Mengenal Service Level Agreement yang Populer dalam Bisnis

Service Level Agreement atau yang kerap disingkat menjadi SLA merupakan salah satu istilah yang cukup dikenal luas di dunia bisnis. Service Level Agreement adalah cara yang dianggap tepat untuk membuat pihak-pihak yang berkepentingan dalam bisnis menjalankan kewajibannya dengan baik. 

SLA Service Level Agreement biasanya dibuat dengan kesepakatan agar semua pihak yang terlibat mengikuti berbagai aturan dalam bisnis, sehingga hubungan bisnis di antara semua pihak ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. 

Apa Itu Service Level Agreement?

SLA Service Level Agreement adalah sebuah kontrak yang berisi penetapan sejumlah kewajiban yang akan diberikan untuk pihak-pihak lain di luar perusahaan, misalnya vendor dan juga pelanggan. 

Service Level Agreement adalah jenis kontrak yang pada umumnya telah disetujui terlebih dahulu, sebelum akhirnya dikirimkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan atas perjanjian tersebut. 

Biasanya SLA Service Level Agreement adalah perjanjian yang dibuat oleh sebuah perusahaan/ bisnis dengan pelanggannya, atau sebuah departemen yang melakukan layanan secara berulang untuk departemen lainnya pada sebuah perusahaan/ bisnis. 

SLA Service Level Agreement ini pada umumnya dibuat ketika perusahaan sedang memiliki pelanggan yang baru di dalam bisnis mereka. Hal ini menyebabkan perusahaan membutuhkan surat perjanjian sebagaimana arti Service Level Agreement itu sendiri. 

Namun jika perjanjian yang dibuat hanya terjadi di antara departemen penjualan dan pemasaran saja, maka Service Level Agreement artinya akan memuat rincian terkait tujuan pemasaran produk/ jasa yang akan dilakukan oleh perusahaan.

SLA Service Level Agreement ini akan memuat perjanjian terkait dengan jumlah target maupun perkiraan pendapatan, dan berbagai aktivitas penjualan yang akan dilakukan untuk mencapai target-target yang menjadi tujuan penjualan bisnis itu sendiri. 

SLA Service Level Agreement adalah dokumen yang akan digunakan oleh departemen penjualan dan juga departemen pemasaran menjadi komitmen bersama untuk saling mendukung antara satu dengan yang lainnya, di mana hal ini disesuaikan dengan tujuan angka yang pasti. 

Berdasarkan Hubspot diketahui bahwa, sekitar 65% marketer yang bekerja pada perusahaan yang memiliki Service Level Agreement adalah sukses mendapatkan keuntungan investasi yang nilainya lebih tinggi dari usaha pemasaran yang mereka lakukan. 

Baca Juga: Mengenal Keputusan Bisnis dan Tips Melakukannya

Konten-konten Wajib dalam Service Level Agreement

Service Level Agreement artinya surat perjanjian yang dibuat oleh perusahaan. Pada umumnya detail konten SLA Service Level Agreement adalah disesuaikan dengan pihak yang membuat perjanjian itu sendiri, baik itu untuk bagian internal maupun eksternal perusahaan. 

Namun meski begitu, Service Level Agreement adalah surat perjanjian yang memuat sejumlah elemen wajib yang dibuat oleh pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, baik itu pelanggan atau penerima layanan, maupun tim pemasaran/ penjualan perusahaan. 

Berikut ini adalah beberapa konten yang wajib ada dalam SLA Service Level Agreement

1. Ringkasan Perjanjian

Service Level Agreement artinya surat perjanjian, sehingga surat yang satu ini wajib memuat konten tentang ringkasan perjanjian itu sendiri. Sama seperti SLA itu sendiri, semua pihak juga harus menyetujui bagian yang satu ini dalam perjanjian yang dibuat. 

Konten ini akan menjelaskan secara detail beberapa hal, seperti: dasar-dasar perjanjian yang dibuat, semua pihak yang terlibat di dalamnya, waktu serta tanggal berlakunya surat, termasuk keterangan terkait kewajiban semua pihak. 

2. Deskripsi Perjanjian

Service Level Agreement juga harus memuat konten tentang detail seluruh layanan yang ditawarkan oleh pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Deskripsi ini mencakup tentang kondisi perjanjian di semua keadaan yang mungkin terjadi, termasuk tentang waktu penyelesaiannya untuk masing-masing pihak tersebut. 

Arti Service Level Agreement adalah perjanjian antara pihak-pihak, sehingga setiap pihak yang terlibat wajib untuk menjelaskan maksud setiap layanan yang akan diberikan dalam perjanjian tersebut secara detail.

Penjelasan ini berupa pemaparan cara pemberian layanan tersebut, cara penanganan jika ternyata layanan tersebut tidak diberikan, termasuk terkait rincian proses serta daftar teknologi apa saja yang dipakai untuk memberikan layanan tersebut nantinya. 

3. Metrik Performa Perjanjian

Dalam bagian ini, pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian harus menunjukkan metrik pengukuran yang akan dipakai untuk melihat kinerja dan tingkat upaya yang perlu dikeluarkan dalam rangka mencapai target yang dituju dalam perjanjian tersebut. 

Namun sebelum mencantumkannya, seluruh pihak yang terlibat harus lebih dulu menyetujui daftar metrik yang akan dipakai menjadi tolak ukur untuk perjanjian ini. Jika dianggap belum sesuai, maka seluruh pihak akan kembali merundingkannya hingga tercapai kesepakatan. 

4. Proses Penghentian dan Tanda Tangan

Service Level Agreement artinya surat perjanjian, sehingga surat ini juga wajib memuat proses penghentian perjanjian serta tanda tangan dari pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. 

Service Level Agreement wajib memuat ketentuan tentang kondisi di mana perjanjian tersebut dinyatakan berakhir. Waktu pemberitahuan kedua belah pihak juga harus dimuat dalam bagian ini. 

Bukan hanya itu saja, bagian ini juga akan memuat tanda tangan semua pihak yang terlibat. Tanda tangan ini akan menjadi bukti bahwa seluruh pihak-pihak yang terlibat setuju tentang kondisi perjanjian, tanpa memiliki tuntutan maupun rasa keberatan sama sekali. 

Baca Juga: Memahami Komunikasi Bisnis: Jenis dan Manfaatnya

Tipe-tipe Service Level Agreement

Service Level Agreement artinya surat kontrak dan menjadi aspek penting dalam sebuah perusahaan jasa. SLA Service Level Agreement akan memberi kepastian terkait penyelesaian masalah maupun kendala di dalam bisnis dengan baik, tanpa harus melewati deadline

SLA Service Level Agreement adalah kontrak yang akan memastikan perusahaan dapat meluncurkan seluruh jenis layanan mereka dengan tepat waktu ke pasaran. Namun untuk bisa dipergunakan dengan baik, maka SLA sendiri harus dibuat sesuai dengan tipe service level agreement yang diperlukan. 

Jika sudah memahami arti Service Level Agreement, berikut ini adalah beberapa tipenya: 

Tipe-tipe SLA Keterangan
Customer-based SLA

Customer-based SLA adalah perjanjian antara perusahaan dengan seorang pelanggan, di mana perjanjian ini memuat tentang seluruh layanan yang diperlukan. Biasanya Service Level Agreement adalah jenis perjanjian yang menggunakan kontrak tunggal dan sederhana. 

Contohnya: Perusahaan penyedia layanan VoIP (voice over IP) bisa menyatukan seluruh layanan suara ke sebuah kontrak.

Service-Based SLA

Ini adalah sebuah kontrak dengan definisi sebuah layanan bagi seluruh pelanggan. Arti Service Level Agreement yang satu ini tergantung pada standar yang tetap, sehingga terlihat sederhana dan mudah untuk dipahami vendor. 

Contohnya: kontrak yang mengatur tentang  kinerja helpdesk dalam menangani tiket keluhan untuk seluruh pelanggan yang setuju menggunakan layanan yang disediakan. 

Multi-Level SLA

Arti Service Level Agreement yang satu ini adalah kontrak di mana pihak yang menerima Service Level Agreement mempunyai opsi penyesuaian klausa, di mana hal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan pihak tersebut. 

Contohnya: pengguna bisa memasukkan sejumlah kondisi yang memungkinkan layanan menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Mengapa Service Level Agreement Dibutuhkan?

Service Level Agreement artinya sebuah perjanjian yang akan membuat perusahaan/ bisnis bisa berjalan lancar. SLA Service Level Agreement adalah kontrak yang akan dibutuhkan oleh perusahaan, agar perusahaan bisa menyelesaikan berbagai masalah yang terdapat di dalam bisnisnya. 

Ada beberapa alasan mengapa Service Level Agreement adalah hal yang diperlukan perusahaan, berikut ini beberapa di antaranya: 

  • Service Level Agreement akan membantu seluruh pihak dalam mengukur ekspektasi, dimana hal ini dilakukan dengan tolak ukur yang jelas dan telah disepakati oleh semua pihak.
  • Service Level Agreement akan mengingatkan pebisnis untuk selalu mencermati layanan yang mereka berikan kepada pelanggan. 
  • Service Level Agreement bisa menjadi tolak ukur terhadap performa perusahaan, sebab metrik performa perjanjian akan membuat semua pihak memiliki standar kinerja yang harus mereka patuhi. 
  • Service Level Agreement akan membuat ketentuan hukum dan penalti dalam kontrak menjadi lebih jelas, di mana semua pihak harus mematuhi semua aturan dan juga menanggung konsekuensi penalti yang sudah disepakati. 

Service Level Agreement Banyak Membantu Bisnis

Arti Service Level Agreement adalah kontrak perjanjian yang dibuat perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam bisnis mereka. Perjanjian ini memuat berbagai ketentuan kerjasama yang memungkinkan segala sesuatunya berjalan dengan lancar. Bukan hanya membantu bisnis perusahaan saja, Service Level Agreement juga berguna bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. 

Baca Juga: Bisnis Digital: Pengertian, Jenis, dan Keuntungannya