Settlement: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Cara Transaksi dan Pencatatannya

Settlement merupakan salah satu istilah yang kerap dipakai dalam dunia akuntansi, di mana istilah ini akan berkaitan dengan pencatatan yang dilakukan dalam jurnal akuntansi biaya sebuah perusahaan.

Settlement artinya “penyelesaian”. Istilah yang satu ini berasal dari Bahasa Inggris. Sebagaimana istilah akuntansi lainnya, settlement maupun kode settlement BNI dan yang lainnya tidaklah begitu familiar di kalangan awam. 

Baca Juga:  Trial Balance: Pengertian dan Metode Pencatatannya

Pengertian Settlement

Settlement dalam Akuntansi

Settlement artinya dalam Bahasa Indonesia bisa disebut sebagai “pendapatan yang diterima” dan dicatat dalam jurnal akuntansi. Di dalam akuntansi itu sendiri, settlement adalah artinya tahap akhir (penyelesaian) sebuah transaksi keuangan yang terjadi di antara pembeli dan juga perusahaan yang bertindak sebagai penjual. 

Settle artinya dalam Bahasa Indonesia adalah penyelesaian. Namun settlement sendiri tidak berlaku dalam utang, di mana pembeli sudah melakukan pembayaran, sementara perusahaan belum melakukan pengiriman barang tersebut kepada pembelinya. 

Bukan hanya itu saja, kode settlement BNI dan yang lainnya juga tidak berlaku dalam piutang, di mana perusahaan sudah menyerahkan produk kepada pembeli, namun pembeli belum melakukan pembayaran atas produk yang sudah diterimanya tersebut. 

Pada dasarnya, settlement artinya transaksi yang sudah melalui proses pemenuhan hak dan kewajiban kedua belah pihak, yakni pihak pembeli dan juga pihak perusahaan. Artinya, di mana perusahaan sudah menerima uang hasil penjualan, sementara pembeli sudah menerima produk yang dibelinya dari pihak penjual/ perusahaan.

Dengan bahasa yang sederhana, settlement adalah artinya tahap akhir dari sebuah transaksi pembayaran yang dilakukan pada proses penjualan sebuah produk/ jasa. Settlement artinya dalam Bahasa Indonesia merupakan kondisi setelah merchant menyelesaikan pesanan pembelian dan pembeli sudah melakukan pembayaran atas pembelian tersebut. 

Di dalam praktiknya, istilah ini kerap dipakai oleh pihak-pihak yang berkaitan dengan bidang keuangan, salah satunya pebisnis yang akan menyelesaikan transaksi keuangan secara offline dengan memakai mesin EDC (Electronic Data Capture) maupun transaksi online dengan memakai layanan payment gateway.

Baca Juga: Mengenal Capture Data dan Perannya dalam Dunia Digital

Fungsi Settlement

Settle artinya dalam Bahasa Indonesia adalah penyelesaian. Settlement artinya dalam Bahasa Indonesia ini sendiri bisa diartikan sebagai sebuah tahap yang sangat penting dan akan berpengaruh pada laporan keuangan serta di dalam akuntansi biaya yang dibuat oleh perusahaan. 

Proses ini adalah hal yang wajib untuk diselesaikan pihak perusahaan, agar perusahaan tidak mengalami kerugian maupun kesalahan pencatatan keuangan atas transaksi penjualan yang sudah dilakukan. Settlement harus dilakukan pada semua jalur pembayaran, termasuk pada kode settlement BNI dan yang lainnya. 

Settlement artinya penyelesaian, di mana hal ini memiliki beberapa fungsi sekaligus, antara lain: 

  1. Fungsi Pemenuhan

    Untuk pihak perusahaan, settlement akan membantu untuk memenuhi target penjualan yang telah ditetapkan sejak awal. Sedangkan bagi pihak pembeli, settlement akan membantu memenuhi kebutuhan mereka terhadap produk dengan lebih cepat. 

  2. Fungsi Stabilitas

    Settlement akan membantu perusahaan lebih mudah untuk meninjau penyelesaian transaksi keuangan yang terjadi. Hal ini akan sekaligus membantu mereka menjaga stabilitas keuangan dan mendapatkan penghasilan serta keuntungan yang pasti dari penjualan yang terjadi. 

  3. Fungsi Penyelesaian

    Ini merupakan fungsi yang paling dasar dari settlement itu sendiri, di mana penjual dan pembeli sama-sama menyelesaikan kewajiban dan tanggung jawabnya dengan baik. Pihak perusahaan mendapatkan pembayaran atas penjualan yang dilakukan, sementara pihak pembeli mendapatkan produk/ jasa yang sudah dibayar olehnya. 

    Secara sederhana, fungsi settlement adalah untuk menyelesaikan transaksi keuangan yang sudah dikirim pihak merchant kepada pihak bank maupun platform dompet digital lainnya, di mana hal ini bertujuan untuk menginformasikan bahwa transaksi telah selesai dilakukan pada hari tersebut. 

    Bagi pihak perusahaan/merchant yang sudah menyelesaikan tahap settlement pada mesin EDC bisa memastikan bahwa pendapatan mereka telah tercatat dengan baik di mesin. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mencocokkan kembali struk untuk setiap transaksi tersebut. 

Tujuan Settlement

Settle artinya dalam Bahasa Indonesia adalah penyelesaian. Berbagai fungsi settlement di atas hanya akan bisa didapatkan jika kedua belah pihak (pembeli dan perusahaan/ penjual) sama-sama melakukan kewajiban dan tanggung jawabnya dengan baik di dalam transaksi yang terjadi. 

Settlement artinya proses penyelesaian yang dilakukan oleh pembeli dan perusahaan. Jika ternyata salah satu pihak tidak melakukan kewajibannya dengan baik, maka settlement artinya tidak bisa dikatakan sukses dan berjalan dengan lancar untuk kedua belah pihak. 

Settle artinya dalam Bahasa Indonesia adalah penyelesaian, di mana hal ini memiliki beberapa tujuan, antara lain: 

  • Mendapatkan produk tertentu dari pihak penjual dengan cara melakukan sejumlah pembayaran dan memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh mereka. 
  • Mendapatkan layanan dari para penjual dengan cara melakukan pembayaran secara penuh terhadap tagihan yang disepakati dan memenuhi semua syarat yang ditetapkan penjual. 
  • Menghindari timbulnya sejumlah utang yang kelak harus dibayarkan oleh pihak pembeli kepada pihak penjual. 
  • Menghindari timbulkan sejumlah piutang yang harus ditagihkan oleh pihak penjual kepada pihak pembeli. 
  • Mendapatkan penghasilan atas produk/ jasa yang dijual kepada pembeli. 
  • Mempercepat proses transaksi penjualan yang sudah dilakukan.
  • Mendukung penjual melakukan proses pencatatan dengan lebih mudah dan cepat.
  • Meminimalisir risiko yang bisa timbul dalam proses pembayaran yang dilakukan pada setiap penjualan. 

Cara Transaksi dan Pencatatan Settlement

Pencatatan Settlement

Settlement artinya dalam Bahasa Indonesia adalah penyelesaian, di mana pihak pembeli dan perusahaan sudah sama-sama melakukan kewajiban dan tanggung jawabnya dengan benar. Maraknya sistem belanja dan transaksi online membuat settlement itu sendiri menjadi hal yang semakin penting. 

Settlement adalah artinya penyelesaian transaksi, baik itu yang dilakukan secara online maupun offline. Settlement bisa saja memiliki kode yang berbeda-beda, tergantung pada mesin EDC yang digunakan, misalnya kode settlement BNI atau yang lainnya. 

Jika mesin EDC yang digunakan adalah milik bank BNI, maka yang akan dicatat adalah kode settlement BNI. Settle artinya dalam Bahasa Indonesia adalah penyelesaian, sehingga sebuah settlement artinya sebuah transaksi yang sudah selesai dan bisa segera dibukukan dalam catatan keuangan perusahaan. 

Pada dasarnya, penyelesaian transaksi melalui mesin EDC ataupun layanan online lainnya bisa saja menggunakan berbagai aturan dan syarat yang berbeda-beda, tergantung pada kebijakan penyedia mesin EDC itu sendiri. 

Misalnya: 

Jika menggunakan mesin EDC BCA, maka penjual harus melakukan beberapa langkah mudah berikut ini: 

  • Tekan tombol hijau terlebih dahulu.
  • Lanjutkannya dengan memilih menu settlement.
  • Ketikkan sandi dan tunggu beberapa waktu.
  • Jika transaksi berhasil, maka mesin EDC akan mencetak struk transaksi tersebut. 

Sedangkan dalam transaksi online, merchant akan menerima hasil penjualan tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh penyedia layanan pembayaran yang digunakan dalam transaksi. Proses ini bisa saja beragam, mulai dari real time hingga H+3, tergantung pada kebijakan penyedia layanan pembayaran. 

Penting untuk memahami dengan baik kebijakan pengiriman settlement ini, sebab masing-masing penyedia layanan pembayaran bisa saja menentukan batas waktu yang berbeda-beda untuk urusan tersebut.

Cara Pencatatan Settlement pada Buku Transaksi 

Settlement artinya dalam Bahasa Indonesia adalah penyelesaian transaksi. Transaksi itu sendiri harus dilakukan dengan benar, sehingga settlement bisa didapatkan dengan segera oleh pihak perusahaan dan segera dicatat pada pembukuan perusahaan itu sendiri.

Berikut ini adalah cara mencatat settlement di dalam jurnal akuntansi biaya perusahaan: 

10 Januari 2023

  • Piutang Rp1.000.000,-
  • Penjualan Rp3.000.000,-
  • Harga Pokok Penjualan Rp200.000,-

20 Januari 2023

  • Tunai Rp2.000.000,-
  • Piutang Rp1.000.000,- (settlement

Berdasarkan contoh di atas, maka settlement terjadi pada tanggal 20 Januari 2023, di mana pembeli melakukan pelunasan utang senilai Rp1.000.000,- untuk transaksi yang terjadi pada 10 Januari 2023. 

Pahami dan Catat Settlement dengan Cara Tepat 

Settlement adalah artinya penyelesaian transaksi yang terjadi dalam proses penjualan sebuah produk/ layanan jasa. Settlement sendiri hanya akan bisa terjadi jika kedua belah pihak (pembeli dan perusahaan/penjual) sudah melakukan kewajiban dan tanggung jawabnya dengan baik. Pahami dan lakukan pencatatan settlement ini dengan baik, agar pembukuan rapi dan mudah untuk digunakan.

Baca Juga: Apa Itu Redlining? Praktik Diskriminatif yang Buat Kalangan Tertentu Tak Bisa Mengakses Layanan Keuangan