Pemerintah Indonesia Dorong Hadirnya Golden Visa, Ini Pengertian hingga Syaratnya

Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Hukum dan HAM (Kemenkumham) Yasonna H. Laoly mendorong Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkumham menyiapkan program golden visa di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menarik investor asing serta mengembangkan bisnis di Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Lalu apa sih sebenarnya golden visa? Golden visa adalah izin tinggal untuk Warga Negara Asing (WNA) berbasis investasi dengan membayar sejumlah biaya tertentu. WNA yang memiliki golden visa dapat memiliki berbagai manfaat eksklusif, seperti persyaratan permohonan visa dan proses pengurusan imigrasi yang lebih mudah, jangka waktu tinggal lebih lama, hak membeli dan memiliki aset, dan lainnya.

Program tersebut sudah banyak diterapkan berbagai negara dengan istilah penyebutan berbeda-beda. Oleh sebab itu, pemerintah mendukung program ini dengan harapan membangkitkan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Visa Digital Nomad, Manfaat Kepemilikannya, serta Syarat dan Langkah Membuatnya

Sejarah Golden Visa

Golden Visa

Seperti yang dijelaskan, sudah banyak negara yang memberlakukan program golden visa dengan sebutan berbeda. Sejarah golden visa atau visa prioritas bagi WNA berasal dari negara kecil di Karibia. Dilansir dari goldenvisas.com, Saint Kitts & Nevis merupakan negara pertama yang memberlakukan program tersebut. Negara ini menawarkan program kemudahan tersebut dengan nama St Kitts and Nevis Citizenship by Investment.

Ada dua jalur yang ditawarkan dalam program tersebut. Pertama, memperoleh kewarganegaraan dan paspor melalui jalur donasi atau investasi pada proyek real estate yang disetujui pemerintah dengan nilai minimum 250.000 dollar AS atau setara Rp3,7 miliar. Kedua, investasi real estate dengan nilai minimum 400.000 dollar AS atau setara Rp6 miliar.

Saint Kitts & Nevis berhasil menarik investor berpenghasilan tinggi di dunia melalui program tersebut. Dengan demikian, ekonomi lokal meningkat dan dapat mendanai berbagai proyek besar di sana.

Selain Saint Kitts & Nevis, beberapa negara di Eropa juga menerapkan program ini dimulai dari tahun 2007 dan 2008 saat terjadi krisis keuangan global. Salah satunya Spanyol yang menawarkan izin tinggal untuk investor dengan investasi 5000.000 euro untuk sektor real estate, 1.000.000 euro untuk pemegang saham perusahaan, dan 2.000.000 euro untuk investasi obligasi pemerintah.

Spanyol juga menawarkan kemudahan para investor dalam membangun bisnis. Tujuannya adalah memperluas lapangan kerja dan dampak sosio-ekonomi masyarakat lokal.

Kemudian, Thailand merupakan negara di Asia Tenggara pertama yang menerapkan program ini dengan nama Elite Residence Program. Melalui program ini, pemerintah Thailand memberikan izin tinggal eksklusif kepada WNA selama 5 tahun dengan membayar investasi sebesar 600.000 bath dan izin tinggal 20 tahun dengan biaya 1.000.000 bath.

Itulah sedikit sejarah tentang program ini di dunia yang sudah diterapkan dan memberikan dampak positif dalam sektor keuangan negara.

Syarat Golden Visa

Ditjen Imigrasi Kemenkumham Silmy Karim menjelaskan bahwa syarat mendapatkan golden visa masih dalam proses persetujuan dari berbagai pihak. Namun, disebutkan ada berbagai aturan yang tentunya memberi keuntungan ekonomi bagi Indonesia. Salah satunya WNA yang ingin mendapat golden visa wajib berinvestasi minimal 50 juta dollar AS dan investasi perorangan di obligasi pemerintah sebesar 350 ribu dollar AS.

Jangka Waktu Golden Visa

Jangka waktu golden visa dapat diartikan sebagai izin tinggal di Indonesia bagi WNA. Adapun jangka waktu ini telah diatur dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 40 Tahun 2023 tentang Keimigrasian. Tertuang dalam pasal 148 bahwa izin tinggal bagi WNA di Indonesia adalah 10 tahun. Hal ini tentu menjadi keistimewaan bagi WNA, dimana sebelumnya izin tinggal adalah 5 tahun.

Baca Juga: Visa Schengen: Pengertian, Cara Membuat, dan Biayanya

Keuntungan dan Kerugian Golden Visa

Pada sebuah program yang ditetapkan pemerintahan suatu negara, tentu memiliki dampak positif dan negatif. Tak terkecuali program ini yang merupakan visa eksklusif bagi WNA dengan syarat investasi tertentu. Berikut keuntungan dan kerugian golden visa.

Keuntungan Golden Visa

Sebagaimana disebutkan, golden visa merupakan visa khusus bagi WNA yang akan mendapatkan sejumlah manfaat, tetapi dengan syarat investasi di Indonesia. Nah, secara umum program ini tentu memberi keuntungan dari segi ekonomi. Berikut beberapa keuntungan penerapan program ini.

  1. Menarik Investor ke Indonesia

    Program ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mendapatkan banyak suntikan dana dari berbagai investor di seluruh dunia. Dana investasi ini akan bermanfaat untuk mengembangkan berbagai aspek industri. Nantinya, dampak besar pun akan dirasakan manfaatnya terhadap pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat.

  2. Menciptakan Lapangan Kerja Lebih Luas

    Tidak hanya menjadi peluang suntikan dana, program ini pun sangat berpotensi memperluas jaringan lini bisnis. Dengan demikian, lapangan pekerjaan di Indonesia pun semakin luas dan dapat mengatasi masalah pengangguran yang angkanya cukup tinggi.

  3. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Negara

    Dari kedua keuntungan sebelumnya, sudah pasti program ini yang diterapkan di Indonesia akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi negara. Maka dari itu, program ini akan mengurangi jarak kesenjangan sosial antara satu kelompok dengan kelompok lain.

Kerugian Golden Visa 

Dibalik keuntungan yang ditawarkan, tentu suatu program memiliki kekurangan yang berisiko menimbulkan kerugian. Termasuk, program ini yang diterapkan Indonesia. Program yang sudah banyak diterapkan oleh negara-negara lain ini memiliki sejumlah kekurangan. Berikut kerugian program golden visa yang perlu diketahui.

  1. Persaingan antar Negara

    Setiap investor tentu telah memiliki ilmu ekonomi yang baik sehingga mereka akan memilih program visa eksklusif pada negara yang dinilai lebih menguntungkan. Maka dari itu, investor golden visa di Indonesia bisa saja secara tiba-tiba menarik investasinya dan pindah ke negara lain yang memberi penawaran lebih menguntungkan.

    Hal tersebut akan sangat berdampak buruk terhadap pertumbuhan lini industri bisnis dan sosial ekonomi suatu negara. Setiap negara dengan program golden visa pun akan bersaing menyiapkan skema terbaik yang lebih menggiurkan bagi para investor dunia.

  2. Fluktuasi Ekonomi

    Dengan adanya program ini, kerugian yang akan dirasakan suatu negara adalah risiko fluktuasi ekonomi yang cepat. Salah satunya, melonjaknya harga atau nilai pada sektor properti. Hal ini akan berdampak pada masyarakat kelas menengah ke bawah yang semakin disulitkan, serta dampak pada harga dan nilai lain.

  3. Dimanfaatkan Oknum Tidak Bertanggung Jawab

    Kerugian yang bisa muncul dari program golden visa adalah dimanfaatkan oleh para oknum tidak bertanggung jawab, seperti koruptor dan kelompok teroris. Hal ini akan sangat berisiko meningkatkan kriminalitas kelas berat, yakni korupsi, pencucian uang, pengemplangan pajak, serta hal buruk lain.

Negara yang Menerapkan Golden Visa

Daftar Negara yang menerapkan Golden Visa

Golden visa merupakan program izin tinggal eksklusif yang sudah diterapkan pada banyak negara di dunia. Dijelaskan sebelumnya, bahwa negara Saint Kitts & Nevis merupakan negara pertama yang menerapkan program ini. Kemudian, diikuti berbagai negara lain. Berikut adalah beberapa negara yang menerapkan program golden visa dengan masing-masing istilah dan syarat berbeda.

  1. Austria

    Salah satu negara di Eropa, yaitu Austria menerapkan program golden visa dengan kuota 300 visa setiap tahun. Dengan begitu, akan banyak WNA yang menerima residensi dengan melakukan investasi di Austria.

    Syarat memiliki golden visa di Austria, yakni berinvestasi 3 juta euro ke dana pemerintahan atau 10 juta euro ke dalam bisnis. Lalu setelah tinggal di sana minimal 10 tahun, WNA bisa mengajukan izin kewarganegaraan.

  2. Kanada

    Selanjutnya, ada Kanada yang juga menerapkan program golden visa yang menawarkan sejumlah program investasi. Salah satu program investasi paling populer adalah Investor Imigran Quebec. Adapun syarat untuk program ini adalah investasi obligasi minimal 1,2 juta dollar Kanada.

    Kemudian, pada sebagian besar program investasi di Kanada, investor harus mengajukan permohonan kewarganegaraan setelah menetap selama tiga tahun.

  3. Bulgaria

    Bulgaria merupakan salah satu negara di Eropa yang bisa memberikan jalur kewarganegaraan tercepat. Program Bulgarian Golden Visa ini memiliki syarat berinvestasi dengan membeli obligasi minimal 512.000 euro.

    Kemudian, investor diminta menggandakan investasi dan menerima kewarganegaraan dalam kurun waktu 18 bulan atau 1,5 tahun saja.

  4. Inggris

    Negara lain yang membuka program golden visa adalah Inggris. Dengan visa investor tier-1, pemerintah Inggris menawarkan investasi minimal 2.000.000 pound britannia yang disimpan pada lembaga keuangan yang diatur.

    Setelah beberapa tahun menetap dan memenuhi kriteria kelayakan, investor berhak mengajukan permohonan kewarganegaraan Inggris.

  5. Uni Emirat Arab (UEA)

    UEA menawarkan program residensi 5 tahun dan 10 tahun dalam rencana Golden Visa Dubai. Syaratnya adalah berinvestasi minimal 5 juta dirham pada sebuah properti di UEA. Sementara, untuk opsi 10 tahun, seseorang diminta berinvestasi minimal 10 juta dirham.

  6. Singapura

    Singapura juga menjadi negara Asia Tenggara yang menerapkan program ini. Syarat program ini adalah berinvestasi minimal 2,5 juta dollar Singapura pada salah satu pilihan, di antaranya membangun bisnis baru atau investasi bisnis yang sudah ada, mendapatkan kantor keluarga tunggal di Singapura, dan dana disetujui pemerintah Singapura.

    Adapun setelah dua tahun menetap di singapura dengan syarat tersebut, seseorang dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan di Singapura.

Program Golden Visa Dukung Peningkatan Ekonomi Negara

Demikianlah pengertian, sejarah, hingga keuntungan dan kerugian penerapan program golden visa. Indonesia menjadi salah satu negara yang mendorong program ini untuk membangkitka perekonomian negara.

Adapun, bagi WNA yang tertarik memiliki residensi spesial di Indonesia bisa memanfaatkan program tersebut. Dengan begitu, juga akan membantu mendongkrak investasi dan lapangan kerja yang lebih luas di Tanah Air.

Baca Juga: Inflasi: Pengertian, Penyebab, Rumus Menghitung, dan Dampaknya ke Ekonomi RI