Kredit Modal Kerja atau KMK, Program Pemerintah yang Bisa Jadi Solusi Dapatkan Modal UMKM

Saat mendengar istilah Kredit Modal Kerja atau KMK, sebagian masyarakat mungkin akan merasa bingung dan tidak tahu apa maksud dari istilah tersebut. Namun, bagi para pelaku UMKM, jenis pinjaman ini tentu kerap terdengar atau malah pernah dimanfaatkan untuk suatu kebutuhan khusus.

Ya, KMK atau Kredit Modal Kerja termasuk sebagai salah satu program kredit yang disediakan oleh lembaga finansial, umumnya perbankan, untuk pelaku UMKM ataupun bisnis serupa. Tujuan dari pengajuan jenis pinjaman ini adalah mendapatkan sumber modal utama guna membiayai bisnis. Alasannya karena tingkat suku bunga per tahun dari pinjaman ini terbilang rendah dan pengajuannya relatif simpel. 

Namun, seperti apa sih sebenarnya jenis pinjaman Kredit Modal Kerja atau KMK ini? Di samping itu, bagaimana karakteristik KMK, manfaat, tingkat bunga, dan syarat serta proses pengajuannya? Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang jenis pinjaman ini, simak pembahasan lengkap tentang apa itu Kredit Modal Kerja dan segala hal penting seputarnya berikut ini.

Baca juga: Tips Mengumpulkan Modal Usaha Rp 10 Juta dari Gaji UMR

Pengertian Kredit Modal Kerja atau KMK

Kredit Modal Kerja (KMK)

KMK atau Kredit Modal Kerja adalah fasilitas kredit atau pinjaman yang diberikan oleh sebuah lembaga keuangan, biasanya perbankan kepada kreditur. Jenis kredit tersebut diberikan dalam bentuk pinjaman dan bisa digunakan untuk modal berbisnis atau usaha. 

Dengan kata lain, jenis pinjaman ini bisa dikatakan sebagai program pembiayaan yang khusus ditujukan bagi pelaku usaha agar bisa mendapatkan modal berbisnis. Karena itu, tidak mengherankan bahwa KMK adalah layanan pembiayaan yang biasa dimanfaatkan oleh kalangan bisnis perorangan ataupun pelaku UMKM. 

KMK merupakan bagian dari layanan kredit usaha yang keduanya termasuk sebagai program dari pemerintah guna membantu pemodalan memulai bisnis. Jadi, masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan bantuan dana untuk membangun bisnisnya. 

Ketika mengajukan jenis pinjaman ini, debitur bisa memanfaatkannya untuk membeli stok atau persediaan operasionalnya, maupun untuk melunasi utang dagangnya. Nantinya, modal tersebut dapat diberikan dengan bentuk Rupiah maupun jenis valuta asing lainnya sesuai kebutuhan. 

Perlu dipahami bahwa jangka waktu dari jenis pinjaman ini lebih terbatas, biasanya hanya satu siklus bisnis saja dengan durasi maksimal 1 tahun. Selama dalam masa pinjaman tersebut, nilai pencairan pinjaman atau kredit paling tinggi adalah 70% dari jumlah keseluruhan kebutuhan modal. 

Pembayaran KMK pun bisa dicicil dengan kurun waktu atau tenor tertentu. Saat akan melakukan pelunasan atau penarikan kredit, pihak nasabah wajib menggunakan layanan rekening koran. 

Tentunya, ada beberapa kriteria jenis usaha yang berhak mendapatkan program kredit ini. Contohnya adalah keharusan dalam memiliki izin usaha, dan paling tidak bisnis sudah berjalan selama 1 tahun lebih. Oleh karena itu, walaupun secara umum ditujukan untuk UMKM, jenis kredit usaha ini tidak dapat diajukan oleh sembarangan usaha. 

Karakteristik Pinjaman KMK

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jenis kredit usaha ini adalah pinjaman yang secara khusus digunakan sebagai modal pembiayaan usaha. KMK tidak termasuk sebagai jenis pinjaman berjangka panjang. Fasilitas tersebut umumnya mempunyai durasi atau masa jatuh tempo di bawah 1 tahun. 

Meskipun begitu, ada pula jenis KMK yang mempunyai masa tenor yang lebih panjang dari itu. Jenis pinjaman seperti ini umumnya disebut sebagai KMKP atau Kredit Modal Kerja Permanen. Tapi, hanya ada beberapa lembaga keuangan saja yang menyediakan layanan KMKP ini sehingga tidak bisa sembarangan diajukan. 

Manfaat Kredit Modal Kerja

KMK adalah jenis kredit usaha yang tujuan utamanya adalah untuk menjaga keberlangsungan dari usaha atau bisnis. Namun, lebih dari tujuan tersebut, KMK juga dapat digunakan untuk berbagai manfaat lainnya, antara lain:

  • Membayar sejumlah kewajiban perusahaan tepat waktu agar terhindar dari risiko membayar denda keterlambatan.
  • Melancarkan kinerja atau operasional perusahaan dan bisnis, termasuk dalam segi produksi dan distribusi, maupun cara memperoleh barang atau produk yang dibutuhkan.
  • Mempercepat proses pengembangan bisnis perusahaan.
  • Melindungi perusahaan atau bisnis dari risiko krisis modal kerja.
  • Menjamin adanya dana atau modal yang cukup guna melayani konsumen atau menjalankan bisnis.
  • Memiliki tingkat bunga atau interest yang rendah, KMK juga cocok digunakan untuk melunasi utang dagang maupun membeli bahan baku operasional bisnis.
  • Pembayaran sewa gedung atau tempat kerja.
  • Melunasi gaji pegawai.
  • Pelunasan biaya distribusi.

Tingkat Bunga KMK

Pada dasarnya, tingkat bunga dari program kredit usaha ini relatif lebih rendah ketimbang jenis pinjaman lainnya. Kendati demikian, setiap lembaga keuangan mampu menentukan sendiri berapa besaran suku bunga dari layanan Kredit Modal Kerja ini. 

Jika mengacu pada data CEIC, rata-rata tingkat suku bunga pada jenis pinjaman ini di bulan April 2022 adalah 8,49%. Tingkat bunga tersebut diyakini sebagai yang paling rendah semenjak tahun 2000. 

Syarat dan Cara Pengajuan KMK

Sebelum membahas tentang syarat dan cara pengajuan pinjaman KMK ini, perlu dipahami bahwa calon peminjam harus mampu memberikan jaminan atau agunan. Beberapa contoh aset yang bisa dijadikan sebagai agunan pada jenis pinjaman ini adalah sebagai berikut:

  • Deposito pada bank dengan menyerahkan bilyet atau sertifikat deposito.
  • Tanah maupun bangunan dengan menyertakan sejumlah dokumen, seperti gambar tanah maupun bangunan serta lokasi sekitar, sertifikat tanah maupun akta jual belinya, surat izin pendirian bangunan, berkas PBB terbaru.
  • Kendaraan bermotor dengan melampirkan BPKB, STNK, faktur pembelian, blangko kuitansi pembelian, dan KTP yang menjadi bukti identitas pemilik kendaraan.
  • Mesin usaha dengan melampirkan faktur, invoice, serta kuitansi pembelian .
  • Persediaan atau inventory dengan melampirkan surat inventory.
  • Piutang atau account receivable dengan menyertakan daftar piutang yang dimiliki.

Tentunya, mungkin setiap lembaga keuangan atau penyedia layanan KMK memiliki ketentuan tersendiri terkait jenis agunan yang bisa diberikan. Lalu, terkait dokumen persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain:

  • KTP serta KK
  • Akta pendirian bisnis atau perusahaan
  • NPWP
  • Pas foto pihak pemohon
  • Tanda Daftar Perusahaan atau TDU
  • SIUP
  • Surat Izin Tempat Usaha atau SITU
  • Laporan keuangan bisnis, neraca perusahaan, serta perincian laba atau rugi. 

Jika seluruh dokumen dan berkas persyaratan tersebut mampu dipenuhi, hampir bisa dipastikan pengajuan pinjaman KMK yang dilakukan akan disetujui dengan lancar. Sebaliknya, apabila ada persyaratan yang terlewat atau tak terpenuhi, jangan heran jika pengajuan kredit usaha ini malah berakhir dengan penolakan. 

Lantas, bagaimana langkah dan cara untuk mengajukan jenis kredit usaha ini? Mudah saja, ikuti penjelasan cara pengajuan KMK secara online sebagai berikut.

  • Mengajukan permohonan program KMK secara daring atau online dengan mengisi formulir pengajuannya di sejumlah aplikasi maupun layanan pinjaman dana online yang telah dipilih.
  • Melakukan validasi data ketika pihak bank atau lembaga keuangan menghubungi calon peminjam. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa seluruh data dan berkas persyaratan yang telah dilampirkan valid, akurat, dan benar adanya. 
  • Setelah itu, peminjam kredit usaha ini akan mendapatkan persetujuan pengajuan saat semua berkas yang dilampirkan terbukti asli dan akurat. Ketika sudah mendapatkan persetujuan tersebut, tidak butuh waktu lama pihak pemberi pinjaman akan mengirimkan bantuan modal sesuai yang diajukan oleh pihak nasabah.

Tergantung dari penyedia layanannya, proses pengajuan jenis kredit usaha ini bisa memiliki sedikit perbedaan. Untuk mengetahui cara pasti mengajukan KMK, selalu ikuti tata cara dan prosedur yang diberikan oleh pihak perbankan atau lembaga keuangan. 

Baca juga: 3 Hal yang Sering Ditanyakan saat Ajukan Pinjaman Modal Usaha

Tak Perlu Khawatir Soal Modal Bisnis dengan Kredit Modal Kerja

Itulah penjelasan mengenai apa itu KMK, karakteristik, manfaat, tingkat bunga, hingga syarat dan cara mengajukannya. Perlu diingat bahwa jenis kredit usaha ini berguna untuk melancarkan aktivitas bisnis dan menambah modal yang dibutuhkan. Dengan jangka waktu pinjaman yang umumnya tidak terlalu panjang, pastikan untuk mengajukan kredit dengan nominal sesuai kebutuhan agar manfaatnya lebih optimal dirasakan oleh bisnis.