Macam-macam Jenis Diet, Kamu Pilih Mana?

Umumnya, diet dianggap sebagai salah satu jalan untuk mendapatkan kualitas kesehatan yang lebih baik, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan atau berkiatan dengan tindakan medis, maupun hanya sekedar memperbaiki penampilan.

Namun pada dasarnya, selain alasan kesehatan, upaya untuk menurunkan berat badan menjadi alasanya yang kerap banyak diutarakan orang. Bahkan diet yang dipilih untuk menurunkan berat badan ini pun terbilang sulit atau berat.

Banyaknya orang yang menjalankan diet ini juga menyebabkan lahirnya beragam jenis diet yang bisa dikenal secara luas. Beberapa jenis diet ini bahkan terbilang sangat popular, apalagi jika dijalankan oleh para public figure yang memang selalu menjadi pusat perhatian.

Semakin hari, metode diet terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan jua teknologi. Cara diet pun juga berubah menjadi lebih modern. Namun meski begitu, beberapa metode diet yang terbilang klasik tetap masih dikenal dan dijalankan oleh sebagian orang.

Pilih Jenis Diet yang Paling Tepat dan Sesuai Kebutuhan


Temukan diet yang sesuai dengan kebutuhan

Apapun alasan kamu dalam menjalankan diet, pastikan kamu hanya memilih jenis diet yang sehat dan tidak memiliki risiko bagi kesehatan. Ini penting, mengingat ada banyak orang yang tidak mendapatkan hasil masksimal dari diet yang mereka jalankan, meski sudah berupaya keras.

Nah, jangan sampai kamu menjalankan diet dengan sia-sia belaka, dimana kamu bersusah payah, namun justru tidak mendapatkan hasil seperti yang diharapkan.

Untuk itu, sangat penting memahami tujuan serta jenis diet yang paling tepat sejak awal. Ini akan membantu kamu untuk bisa mencapai tujuan diet dengan tepat sasaran dan tentunya sesuai dengan target atau waktu yang telah kamu tentukan.

Bagaimanapun juga, diet sangat berhubungan dengan disiplin dan juga niat kuat dari orang yang menjalankan. Sebab kebanyakan diet hanya akan memberikan hasil maksimal jika dijalankan dalam waktu yang cukup panjang. Pastikan kamu memahami ini dengan baik dan memilih jenis diet yang paling cocok untukmu.

Lalu, jenis diet mana yang paling tepat untuk kamu? Atau setidaknya jenis diet mana yang akan kamu pilih? Berikut macam-macam diet yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber dan bisa kamu jadikan pilihan.

1. Diet Nasi Putih


Semangkuk nasi putih

Diet nasi ini merupakan diet yang cukup popular dilakukan banyak orang. Sesuai dengan namanya, maka diet ini dijalankan dengan cara tidak mengonsumsi nasi putih. Kita semua tahu, nasi putih memiliki kadar kalori cukup tinggi yang bisa memicu terjadinya obesitas dan penyakit diabetes.

Sebagai gantinya, biasanya diet nasi ini dilakukan hanya mengonsumsi makanan selain nasi putih. Penggantinya bisa didapat dari makanan yang mengandung karbohidrat lainnya seperti jagung, kentang ataupun nasi merah. Kesemua itu memiliki kalori lebih rendah ketimbang nasi putih

2. Diet Nasi Merah


Sepiring nasi merah

Berbeda dengan diet nasi putih yang dianjurkan untuk tidak mengonsumsi nasi putih, untuk diet nasi merah ini justru disarankan mengonsumsi nasi merah. Namun makan nasi merah ini dikombinasikan dengan bahan makanan lain, namun diutamakan adalah dada ayam.

Diet yang ditujukan untuk mengurangi berat badan atau mengecilkan tubuh ini juga dikenal aturan makan lebih sering ketimbang biasanya. Bila normalnya makan sehari 3 kali, maka bila menjalani diet nasi marah, makannya bisa 5-6 kali sehari.

Baca Juga: 6 Tips Meningkatkan Mood di Pagi Hari

3. Diet GM


Perbanyak konsumsi air mineral, susu, dan buah pisang untuk diet GM

Diet yang cukup dikenal berikutnya adalah jenis diet GM (General Motors). Diet yang satu ini dilakukan dengan cara memperbanyak minum air mineral dan menghindari alkohol. Kemudian minum susu kedelai minimal 3 gelas, dan makan buah pisang sebanyak 8 buah.

Tak lupa, diet yang bermula dari perusahaan General Motor ini juga menghindari nasi, gula, dan garam. Diet GM ini dikenal mampu menurunkan berat badan hingga 6-9 kilogram dalam seminggu. Menakjubkan, bukan?

4. Diet Makanan Tanpa Rasa


Semua makanan dimasak tanpa bumbu pada diet tanpa rasa ini

Diet yang satu ini memang unik. Bagaimana tidak? Makan makanan yang tanpa rasa sangatlah tidak nikmat, bukan? Namun diet ini justru dinilai paling membuahkan hasil untuk menurunkan berat badan.

Logikanya, makan makanan yang tanpa rasa tentunya membuat nafsu makan akan berkurang. Sehingga kita akan makan secukupnya atau makan dalam porsi yang tidak berlebihan. Jadi, sesuai namanya, diet ini hanya memakan makanan yang tidak dibumbui dan tidak ada makanan yang digoreng.

5. Diet Ketofastosis


Diet ketofastosis hanya banyak makan protein hewani

Diet ini dilakukan dengan cara menghindari makanan karbohidrat, tinggi lemak, dan protein, dalam kurun waktu 6-12 jam, apabila dirasa mengalami fase ketosis atau ketika tubuh tidak ada lagi asupan karbohidrat (glukosa) sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi.

Dalam diet ini, akan banyak ditemukan makanan yang mengandung hewani, seperti ayam, daging sapi, ikan, keju, susu, telur, dan lainnya. Jadi, bagi kamu penggemar sayuran sepertinya akan merasa aneh dengan pola konsumsi ini.

6. Diet Katogenik


Menu untuk diet katogenik lebih banyak porsi makanan berlemak

Jenis diet ini memang dikhususkan bagi penderita epilepsi. Namun bagi kamu yang memiliki tubuh langsing atau kurus, diet ini cukup efektif untuk dilakukan.

Diet Ketegonik ini dianjurkan agar mengonsumsi banyak lemak, sedikit protein dan karbohidrat. Umumnya disarankan makanan berlemak tinggi seperti es krim, daging, telur, sosis, udang, tuna, mayonnaise, dan makanan lain yang rendah karbohidrat tapi tinggi lemak.

Namun pada diet ini, juga dianjurkan untuk menghindari makanan yang mengandung gula dan zat tepung, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, roti, dan pasta.

7. Diet Rendah Lemak


Buah-buahan dan sayuran adalah makanan rendah lemak 

Bila kamu menjalankan diet ini, maka makanan yang harus dikonsumsi adalah rendah lemak. Namun bukan berarti tidak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sama sekali. Kamu tetap harus mengonsumsi makanan mengandung lemak untuk menambah energimu, namun dalam kadar yang tidak banyak.

Dan yang harus dipeharikan di sini adalah menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh. Contoh makanan yang mengandung lemak jenuh adalah makanan yang digoreng dengan banyak minyak, atau lebih dikenalnya seperti gorengan.

8. Diet OCD


Diet puasa

Jenis diet OCD (Obsessive Combuzier’s Diet) dikenal banyak yang menyukai karena dinilai lebih efektif menurunkan berat badan dalam waktu yang terbilang cepat. Dalam diet ini, kamu diperbolehkan memakan apapun yang kamu suka.

Namun, porsi makan dalam diet ini tentunya sewajarnya saja. Nah, pada diet ini diterapkan sistem puasa, di mana waktunya akan meningkat seiring dengan berjalannya masa diet itu sendiri.

Jika pada awal-awal menjalankan diet, kamu boleh makan selama kurun waktu 8 jam, maka beberapa hari kemudian, waktu makan tersebut akan berkurang menjadi 6 jam, bahkan 4 jam saja.

Di luar waktu makan tersebut, kamu akan berpuasa dan hanya boleh minum air putih saja. Diet ini terbilang efektif dan memberikan dampak positif bagi tubuh. Selain itu, kamu juga bisa makan menu makanan yang biasa kamu makan dan kamu sukai selama ini.

9. Diet 5:2


Diet ini bisa makan apa saja hanya 5 hari setiap minggunya

Diet jenis ini dikenal bukan hanya menurunkan berat badan semata, namun juga bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan, seperti melindungi otak dari risiko penyakit Alzaimer dan Demensia, meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan usia hidup, dan lainnya.

Diet ini juga diklaim dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga memiliki kekebalan terhadap berbagai jenis penyakit yang menyerang.

Diet 5:2 dijalankan dengan pola yang cukup mudah, dimana orang yang menjalaninya dapat makan seperti biasanya tanpa perlu berpantang apapun. Namun dalam sepekan bisa makan sebagaimana biasanya selama 5 hari saja, sedangkan 2 hari lainnya untuk berpuasa.

Baca Juga: Alasan Mengapa Gaya Hidup Sehat Sangat Dianjurkan untuk Anda

10. Diet Dukan


Diet ini mengonsumsi makanan tinggi protein

Diet ini dijalankan dengan cara mengubah menu makan, dimana makanan yang dikonsumsi memiliki kadar protein yang tinggi dan menekan konsumsi karbohidrat dan lemak. Tingginya protein ini akan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama.

Dalam Diet Dukan, kamu bisa memilih menu sesukamu, selama makanan tersebut terdapat dalam 100 menu yang telah ditetapkan dan dianggap sesuai dengan diet yang satu ini. Nah, 100 menu ini terdiri dari 72 sumber hewani dan 28 sumber nabati.

Bukan hanya itu saja, kamu juga akan leluasa untuk makan sebanyak yang kamu inginkan, selama masih sesuai dalam 100 menu makanan tersebut. Diet yang satu ini disebut-sebut bisa memberikan penurunan badan yang signifikan bahkan mencapai 3 kg hingga 4,5 kg dalam 5 hari pertama.

Pun demikian, diet dukan ini memiliki efek samping yakni hilangnya massa oto serta cairan dalam jumlah banyak akibat penurunan berat badan yang cepat. Bukan hanya itu saja, jika dilakukan dalam kurun waktu yang lama, diet dukan juga bisa menyebabkan kelelahan, sembelit, bau mulut, hingga kerusakan organ dalam seperti ginjal dan hati.

11. Diet Food Combining


Aneka macam kombinasi makanan untuk diet

Diet jenis ini dilakukan dengan cara membuat kadar PH (Potential Hydrogen) dalam darah menjadi netral dengan bantuan makanan yang dikonsumsi. Diet ini juga memungkinkan kamu makan sebanyak mungkin, namun dengan pilihan menu-menu yang alami bahan sebisa mungkin tidak mengalami proses pemasakan alias segar.

Jika melihat pola diet yang satu ini, jelas makanan yang dikonsumsi kebanyakan berfokus pada sayuran dan buah segar yang kaya akan nutrisi bagi tubuh. Selain sayuran dan buah, food combining juga menyarankan agar konsumsi makanan menggunakan kombinasi protein hewani dan karbohidrat yang dikonsumsi secara terpisah.

12. Diet Paleo


Aneka bahan makanan untuk diet Paleo

Diet Paleo terbilang cukup sulit untuk dijalankan, mengingat menu makanan yang dikonsumsi sangat terbatas dan lebih cenderung membosankan. Di dalam diet ini, kamu akan mengonsumsi makanan alami seperti sayuran, telur berusia kurang dari 6 pekan, buah-buahan, daging tanpa lemak, ikan, biji-bijian, minyak nabati, serta kacang-kacangan.

Selain itu, kamu wajib menghindari beberapa jenis makanan lainnya seperti kentang, garam, ubi, biji sereal, beragam produk susu, makanan dan minuman olahan. Jadi, kebayang kan bagaimana rasanya?

13. Diet Mayo


Makanan yang konsumsi tidak menggunakan garam pada diet Mayo

Diet Mayo ini dikenal dengan metode pelangsingan dalam 13 hari. Selama 13 hari penuh, kamu akan puasa garam, baik itu makanan yang diolah dan menggunakan garam, ataupun beragam makanan asin lainnya.

Pada proses puasa garam ini, kamu akan kehilangan seluruh garam dan banyak air dari dalam tubuh, sehingga berat badan akan turun dengan signifikan. Garam memiliki sifat menahan air, dan jika tidak kamu konsumsi, maka tubuh kamu tentu akan melepas banyak air dalam tubuh, bukan?

14. Diet Atkins


Diet ini konsumsi rendah karbohidrat

Dalam Diet Atkins, penurunan berat badan akan dilakukan dengan cara mengurangi atau bahkan menghilangkan konsumsi karbohidrat sederhana. Namun diet ini memperbolehkan kamu mengonsumsi lemak dan juga protein dalam jumlah besar sekalipun.

Kurangnya asupan karbohidrat akan memaksa tubuh melakukan pembakaran lemak di dalam tubuh, sehingga berat badan akan turun dengan cepat. Namun, hal ini juga bisa memicu berbagai gangguan dalam tubuh, seperti kelelahan, sembelit, insomnia, mual, bau mulut, dan lainnya.

Pilih Diet yang Sesuai dan Jagalah Pola Hidup Sehat

Menjalankan diet menjadi salah satu langkah untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan ideal. Namun, hal ini tetap harus dilakukan dengan cara yang benar sejak awal. Sebaiknya kamu tetap mengkonsultasikan kepada dokter atau ahli gizi untuk jenis diet yang tepat. Sehingga kamu tetap bisa sehat dan mendapatkan manfaat maksimal dari diet ini, serta teruslah menjaga pola hidup sehat.

Baca Juga: Peluang Bisnis dari Tren Gaya Hidup Sehat