Apa Itu Kurs Beli, Faktor yang Mempengaruhi dan Cara Hitung

Jika kamu pernah menukar uang asing dengan Rupiah ataupun sebaliknya di bank ataupun money changer, pasti pernah mendengar istilah kurs jual dan kurs beli. Walaupun belum tahu banyak mengenai kedua istilah tersebut, setidaknya pasti Anda pernah menemui tulisan tersebut.

Tidak hanya untuk urusan tukar mata uang saja, dalam dunia bisnis dan ekonomi memahami apa itu kurs sangat lah penting baik untuk menetapkan strategi bisnis, aktivitas ekspor dan impor juga mengukur kondisi ekonomi suatu negara.

Pengumuman kurs tersebut yang banyak kita dengar dari berbagai media. Ternyata, yang dimaksud kurs tidaklah melulu demikian. Ada tiga kurs yang berlaku, yaitu kurs jual, kurs beli, dan kurs tengah.

Apa Itu Kurs secara Umum?

Pengertian kurs sendiri secara umum adalah nilai atau harga mata uang sebuah negara yang diukur menggunakan mata uang negara lain.

Kurs erat kaitannya dengan tukar-menukar uang asing yang ada di bank atau yang ada di tempat penukaran uang (money changer). Agar lebih mudah dipahami, kurs jual dan kurs beli selalu diartikan melalui sudut pandang bank atau money changer. Bukan dari sudut pandang kita sebagai orang yang menukarkan.

Menurut ahli ekonomi Fabozzi dan Franco, pengertian kurs adalah jumlah satu mata uang yang bisa ditukar per unit mata uang lain, atau harga satu mata uang dalam mata uang lain. Sedangkan menurut Ekananda, pengertian kurs adalah harga mata uang suatu negara relatif terhadap mata uang negara lain.

Nah, untuk kali ini kita akan membahas secara lengkap apa itu kurs beli dan definisinya secara lengkap serta cara menghitungnya.

Baca Juga:  Kurs: Pengertian, Jenis, dan Faktor yang Memengaruhinya

Pengertian Kurs Beli

Kurs beli adalah kurs yang dipakai apabila bank atau money changer ingin membeli uang asing dari kita atau jika ingin menukarkan uang asing dengan uang Rupiah. Pada dasarnya, kurs beli bisa diartikan sebagai kurs yang telah berlaku di bank apabila bank melakukan pembelian mata uang asing atau valuta asing dari kita.

Kurs beli biasanya merupakan harga beli mata uang yang dipakai oleh bank dalam penukaran uang asing oleh para pedagang valuta asing untuk membeli valuta asing. Sebagai contoh, jika kamu menukarkan uang Dollar Amerika ($) yang kamu punya dengan uang Rupiah, maka kamu akan menggunakan kurs beli.

Baca Juga: Kurs Tengah BI: Pengertian, Fungsi dan Perbedaannya dengan JISDOR

Faktor yang Mempengaruhi Kurs Beli

Nilai mata uang punya peranan penting dalam keputusan-keputusan pembelanjaan, karena kurs memungkinkan kita menerjemahkan harga-harga dari berbagai negara ke dalam satu bahasa yang sama.

Ada 5 (lima) hal yang mempengaruhi nilai kurs, baik itu kurs beli, jual dan tengah yaitu:

  • Tingkat inflasi dan deflasi
  • Kebijakan pemerintah
  • Perbedaan tingkat suku bunga
  • Aktivitas neraca pembayaran
  • Ekspetasi

Berikut penjelasannya secara lengkap:

Jenis Faktor yang

Mempengaruhi Kurs

Keterangan

Tingkat inflasi

Inflasi berarti naiknya harga barang atau jasa atau bisa juga kamu artikan sebagai turunnya mata uang lokal. Dasar utama yang mempengaruhi hal tersebut adalah perdagangan internasional.

Seperti yang sudah kita ketahui, dasar utama yang terdapat di dalam pasar valuta asing adalah perdagangan internasional antara suatu barang ataupun jasa.

Hal ini membuat adanya perubahan pada harga mata uang lokal dan harga mata uang asing. Kondisi ini mampu menyebabkan pergerakan pada kurs valuta asing.

Kebijakan pemerintah

Kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah juga akan turut memengaruhi keseimbangan nilai tukar mata uang. Kebijakan bersifat mengawasi yaitu mengawasi nilai tukar valuta asing.

Berbagai contoh dari kebijakan tersebut adalah upaya pemerintah dalam menghindari masalah niai tukar valuta asing dan juga perdagangan internasional, serta mengintervensi pasar uang.

Perbedaan tingkat suku bunga

Tingkat bunga adalah suatu harga dari uang yang dimanfaatkan untuk jangka waktu tertentu. Perubahan tingkat suku bunga yang tinggi pada suatu negara akan turut memengaruhi arus modal internasional.

Apabila suku bunga suatu negara mengalami perubahan, hal tersebut akan mempengaruhi arus modal internasional. Jika suku bunga suatu negara mengalami kenaikan maka modal asing yang masuk juga akan semakin meningkat sehingga nilai tukar mata uang lokal meningkat.

Aktivitas neraca pembayaran

Jika neraca pembayaran bersifat aktif, maka hal tersebut dapat meningkatkan permintaan debitur asing sehingga hal tersebut membuat nilai mata uang lokal meningkat.

Sebaliknya, jika neraca pembayaran pasif, tentu saja akan membuat debitur dalam negeri menjual seluruh asetnya dengan mata uang asing yang akan berakibat turunnya nilai mata uang lokal.

Tingkat keterbukaan ekonomi juga akan turut menentukan ukuran dan dampak dari neraca pembayaran dalam nilai tukar mata uang. Seperti, efek perubahan tarif, kuota perdagangan, subsidi ekspor, pembatasan impor barang, dll.

 

Ekpetasi

Ekspektasi nilai tukar mata uang di masa yang akan datang juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kurs. Hal tersebut bisa terjadi karena pasar valuta asing akan bertindak dengan sangat cepat ketika mendengar informasi yang berdampak di masa depan.

Sebagai contoh, berita tentang meningkatnya inflasi Amerika Serikat yang bisa menyebabkan pedagang valuta asing menjual mata uang dolarnya, karena nilai mata uang dolar bisa menjadi menurun di masa depan. Sehingga, hal tersebut akan menekan nilai tukar mata uang dolar di dalam pasar valuta asing secara otomatis

 

Ilustrasi Cara Hitung Kurs Beli

Setelah mengetahui apa itu kurs dan kurs beli secara umum. Berikutnya adalah bagaimana cara menghitung kurs beli. Dengan mengetahui cara menghitung kurs beli, kamu bisa dengan lebih tepat dalam menentukan tabungan valuta asing (valas) apa yang bagus, investasinya atau mempersiapkan biaya untuk liburan keluar negeri.

Berikut ilustrasi cara hitung kurs beli:

Kamu baru saja pulang liburan dari Inggris. Setelah kembali ke Indonesia ternyata kamu masing memegang total uang £200 atau 200 Pounsterling (mata uang Inggris) yang merupakan sisa dana liburan dari Inggris. Kamu kemudia berencana menukarkan dana sisa liburan tersebut ke Rupiah.

Kamu pun memutuskan untuk menukarkannya di money changer di bandara. Karena tujuannya adalah menukarkan Poundsterling ke Rupiah. Maka, kurs beli adalah acuan yang berlaku.

Pada saat penukaran, ternyata kurs beli Poundsterling mengalami sedikit perubahan, misalnya menjadi £1 = Rp17.794. Jadi total Rupiah yang bisa kamu dapatkan dari menukarkan £200 di penukaran dengna mengacu pada kurs beli adalah:

£200 x Rp17.794

= Rp3.558.800

Pahami dengan Baik

Karena nilai kurs setiap minggunya berubah seiring perubahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, ketahui nilai kurs baik jual dan beli terbaru saat ingin melakukan perjalanan ke luar negeri baik untuk urusan liburan, pekerjaan atau bisnis.

Karena biasanya karena kurangnya info yang didapat mengenai kurs jual dan beli, tidak sedikit yang keliru dalam memahami kedua istilah kurs tersebut. Dengan memahami penjelasan di atas, mudah-mudahan kekeliruan dalam membedakan kurs jual dengan kurs beli bisa terhindari.

Baca Juga: Kurs Pajak: Definisi, Penetapan dan Fungsi untuk Perusahaan