Manggarai Jadi Stasiun Sentral pada 2021, Lihat Penampakannya Kini


Ilustrasi stasiun sentral

Cermati.com – Tahu dong, kalau selama ini Gambir adalah stasiun kereta api terbesar dan merupakan stasiun utama karena melayani kereta api jarak jauh? Nah, peran stasiun Gambir ini nantinya akan digantikan stasiun Manggarai.

Stasiun Manggarai digadang-gadang bakal jadi stasiun terpadu atau hub dari semua rute sepur, mulai dari kereta lokal alias KRL (Kereta Rel Listrik/Commuter Line) Jabodetabek, hingga kereta jarak jauh antarkota antarprovinsi di Pulau Jawa.

Rencananya, Manggarai jadi stasiun sentral mulai 2021 mendatang. Stasiun Manggarai akan melayani semua rute perjalanan kereta api (KA), mulai dari KRL, kereta bandara, kereta api jarak jauh antarkota/antarprovinsi, hingga kereta barang.

Lebih lengkapnya, simak ulasan Cermati.com berikut ini seputar persiapan Manggarai jadi stasiun sentral hingga moda transportasi apa saja yang akan terintegrasi di sana sebagaimana disarikan dari berbagai sumber.

Desain Pengembangan Stasiun Manggarai


Ilustrasi desain stasiun Manggarai menjadi stasiun sentral

Saat ini stasiun Manggarai masih terus dilakukan pembangunan untuk pengembangan hingga siap dijadikan sebagai stasiun sentral pada 2021.

Bagi yang sehari-hari menggunakan commuter line (KRL) dalam beraktivitas, mungkin sudah tidak asing lagi dengan progres pembangunan stasiun Manggarai ini.

Dari sebelumnya hanya beberapa hamparan rel yang membujur, kini sudah bertengger bangunan bertingkat nan megah yang nantinya untuk akses kereta api dari berbagai jurusan.

Sebagaimana CNBC Indonesia beritakan, Kasubag Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Supandi, menjelaskan dalam stasiun Manggarai yang sedang dikembangkan ini nantinya akan ada jalur-jalur khusus bagi masing-masing kereta berdasarkan tujuan.

Begini pembagian jalur KA di stasiun Manggarai:

  • KA jarak jauh: Di jalur utama (main line) yang ada di jalur atas (jalur layang)
  • KRL Bogor: Di jalur atas (layang)
  • KRL Bekasi: Di jalur bawah
  • KA Bandara (Soekarno-Hatta): di jalur bawah

Baca Juga: Hore! Jakarta Punya MRT, Ini Tarif dan Cara Membeli Tiketnya

Penampakan Pembangunan Stasiun Manggarai Kini


Ilustrasi progres pembangunan stasiun Manggarai

Rencanya, pengembangan stasiun Manggarai ini dijadwalkan selesai dibangun pada akhir 2021. Stasiun Manggarai akan terus dibenahi mulai dari bagian dalam stasiun hingga tata letak area pendukung di sekitarnya.

Penasaran dengan wujud stasiun Manggarai yang saat ini masih berproses pembangunannya, berikut penampakannya:

1. Stasiun Manggarai punya tiga lantai untuk jalur KA


Progres pembangunan stasiun Manggarai via CNBCIndonesia

Bangunan megah mulai tampak di dalam stasiun Manggarai. Bangunan ini terdiri dari 3 lantai dengan beberapa lajur rel kerata api.

Masing-masing lantai dan lajur rel kereta memiliki fungsi khusus untuk jalur KA yang dapat melintasinya. Mulai dari KRL, KA bandara, KA jarak jauh, punya jalurnya masing-masing.

2. Jalur double track KA menuju stasiun Manggarai


Double track rel kereta api visa portonews

Guna memperlancar lalu lalang KA yang melintas, juga telah dibangun rel ganda (double track) yang dari stasiun Jatinegara ke stasiun Manggarai. Dengan ini, diharapkan KA yang akan masuk atau melintasi stasiun Manggarai tidak lagi harus mengantre lama seperti yang sekarang ini terjadi.

KRL Bisa Berhenti di Stasiun Gambir Mulai 2021


Ilustrasi KRL Jabodetabek

Jika selama ini stasiun Gambir merupakan stasiun pusat, di mana KA jauh atau KA antarkota/antarprovinsi berangkat dan tiba di sini, nantinya sepur-sepur itu tidak berhenti di stasiun Gambir.

Stasiun Gambir hanya akan digunakan untuk pemberhentian KRL. Seperti diketahui, selama ini commuter line tidak berhenti di stasiun Gambir karena kapasitas stasiun yang tidak memadai.

Sehingga stasiun Gambir akan melayani KRL. Sebelumnya, KRL sendiri memang bisa berhenti di stasiun Gambir. Namun sejak tahun 2011, KRL tidak lagi berhenti di stasiun Gambir, karena beralih fungsi khusus buat KA jarak jauh.

Stasiun Gambir Juga untuk KA Wisata dan KA Khusus Kepresidenan


Ilustrasi interior kereta wisata via bumn.go

Bukan hanya beralih fungsi jadi stasiun yang melayani kereta lokal (KRL) saja, stasiun Gambir juga bakal dijadikan keberangkatan KA wisata dan KA khusus kepresidenan.

KA wisata merupakan kereta api jarak jauh yang peruntukannya untuk keperluan khusus, yakni pariwisata. Tentu saja, harga KA wisata ini berbeda dengan KA pada umumnya.

KA wisata saat ini dibanderol dengan harga yang tidak murah. Tarif kereta wisata ditentukan berdasarkan tujuan dan momennya, mulai di hari biasa, akhir pekan, atau hari libur nasional dipasang tarif yang berbeda.

KA wisata ini bisa disewa untuk pesta pernikahan, acara gathering, perjalanan privat, dan lainnya. KA wisata ini disewakan dengan hitungan 1 gerbong dengan harga puluhan juta.

Dengan fasilitas yang super lengkap, mulai dari ruang rapat, kamar tidur, tempat hiburan bersama seperti karaoke, televisi interaktif atau video on demand di setiap belakang kursi kereta, makanan prasmanan, wifi, sofa, dan masih banyak lagi, tak heran bila tarif KA wisata ini cukup mahal untuk sekali perjalanan.

Tarif KA wisata dipatok mulai dari Rp14 juta untuk tujuan terdekat seperti dari jakarta ke Bandung di hari biasa, hingga Rp30 juta untuk jarak jauh dari Jakarta ke Surabaya di hari biasa.

Transportasi Apa yang Terintegrasi di Stasiun Manggarai?


Kereta Bandara Soetta via detik/Djoko Setijowarno

Bukan hanya stasiun Manggarai saja yang dirombak besar-besaran hingga memiliki banyak jalur rel KA, namun juga dikembangkan dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung termasuk integrasi moda transportasi lainnya di sekitarnya.

Transportasi umum di area stasiun Manggarai terus ditingkatkan hingga benar-benar terintegrasi dengan moda transportasi pendukung lainnya. Saat ini saja, transportasi pendukung yang sudah ada di stasiun Manggarai adalah:

  • KRL/Commuter Line Jabodetabek dan Cikarang
  • KA Bandara Soekarno-Hatta
  • Bus Transjakarta
  • KA antarkota/antarprovinsi (jarak jauh) yang ditargetkan mulai beroperasi akhir 2021

Baca Juga: Beroperasi 2025, Ini Rute Stasiun MRT Bundaran HI-Kampung Bandan

Akan Ada ‘Skybridge’ di Stasiun Manggarai


Ilustrasi Bus Transjakarta

Sebagai stasiun sentral, guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, stasiun Manggarai memang direvitalisasi secara besar-besaran. Revitalisasi atau pembangunan pengembangan stasiun Manggarai sudah dilakukan sejak tahun 2016.

Seperti dikutip dari DetikFinance, akan ada fasilitas atau sarana pendukung lainnya di sekitar stasiun Manggarai, di antaranya:

  • Skybridge: Jembatan penyeberangan yang menghubungkan stasiun Manggarai dan Halte Transjakarta depan Pasaraya Manggarai
  • Halte Bus Transjakarta: Di dekat stasiun Manggarai
  • Area drop off penumpang
  • Tangga berjalan sebanyak 14 eskalator
  • Lift sebanyak 14 di area stasiun Manggarai

Baca Juga: LRT Jakarta: Rute, Tarif dan Cara Membeli Tiketnya