7 Tips Meredam Emosi di Depan Bos

Jujur saja, siapapun pasti tak ingin dimarahi bos karena hal sepele di kantor. Sayangnya, hal sepele tersebut yang paling sering diabaikan sehingga amarah bos pun tak bisa dibendung. Selain malu, terkadang emosi juga muncul karena perkataan yang mungkin kurang enak didengar. 

Membiarkan diri sendiri diselimuti emosi tentu tidak baik, apalagi kalau sampai melawan atasan. Perjalanan karir mungkin akan berhenti pada hari itu juga. Jika atasan marah, lakukan tips berikut untuk meredam emosi yang muncul.

7 Tips Meredam Emosi di Depan Bos

1. Kenali penyebabnya


Kenali penyebabnya

Atasan tak mungkin marah secara tiba-tiba alias tanpa alasan. Kenali penyebabnya agar kamu dapat mencari jalan keluar, sehingga emosi atasan redam secara perlahan. 

Selama bos masih marah-marah, sebaiknya dengarkan saja ia. Cari penyebabnya setelah ia selesai berbicara agar kamu tak disangka membangkang. Terkadang, amarah atasan tak melulu karena dia benci kepadamu. Justru karena ia peduli terhadap kinerjamu, makanya ia sering marah kalau ada yang kurang bagus.

2. Bela diri secara profesional

Jika atasan mulai menyalahkan kamu, tak ada salahnya untuk membela diri dengan cara yang wajar. Misalnya saat terlambat mengumpulkan deadline, kamu bisa jelaskan kalau penyebabnya karena ada kerjaan mendadak yang dilimpahkan kepadamu. 

Mungkin atasan yang melimpahkannya, tapi ia lupa karena banyak hal yang harus diurusnya di luar sana. Kamu bisa ingatkan, sehingga amarahnya berubah menjadi kata “maaf”. Sampaikan pembelaan diri dengan kalimat yang sopan. Selalu rendahkan dirimu di depan atasan, meskipun kamu benar.

Baca Juga: Kamu Bos? Begini 7 Tips Meningkatkan Kinerja Karyawan Tanpa Pelatihan

3. Tak perlu meninggikan suara

Menjawab atasan dengan suara tinggi tak ada gunanya, lho! Sikapmu ini justru membuat masalah bertambah rumit, sehingga solusinya tak kunjung ketemu. Apa salahnya bicarakan dengan kepala dingin, sehingga suasana di ruangan jauh dari kata menegangkan.

Seemosi apapun kamu kepada atasan, beliau tetap atasan yang harus dihormati. Apalagi kalau umurnya lebih tua dan kamu terbukti bersalah.

Emosi adalah hal yang wajar dan bisa timbul karena banyak hal. Bisa jadi sebelum atasan marah kepadamu, ia sudah terlanjur kesal kepada rekan kerjamu, tapi masih menyimpannya dalam hati. Ketika kamu melakukan kesalahan lagi, marahnya dilampiaskan kepadamu.

4. Tarik napas panjang

Emosi orang lain dapat memicu emosi diri sendiri. Hal yang wajar karena kamu merasa tidak diterima dimarahi, apalagi sampai menggunakan kata-kata kasar. Sebelum membalasnya dengan emosi, sebaiknya tarik napas panjang agar suasana hatimu sedikit lebih tenang. 

Semakin tenang, semakin kamu mampu menyikapi sikap atasan yang menurutmu kurang mengenakkan. Percayalah kalau emosi tersebut akan hilang kalau kamu mau mengikuti instruksi yang ia berikan. Masalah pasti akan selalu ada dalam setiap pekerjaan. Tugasmu adalah menyelesaikan permasalahan ini agar tak mempengaruhi performa pada hari berikutnya. 

5. Ceritakan masalah

Mood yang tadinya baik mendadak berubah menjadi buruk karena “semprotan” bos di kantor. Untuk mengembalikan mood tersebut, tidak ada salahnya untuk menceritakan sedikit masalahmu kepada rekan kerja. Tapi ingat, cari yang bisa dipercaya. 

Tak semua orang di kantor dapat dipercaya, apalagi untuk hal-hal seperti ini. Ada kemungkinan, ia akan memperbesar masalah untuk menjatuhkan posisimu. Ada pula yang mengadu kepada atasan dengan kalimat yang berlebihan. Jika tak ada yang bisa dipercaya, kamu bisa bercerita kepada teman di luar kantor. Mungkin ia punya pengalaman yang sama, jadi sesi curhatnya jauh lebih enak. 

Baca Juga: Khusus Karyawan, Ini 5 Cara agar Ide Kamu Disetujui Bos

6. Perbaiki kinerja di kantor


Perbaiki kinerja di kantor

Sekecil apapun kesalahan yang dilakukan, bos pasti ingat. Coba jangan menyepelekan permasalahan yang terjadi hari ini agar masalahnya tak terulang kembali. Jika penyebabnya karena kinerja kurang memuaskan, perbaikilah. Caranya dengan datang lebih awal, buatkan rencana kerja sesuai deadline agar dapat di submit tepat waktu, dan lain sebagainya. 

Pastikan setelah dimarahi, kamu menjadi karyawan yang lebih produktif daripada sebelumnya. Bos pasti sangat mengapresiasi perubahan tersebut.

7. Mintalah solusi senior

Tentu menyebalkan kalau kamu sudah dimarahi padahal status masih karyawan baru. Logikanya, apakah yang diketahui karyawan baru? Ilmunya pasti belum seberapa karena masih butuh waktu untuk melakukan penyesuaian. 

Tak perlu emosi akan hal ini. Lebih baik datangilah salah satu meja senior yang mengayomi, lalu minta waktu untuk berbicara empat mata saat jam makan siang. Pada saat itu, kamu bisa minta solusi agar selanjutnya bisa memperbaiki diri. Senior pasti lebih tahu cara mengatasi atasan karena ia sudah makan asam dan garam di kantor. 

Kerja dengan Profesional

Dimarahi atasan adalah hal yang wajar, sebaiknya jangan dimasukkan ke dalam hati agar hal ini tidak mempengaruhi performa mu di kantor. Sikapi dirimu selama bekerja di kantor dengan profesional. Lupakan secepatnya, lakukan koreksi diri, jadi yang lebih baik lagi agar hal ini tidak terjadi lagi.

Baca Juga: 7 Hal yang Bos Inginkan Dari Bawahannya