk membeli mobil. Maka, bank pun melakukan ekspansi kredit kepadanya.

3. Ekspansi Pasar 

Masih dalam konteks di dunia ekonomi. Ekspansi pasar adalah kegiatan sebuah perusahaan untuk merambah ke pasar baru. Kegiatan ini dilakukan ketika pengusaha barang dan jasa tersebut, sudah cukup terkenal dan meraup untung banyak di lokasi saat ini. Sehingga, merasa perlu untuk menjangkau pasar yang lebih luas. 

Dalam hal ini, pasar yang baru harus berada di titik geografis berbeda dari pasar yang sedang dimiliki saat ini. Salah satunya, adalah dengan melakukan ekspor barang dan menjual produknya di luar negeri.

Ada beberapa barang dan jasa yang berhasil melakukan hal tersebut. Salah satunya, Indomie. Indofood merupakan contoh sukses dari perusahaan yang melakukan ekspansi pasar. 

Tidak hanya dikenal dan digemari di negara atau pasar asalnya. Produknya juga berhasil digandrungi oleh pasar lain yang berada di luar pasar awalnya.

Baca Juga: Ingin Bisnis Ekspor? Ikuti Tips ini