Bercita-Cita Naik Haji? Simak Dulu Tips Keuangan Seputar Persiapan Tabungan Haji dan Syarat Membuka Tabungan Haji

Dari waktu ke waktu, biaya perjalanan ibadah haji memakan hingga puluhan juta per orangnya. Itu sebabnya banyak umat muslim yang mulai membuka tabungan haji sedari dini. Apa itu tabungan haji?

Tabungan haji merupakan cara mengumpulkan uang secara syariah bagi umat Islam yang merencanakan untuk berangkat ke Mekkah dalam rangka menunaikan ibadah. Untuk menunaikan bentuk ibadah ini, kurang lebih dibutuhkan biaya di atas Rp 30 juta.

Mulai menabung di rekening khusus untuk naik haji bisa mempermudah proses pengumpulan dana. Sehingga penghasilan yang didapatkan pun dapat dikelola dengan baik sesuai tujuan, dan terhindar dari penggunaan untuk hal lain yang bukan prioritas.

Baca Juga: Biaya Umroh: Tips menabung dan Mempersiapkan Diri untuk Umroh

Estimasi Biaya Haji Menurut Embarkasi

Sebagai gambaran perkiraan, berikut estimasi biaya perjalanan naik haji ke tanah suci menurut Embarkasi 2022:

No

Embarkasi

Estimasi Biaya

1.

Makassar

Rp42,7 juta

2.

Surabaya

Rp42,6 juta

3.

Lombok

Rp41,6 juta

4.

Balikpapan

Rp41,4 juta

5.

Banjarmasin

Rp41, 2 juta

6.

Solo

Rp40,3 juta

7.

Jakarta (Pondok Gede)

Rp39,9 juta

8.

Jakarta (Bekasi)

Rp39,9 juta

9.

Palembang

Rp39,8 juta

10.

Batam

Rp39,7 juta

11.

Padang

Rp37,4 juta

12.

Medan

Rp36,4 juta

13.

Aceh

Rp35,7 juta

Manfaat Memulai Tabungan Haji

Membuka tabungan haji seawal mungkin sangat disarankan karena sejumlah manfaatnya sebagai berikut:

  1. Memungkinkan nasabah untuk auto debet dari tabungan utama tiap bulan untuk masuk ke tabungan haji, bisa juga dengan menyetor uang tunai langsung ke bank,
  2. Memudahkanmu mendapat porsi keberangkatan haji lantaran sistemnya telah terhubung langsung dengan SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) yang berada di dalam satu provinsi Kamu sebagai nasabah,
  3. Saat dana telah mencapai nominal tertentu, pihak bank akan menginformasikanmu untuk langsung daftar ke Departemen Agama setempat, hal ini bisa membuatmu terhindari dari antrian waktu tunggu (waiting list) haji yang bisa sampai bertahun-tahun,
  4. Apabila dana yang terkumpul masih belum cukup menjelang setahun keberangkatan, pihak bank biasanya akan mengingatkan untuk segera mencukupi. Namun jika dana sudah tercukupi, Kamu sebagai nasabah masih boleh terus menabung karena dananya kelak dapat dipergunakan untuk uang saku selama berada di tanah suci,
  5. Dana keuangan yang tersimpan dengan lebih aman.

Pengelolaan Tabungan Haji Harus Sesuai Syariah

Pengelolaan biaya tabungan naik haji memang harus berdasarkan prinsip syariah dan mempertimbangkan segi keamanan, kehati-hatian, nilai manfaat, serta likuiditas. 

Untuk itu, berbagai bank dan lembaga keuangan terpercaya tanah air telah membantu memfasilitasi dan memudahkan masyarakat Islam RI yang berniat untuk naik haji. Caranya yakni dengan menyediakan produk perbankan yang dikhususkan untuk mengelola dana pribadi demi pemberangkatan naik haji. 

Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 Pasal 46 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Pengelolaan keuangan haji wajib dilakukan melalui bank umum syariah dan atau unit usaha syariah, dan dapat ditempatkan atau diinvestasikan.

Pilih Produk Tabungan Haji yang Aman dan Terbaik

Kini, beragam opsi telah tersedia untuk perencanaan ongkos naik haji. Kamu bisa memilih produk menabung untuk berangkat haji yang sesuai dengan syarat serta ketentuan yang berlaku.

Sejumlah bank yang menyediakan layanan tabungan haji mencakup BRI, BNI, Mandiri, BTN, Muamalat, BCA, hingga Bank Mega. Selain itu, Bank Bukopin, Bank Panin, Bank CIMB dan Bank Danamon juga bisa menjadi pilihan. 

Adapun opsi lainnya ialah Pegadaian. Di institusi ini, Kamu pun bisa mulai membuka tabungan haji untuk berangkat ke tanah suci.

Baca Juga: Ini Dia Perbedaan Antara Haji dan Umroh

Manfaatkan Investasi Reksadana Syariah untuk Membantu Mencapai Target Tabungan Haji yang Ditargetkan

Sekarang berinvestasi sesuai syariat islam sudah tidak sulit lagi dilakukan karena banyaknya produk investasi syariah yang sudah bisa diakses secara online dibanyak platform fintech. Nah, reksadana syariah bisa dijadikan alternatif lain untuk membantu kamu dalam mencapai jumlah target tabungan haji yang diinginkan dengan lebih cepat bahkan lebih banyak. 

Karena untuk tujuan tabungan, kamu bisa memilih jenis reksdana yang rendah risiko dan cocok untuk jadi investasi jangka panjang seperti reksadana pendapatan tetap, campuran dan pasar uang. Asalkan dilakukan dengan disiplin dan komitmen yang kuat, bisa dipastikan investasi reksadana syariah kamu bisa capai target sesuai dengan waktu yang sudah kamu tetapkan.

Syarat Membuka Tabungan Haji

Menabung untuk berangkat haji bisa berjalan lancar jika Kamu konsisten dan berkomitmen menyetor sejumlah besaran uang setiap bulannya. Jadi, Kamu pun perlu menjadikan menabung ongkos naik haji sebagai salah satu tujuan keuangan yang diprioritaskan.

Karena, semakin banyak dan rutin setoran danamu di tabungan haji, akan semakin cepat pula Kamu mendapatkan nomor porsi keberangkatan haji. Bagi Kamu yang berminat untuk membuka tabungan haji, Kamu bisa penuhi sejumlah persyaratan yaitu:

  1. Melampirkan KTP/ SIM,
  2. Menyediakan setoran awal minimum berdasarkan ketentuan pihak bank atau lembaga keuangan terpercaya lainnya. Rata-rata setoran awal yang ditentukan bank ialah Rp 100.000. Sedangkan setoran selanjutnya yaitu Rp 100.000,
  3. Menyetorkan dana awal setidaknya Rp 25 juta agar selanjutnya bisa mendapatkan kuota pendaftaran naik haji. Di titik ini, Kamu sebagai nasabah sudah didaftarkan sesuai embarkasi berdasarkan domisili.

Tips Memilih Tabungan Haji Terbaik

Pastikan Kamu memilih produk tabungan haji terbaik yang tersedia. Sebelum memilih di antara banyak opsi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Andal, Kredibel dan Terpercaya

Ini merupakan syarat mutlak yang wajib diperhatikan. Pastikan Kamu menabung dana ongkos naik haji di institusi terpercaya serta yang menjalankan prinsip syariah. Selain itu, pertimbangkan juga kemudahan akses apa saja yang akan dirasakan jika membuka tabungan haji di pihak penyedia produk keuangan tersebut.

2. Apa Saja Manfaat dan Fasilitasnya?

Pilihlah produk tabungan haji berdasarkan ketersediaan manfaat dan fasilitas yang terbaik. Ada beberapa bank yang melengkapi produknya dengan buku tabungan fisik hingga manfaat lainnya seperti asuransi. Pilihlah yang memberikan manfaat optimal.

3. Tersedianya Kuota Haji

Pihak bank umumnya mematok minimal Rp 25 juta dalam isi tabungan agar dapat diproses (didaftarkan) dan dihubungkan ke SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu).

4. Cermati Pengenaan Biaya

Umumnya setiap bank mempunyai kebijakan yang berbeda mengenai pengenaan biaya. Tabungan haji biasanya tak dikenakan biaya bulanan. 

Kendati begitu, pergantian buku tabungan yang hilang, misalnya, akan dikenakan biaya. Penutupan rekening jika target melaksanakan ibadah haji tak tercapai juga akan dikenakan biaya.

Waspadai Travel Haji Abal-Abal

Perlu diperhatikan, berhati-hatilah untuk menyimpan dana tabungan haji. Hindari menabung di pihak yang tak terjamin kredibilitasnya.

Kilas balik ke beberapa waktu lalu, Indonesia dihebohkan dengan marak terjadinya penipuan travel haji. Sebagai akibatnya, banyak masyarakat yang dengan mirisnya jadi gagal berangkat naik haji. Para korban pun kehilangan tabungannya lantaran tertipu. 

Oleh sebab itu, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyarankan agar masyarakat memilih BPS-BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) untuk menyimpan dana ongkos naik haji mereka. Kemudian manfaatkanlah sejumlah fasilitas tabungan haji di lembaga tersebut.

Simulasi Perhitungan Tabungan untuk Naik Haji

Misalkan saat ini Kamu sudah mempunyai dana untuk membayar ongkos naik haji secara penuh, namun Kamu tak bisa langsung berangkat di tahun yang sama. Ini terjadi karena berbagai faktor, termasuk adanya waktu tunggu (waiting list).

Untuk mendapatkan kuota, setoran awal harus dilakukan sebesar Rp 25 juta. Kemudian biaya haji yang dibayarkan akan disesuaikan dengan biaya yang berlaku di waktu Kamu berangkat. 

Ini berarti, biaya naik haji akan meningkat di setiap tahunnya. Sehingga dengan lebih cepat memulai tabungan haji, pendanaan pun akan terencana dengan akan lebih baik. 

Berikut simulasi perhitungan tabungan ongkos naik haji jika Kamu akan melaksanakannya di satu dekade mendatang.

Target naik haji

10 tahun mendatang (120 bulan)

Ongkos naik haji tahun ini

Rp 40 juta

Tambahan biaya haji (kenaikan ongkos naik haji di luar terjadinya inflasi)

3% per tahun

Inflasi tahunan

7% per tahun

Setoran awal tabungan naik haji

Rp 35 juta

Bagi hasil tabungan

3% per tahun

Berdasarkan penjabaran simulasi tersebut, ongkos naik haji untuk 10 tahun mendatang diperkirakan akan tembus ke angka Rp 94,8 juta. Adapun kebutuhan setoran bulanannya ialah Rp 436 ribu per bulan.

Buka Tabungan Haji untuk Sempurnakan Ikhtiar dan Ibadah

Bagi umat Islam, naik haji dengan pergi ke Mekkah berarti menunaikan rukun Islam kelima. Hal ini menjadi dambaan muslimin dan muslimah karena merupakan ibadah yang wajib dilakukan bagi yang mampu melaksanakannya.

Gagasan tersebut sesuai dengan QS Al-Imran 97 yang berbunyi, “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”

Dengan membuka tabungan haji sedini mungkin, Kamu pun bisa menyempurnakan ikhtiar kesanggupan pelaksanaan naik haji. Baik itu untuk diri sendiri, bersama pasangan, maupun dengan kedua orangtua tercinta. Jika sudah begitu, niscaya ibadah umroh dan naik haji bersama orang-orang terkasih pun tak lagi hanya menjadi angan semata.

Kelola Keuangan dengan Sebaik Mungkin

Mengingat masa tunggu haji yang terbilang lama, maka sebaiknya jangan tunda menabung untuk biaya keberangkatan umroh dan naik haji. Apabila memungkinkan, pelaksanaan ibadah haji juga disarankan untuk dilakukan di usia muda. 

Pasalnya, ibadah haji banyak menguras energi. Sehingga fisik yang bugar, sehat dan prima akan memungkinkanmu melaksanakan rukun haji dengan lebih mudah dan maksimal.

Namun banyak umat Islam yang ingin berangkat haji namun kerap terkendala oleh faktor keuangan. Ini dikarenakan untuk perealisasiannya, dibutuhkan biaya yang tak bisa dibilang sedikit. 

Kesiapan finansial untuk berangkat umroh dan naik haji memang tak bisa dicapai dengan instan dan mudah. Namun kesanggupan tersebut bisa terwujud jika pengelolaan dananya direncanakan dengan baik dan benar sejak awal.

Baca Juga: Biaya Haji 2022 Naik, Berikut Rincian Selengkapnya