4 Kesalahan yang Wajib Dihindari Saat Menggunakan Paylater

Paylater menjadi salah satu fasilitas pembayaran yang saat ini cukup banyak digunakan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya perusahaan yang menyediakan layanan tersebut selama beberapa tahun belakangan. 

Bukan hanya praktis, paylater juga menawarkan proses pengajuan yang cepat. Kamu tidak perlu menunggu hingga satu atau dua minggu sampai proses pengajuan ini selesai. Jika berniat untuk mengajukan paylater, pastikan kamu mengenal produk ini dengan baik terlebih dahulu sebelum mengajukannya. 

Sama dengan produk keuangan lainnya, kamu juga akan diberikan kebebasan untuk menggunakan paylater ini, seperti membeli berbagai produk yang diinginkan. Kemudian, membayarnya dengan menggunakan fitur cicilan. 

Hal ini tampak mudah dan menyenangkan, namun tentu harus tetap direncanakan dengan matang. Sebab, kamu harus selalu mengingat bahwa seluruh tagihan dalam paylater adalah utang yang harus dibayarkan (lunasi) kembali. 

Ajukan paylater dengan pemahaman dan cara yang tepat, agar tidak sampai mengalami masalah ketika menggunakannya. Namun, hingga sekarang ini masih banyak orang yang melakukan kesalahan ketika ingin menggunakan paylater.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang wajib dihindari ketika mengajukan fasilitas paylater: 

1. Tidak Melakukan Perbandingan Terlebih Dahulu 


Tidak melakukan perbandingan

Banyaknya perusahaan yang menyediakan fasilitas paylater tentu menjadi keuntungan tersendiri. Kamu akan sangat leluasa untuk menemukan salah satu produk terbaik dan paling menguntungkan di pasaran. 

Hal ini tentu hanya bisa dinikmati, jika sejak awal kamu memilih paylater yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan keuangan. Akan tetapi, jika memilih dengan terburu-buru, maka bukan tidak mungkin kamu justru mengalami kerugian dalam menggunakan produk ini. 

Setiap paylater akan memiliki keunggulan masing-masing, begitu juga dengan kekurangannya. Inilah mengapa sangat penting untuk mempelajari beberapa produk paylater yang berbeda sekaligus, sebelum mengajukan salah satunya. 

Saat tidak melakukan perbandingan antara satu produk paylater dengan yang lainnya, maka juga akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan produk terbaik. Bahkan beresiko menggunakan paylater yang tidak legal atau tidak memiliki izin dari OJK. Selain beresiko bermasalah, hal seperti ini juga beresiko menimbulkan kerugian. 

Baca Juga: Biar Keuangan Tetap Sehat, Begini Cara Bijak Pakai PayLater

2. Menganggap Semua Persyaratan Pengajuan Sama 

Beda perusahaan, maka akan beda juga aturannya, begitu juga dalam paylater. Setiap perusahaan yang menyediakan fasilitas pembayaran ini tentu akan memiliki kebijakan tersendiri terkait pengajuan aplikasi mereka. Beberapa perusahaan mewajibkan pencantuman slip gaji dalam pengajuan aplikasi mereka, namun sebagian lainnya justru tidak. 

Pada dasarnya, kelengkapan persyaratan ini akan mempengaruhi tingkat disetujui atau tidaknya pengajuan aplikasi paylater. Semakin lengkap persyaratan yang diajukan, maka peluang untuk disetujui dan mendapatkan limit yang besar juga tentu akan semakin tinggi. 

Kamu perlu memahami apa saja persyaratan yang diminta sejak awal dan memenuhi semua hal tersebut dengan sebaik mungkin.

3. Tidak Melihat Kemampuan Bayar


Tidak melihat kemampuan bayar

Saat mengajukan paylater, maka kamu tentu sudah memahami bahwa fasilitas ini akan memberi kesempatan berutang. Idealnya, sebelum mengajukan aplikasi produk ini, kamu sudah menghitung dan melihat kemampuan bayar di dalam keuangan. Limit yang diberikan bisa saja besar, bahkan melampaui kebutuhan. Ini akan menjadi masalah, jika kamu tidak bijak menggunakannya.

Penggunaan paylater yang tidak terencana akan menimbulkan nilai hutang yang besar di dalam keuangan. Kamu akan kesulitan untuk mencicilnya, termasuk untuk melunasinya dengan tepat waktu. 

Hal ini juga akan beresiko menimbulkan gagal bayar sehingga membuat riwayat kredit kamu buruk. Hindari masalah keuangan akibat penggunaan paylater yang tidak sesuai kemampuan keuangan. Selalu hitung besaran hutang dan pastikan nilainya tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan. 

Baca Juga: 6 Manfaat Paylater, Salah Satunya Bantu Jaga Cash Flow

4. Pakai Paylater untuk Kebutuhan yang Konsumtif

Menggunakan paylater untuk berbagai kebutuhan yang konsumtif merupakan kesalahan terakhir yang harus dihindari. Membeli smartphone baru, TV baru, dan berbagai hal lainnya yang tidak penting merupakan keputusan yang salah. 

Ini bukan hanya membuat utang dalam jumlah kecil, namun nilainya bahkan bisa saja begitu besar dan membebani keuangan. Sementara manfaatnya tidak maksimal, sebab pada dasarnya berbagai barang tersebut tidak diperlukan. 

Penggunaan paylater untuk berbagai kebutuhan produktif akan jauh lebih bermanfaat.  Kamu bisa menggunakan fasilitas ini untuk membeli berbagai barang yang akan dibisniskan, atau bahkan untuk membeli sesuatu yang bisa mendukung untuk mendapatkan uang. Penggunaan yang tepat seperti ini akan memungkinkan kamu mendapatkan manfaat maksimal. 

Pilih dan Gunakan Paylater dengan Bijak

Bagi yang berniat menggunakan fasilitas paylater, pastikan kamu memilih produk dengan bijak sesuai pertimbangan yang matang. Pelajari tentang fasilitas pembayaran yang satu ini secara detail, sehingga kamu memahaminya dengan baik. Hal ini akan memungkinkan kamu memanfaatkannya secara maksimal, tanpa menimbulkan masalah di dalam keuangan. Selain itu, kamu juga wajib menggunakan paylater dengan bijak, mulai dari membayar tepat waktu, menggunakan limit sesuai kebutuhan dan sebagainya.

Baca Juga: Kecanduan PayLater Bisa jadi Bencana, Begini Cara Atasinya