Biar Gak Bingung, Ini Persiapan Ibu Hamil di Trimester Satu, Dua, dan Tiga

Anda hamil anak pertama? Bagaimana rasanya bakal menjadi ibu? Pasti perasaan campur aduk. Senang, bingung, deg-degan bergumul jadi satu. Rasanya haru biru banget.

Di antara perasaan tersebut, sepertinya lebih condong bingung sih. Bingung apa yang harus dilakukan ketika dinyatakan positif hamil. Sudah bombardir sahabat dengan segala pertanyaan seputar kehamilan, belum juga puas.

Akhirnya mencari informasi di internet. Bukannya jelas, tapi malah makin keder. Terlalu banyak informasi yang dikonsumsi, ibu hamil jadi bingung sendiri. Padahal kehamilan segera butuh penanganan dengan segera memeriksakannya dokter kandungan. Ini pun tidak tahu.

Supaya kehamilan berjalan lancar, bunda yang baru pertama kali mengandung perlu mempersiapkan hal-hal berikut ini di trimester 1, 2, dan 3.

Baca Juga: Cara Gunakan Kartu BPJS Kesehatan untuk Melahirkan

Trimester 1 (Usia Kehamilan 1-12 Minggu)


Ibu hamil di trimester 1 harus mulai mempersiapkan biaya melahirkan

1. Pilih Bidan atau Dokter Kandungan

Namanya juga hamil pertama, bunda pasti akan dibuat bingung memilih praktisi kesehatan untuk memeriksa kandungan. Apakah berkonsultasi ke bidan atau harus ke dokter kandungan di rumah sakit.

Jika bunda bertanya pada keluarga maupun teman, pasti pendapat masing-masing berbeda. Ada yang bilang,”hamil anak pertama mah ke dokter kandungan dong.” Tapi ada lagi yang menyarankan,”ke bidan saja, lebih dekat dari rumah. Kalau ada apa-apa kan lebih gampang.”

Dalam hal menentukan praktisi kesehatan untuk konsultasi kehamilan, diskusikan bersama suami. Pilih mana yang terbaik. Tapi perlu diingat, biaya periksa kehamilan (di luar USG) di bidan dengan dokter kandungan berbeda.

  • Bidan dekat rumah = mulai dari Rp80 ribu (bayar cash, tidak bisa pakai BPJS Kesehatan)
  • Bidan di Puskesmas = biaya pemeriksaan kehamilan bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Sebanyak 4 kali, yakni satu kali di trimester 1, satu kali di trimester 2, dan trimester 3 sebanyak dua kali.
  • Dokter kandungan di RS = besaran biaya tergantung pada RS-nya. Biasanya mulai dari Rp150 ribu (bisa menggunakan BPJS Kesehatan bila terindikasi secara medis harus dirujuk ke RS dengan mendapat rujukan dari faskes 1. Jika sudah darurat, tanpa rujukan).

Sedangkan untuk USG atas keinginan sendiri, BPJS Kesehatan tidak menanggungnya. Kecuali bunda terindikasi medis mengalami gangguan pada kehamilan. Oleh faskes tingkat 1 perlu dilakukan USG di faskes 2, maka biaya USG bakal dijamin BPJS Kesehatan. Bila sudah urgent, tak perlu rujukan.

2. Rutin Mengonsumsi Vitamin

Bila bunda sudah berkonsultasi atau memeriksakan kehamilan di bidan atau dokter kandungan, biasanya akan diberikan vitamin yang mengandung asam folat. Diminum 1 tablet per hari.

Asam folat sangat dibutuhkan pada masa kehamilan untuk memproduksi sel darah merah, mencegah cacat jantung dan bibir sumbing, hingga mengurangi risiko lahir prematur.

Selain itu, jika mengalami mual dan muntah di trimester awal, bunda akan diberikan obat untuk mengurangi rasa mual dalam bentuk tablet atau kapsul, atau sirup. Diminum 1 tablet saat terasa mual.

3. Konsumsi Makanan Bergizi dan Jangan Stres

Bukan hanya mengonsumsi vitamin, selama masa kehamilan bunda harus menjaga asupan makanan. Makan makanan bergizi dan minum air putih yang cukup. Baiknya tidak makan langsung dalam porsi banyak. Makan dengan porsi sedikit tapi sering. Ditambah minum susu hamil sesuai usia kandungan.

Hindari makanan pedas dan berlemak, minuman bersoda dan yang mengandung alkohol kafein, atau makanan dan minuman lain yang tidak sehat. Jauhi rokok, dan tidak sembarangan mengonsumsi obat-obatan. Ini juga penting bumil tidak boleh stres karena efeknya berbahaya bagi janin. Jadi, bahagia terus ya bunda.

4. Menabung untuk Biaya Lahiran

Di awal trimester, bunda dan ayah perlu punya tabungan untuk biaya melahirkan. Jangan hanya mengandalkan BPJS kesehatan maupun asuransi kesehatan karena tidak semua ditanggung. Tidak ada salahnya kan berjaga-jaga.

Bunda dan ayah bisa menabung di celengan atau membuat tabungan khusus. Sisihkan uang setiap hari atau setiap bulan untuk kebutuhan ini. Misalnya menabung Rp5.000, Rp10.000 atau Rp20.000 per hari di celengan.

Taruhlah bunda dan ayah komitmen menabung masing-masing Rp20.000 per hari (Rp40.000) saat kehamilan menginjak 8 minggu (2 bulan). Berarti masih ada waktu 7 bulan untuk mengumpulkan biaya kelahiran. Begitu genap 9 bulan, mendekati hari kelahiran tabungan sudah terkumpul Rp8,4 juta.

Uang tabungan itu sudah cukup untuk biaya lahiran secara normal. Kalau sesar, bunda dan ayah tinggal menambahkan kekurangannya. Jika biaya persalinan ditanggung BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan, uang tabungan tersebut dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti acara aqiqah.

Baca Juga: Bumil Ingin Melahirkan Secara Normal? Baca Dulu Tipsnya

Trimester 2 (Usia Kehamilan 13-28 minggu)


Ibu hamil perlu meluangkan waktu untuk olahraga

1. Belanja Pakaian Khusus Bumil

Di trimester 2 biasanya perut bunda sudah mulai membesar seiring perkembangan janin. Jika pakaian sudah sempit dan menyulitkan gerak bunda, mulailah berbelanja pakaian khusus bumil agar bunda nyaman.

2. Luangkan Waktu untuk Olahraga

Hamil, jangan malas bunda. Olahraga sangat baik bagi bunda dan janin. Bunda dapat melakukan senam hamil, yoga, atau senam kegel. Tidak perlu lama-lama, lakukan 10 menit setiap hari, manfaatnya membantu tubuh tetap sehat, mengurangi sakit pinggang.

Manfaat lainnya adalah belajar teknik pernapasan, sampai mengencangkan otot vagina dan panggul. Oh ya, di trimester 2 ini, bunda tetap harus mengonsumsi makanan bergizi ya.

3. Persiapkan Nama Anak

Ini nih kegiatan seru pasangan yang bakal segera menimang buah hati, mencari nama bayi. Untuk hal ini sih perlu didiskusikan bersama. Bunda bisa mencari nama bayi laki-laki dan perempuan di internet maupun buku khusus nama bayi. Nama adalah doa, jadi cari yang terbaik ya bunda.

4. Tidur Miring ke Kiri

Jangan anggap sepele soal tidur. Bunda yang sedang hamil di trimester 2 sebaiknya tidur miring ke kiri. Tujuannya memperlancar sirkulasi darah ke seluruh organ tubuh bayi, dan agar tidak menekan organ hati.

Hindari posisi tidur telentang, tidur miring ke kanan, tidur tengkurap, tidur dengan posisi kaki lebih tinggi. Contohnya tidur telentang saat hamil dapat menekan pembuluh dara besar. Hal ini dapat menghambat aliran darah ke janin. Dampak buruknya dapat menyebabkan kematian janin.

5. USG Melihat Jenis Kelamin Bayi

Yang penasaran melihat jenis kelamin bayi, bisa dengan cara USG 2D, 3D atau 4D. Kalau mau cepat, sudah dapat dilakukan pada usia kehamilan 12 minggu (3 bulan). Tapi paling baik atau lebih terlihat jelas mulai usia 28 minggu (7 bulan). Karena kalau laki-laki, sudah tampak kantong kemaluan, sedangkan perempuan nampak labia, berupa tanda 3 garis.

Trimester 3 (Usia Kehamilan 29-40 minggu)


Ibu hamil harus terus memantau perkembangan janin

1. Belanja Kebutuhan Bayi

Jika sudah tahu perkiraan bayi bunda laki-laki atau perempuan, bunda dan ayah bisa mulai mempersiapkan kebutuhan bayi. Di antaranya popok kain, celana dan baju lengan panjang dan pendek, selimut, bedong, topi bayi.

Bunda perlu juga sarung tangan, kaus kaki, gendongan bayi, bantal dan guling, bak mandi, handuk, sepatu bayi, alat pompa asi, alat pencuci botol, minyak telon, bedak, dan masih banyak lainnya.

2. Tetap Memantau Perkembangan Janin dan Belajar Mengenali Kontraksi

Bunda jangan lengah. Tetap pantau perkembangan bayi untuk mendeteksi adanya ketidaknormalan. Jika lebih dini terdeteksi, dokter atau bidan dapat mencarikan solusi terbaik.

Misalnya biasanya janin  bergerak aktif, seperti menendang, tapi bunda tak lagi merasakannya atau geraknya jadi lambat. Segera pergi ke bidan atau dokter untuk berkonsultasi. Bunda juga perlu mengenali apakah kontraksi yang bunda alami merupakan tanda-tanda akan melahirkan atau bukan.

3. Merawat Payudara untuk Persiapan Menyusui

ASI sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Apalagi kalau bunda memberikan asi ekslusif selama 6 bulan. Pasti bunda ingin memberikan asi terbaik dong? Oleh karena itu, bunda perlu merawat payudara sebagai persiapan menyusui.

Caranya dengan memijat payudara atau senam payudara. Gunanya untuk meningkatkan produksi air susu dan memperlancar produksi ASI.

4. Berhubungan Intim

Hamil bukan berarti dilarang berhubungan intim. Bunda dan ayah dapat bercinta secara hati-hati dengan mengatur intensitasnya. Sebaiknya tidak lebih dari 3 kali dalam seminggu.

Jika sudah hamil tua, perut sudah semakin membesar. Berat badan naik drastis dan lebih sering merasa nyeri punggung. Berhubungan intim dapat mengakibatkan kontraksi. Ini justru bagus bagi bunda yang tak kunjung kontraksi, padahal kehamilannya sudah cukup atau sudah masuk Hari Perkiraan Lahir (HPL).

Jangan Lupa Mencari Asuransi Kesehatan

Bunda yang sedang hamil penting mencari asuransi kesehatan. Ini juga bisa menjadi bagian persiapan kehamilan. Ada produk asuransi kesehatan yang menanggung biaya kehamilan sampai melahirkan, baik normal maupun sesar. Preminya bisa disesuaikan dengan kemampuan bunda dan ayah. Semoga lancar sampai melahirkan nanti ya, bunda.

Baca Juga: Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir, Bunda Wajib Tahu