15 Tips Keluarga Harmonis dan Bahagia di Tahun Baru

Memiliki keluarga harmonis dan bahagia memang menjadi impian setiap orang atau pasangan. Keluarga harmonis, keadaan rumah akan menjadi damai, menyenangkan, dan nyaman. 

Untuk menciptakan keluarga yang harmonis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seseorang atau pasangan harus berusaha dan berjuang menciptakan keadaan atau suasana harmonis dalam keluarga tersebut.

Di tahun baru ini, tak ada salahnya jika salah satu resolusimu adalah menciptakan keluarga harmonis dan bahagia. Jika resolusi tersebut tercapai, maka akan menjadi 'surga dunia' yang dapat berpengaruh dalam aspek kehidupan kamu yang lain, seperti karier, bisnis atau usaha, dan sebagainya.

Lalu seperti apakah cara atau tips untuk menciptakan keluarga yang harmonis tersebut? Berikut ulasannya.

Baca Juga: Tips untuk Menekan Biaya Pengeluaran Rumah Tangga

1. Saling Bersikap Jujur dan Terbuka Terhadap Pasangan


Saling bersikap jujur dan terbuka dengan pasangan

Tips pertama untuk menciptakan keluarga harmonis adalah bersikap jujur dan terbuka terhadap pasangan. Ada banyak hal yang akan menghambat terciptanya suasana harmonis jika kamu dan pasangan tidak mau saling terbuka satu sama lainnya.

Keterbukaan dan kejujuran memang sesuatu yang penting bagi kelangsungan sebuah keluarga. Jika kamu menyadari hal ini, seharusnya kamu tak perlu kompromi lagi untuk selalu terbuka dan jujur terhadap pasangan.

Meskipun mungkin sesuatu yang akan dinyatakan itu pahit, namun percayalah bahwa hal ini akan semakin membuat peluang terciptanya keluarga harmonis semakin besar.

Dan keuntungan lain jika kamu selalu bersikap jujur dan terbuka ini, maka pasangan yang mungkin awalnya tidak terbiasa akan ikut terbawa dan akhirnya mau bersikap jujur dan terbuka juga.

2. Saling Menciptakan Suasana yang Menyenangkan 


Berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga

Dalam sebuah keluarga suasana kegembiraan memang manjadi sebuah hal yang mestinya selalu ada. Namun karena manusia yang memiliki berbagai karakter dan kepribadian, suasana kegembiraan, dan kesenangan tidak bisa terwujud setiap saat.

Memang seiring dengan waktu berjalannya rumah tangga, sebuah keluarga semakin jarang menemukan kesenangan di antara pasangan dan atau dengan keluarga. Maka dari itu, inilah tantangan yang harus dihadapi setiap keluarga.

Lalu bagaimana caranya untuk bisa menciptakan suasana menyenangkan ini? Ada banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan. Hal yang paling realistis dilakukan adalah membuat suasana yang selalu baru dan tidak monoton di setiap hari atau minggunya.

3. Hindari Sikap Emosional dan Egois dalam Menghadapi Masalah Keluarga


Hindari sikap emosional dan egois yang dapat memicu pertengkaran

Sebagai manusia, setiap pasangan memang akan memiliki emosi sendiri-sendiri. Sisi emosi ini ada yang bisa meletup dan meledak jika memang pasangan tidak mengendalikannya.

Nah, ketika emosi seseorang ini tak terkendali, sebuah keluarga bisa jadi kemudian berlangsung tidak harmonis. Dari sini pengendalian emosi saat terjadi perdebatan di antara pasangan memang harus bisa dikendalikan sedemikian rupa.

Hal ini bisa mulai dari diri kamu. Redam dan mengalah saat terjadi debat kusir dengan pasangan. Mengalah bukan berarti kalah.

Kamu hanya menyimpan sesuatu yang bisa berbahaya jika kamu tak mengalah. Jika kamu mau konsisten bersikap demikian, maka pasangan lama-lama akan juga mengikuti sikapmu tersebut.

4. Membuat Komitmen Jangka Panjang dengan Pasangan


Membuat komitmen jangka panjang dengan pasangan

Menikah dan menjalankan sebuah rumah tangga memang membutuhkan komitmen dari pasangan. Komitmen adalah sebuah cara untuk saling meneguhkan sikap dan pandangan serta pegangan satu sama lain.

Komitmen ini dilakukan untuk sebuah masa depan sebuah keluarga di masa depan untuk jangka panjang. Maka, jika kamu sangat serius dengan keharmonisan rumah tangga, kamu harus membuat komitmen jangan panjang dengan pasangan.

Bagaimana caranya membuat komitmen? Kamu dan pasangan harus berbicara terbuka dan menyampaikan pendapat untuk saling diterima dan dipegang teguh ketika menjalankan hubungan rumah tangga.

Dengan adanya komitmen yang kemudian saling disepakati oleh kedua belah pihak, maka kemungkinan besar keharmonisan dalam keluarga akan tercipta.

5. Mengutamakan Kebersamaan dalam Keluarga


Mengutamakan kebersamaan dalam keluarga

Jika kamu sudah memiliki anak, maka usahakan untuk mengutamakan atau memprioritaskan waktu kebersamaan dalam keluarga. Jangan terlalu larut dalam pekerjaan hingga kemudian mengakibatkan keluarga menjadi terabaikan.

Membuat waktu berkumpul dan beraktivitas bersama keluarga minimal seminggu sekali sudah cukup untuk sebuah keluarga untuk menjaga keharmonisan keluarga. Akhir pekan adalah waktu yang paling pas untuk sebuah keluarga melakukan kegiatan dan aktivitas bersama di dalam atau di luar rumah.

Baca Juga: 7 Resolusi Keuangan untuk Rumah Tangga di Tahun Baru

6. Bijak dan Tegas dalam Menghadapi Masalah


Bijak dan tegas dalam menghadapi masalah

Dalam mengarungi sebuah rumah tangga memang sebuah pasangan atau keluarga tak akan pernah luput dari masalah atau cobaan. Untuk menciptakan sebuah keluarga yang harmonis, ketika ditimpa masalah, kamu sebagai kepala keluarga harus mampu bersikap tegas dan selalu berpedoman pada ajaran agama. Agama memang akan selalu menjadi solusi dan jalan keluar yang paling baik bagi setiap insan manusia.

Baca Juga: Jangan Sepelekan, Masalah Keuangan Ini Bisa Bikin Rumah Tangga Berantakan

7. Tidak Membawa Masalah dari Luar ke Dalam Rumah


Tidak membawa masalah dari luar ke rumah

Setiap pasangan yang memiliki kegiatan diluar memang bisa jadi memiliki permasalahan di luar rumah tangga. Maka dari itu, bila kamu seorang yang memiliki masalah di luar rumah tangga, alangkah baiknya tak membawa problematika yang ada di luar tersebut ke dalam rumah tangga.

Mengapa demikian? Ini karena permasalahan yang di bawa ke dalam rumah tangga akan membuat keharmonisan keluarga bisa jadi goyah dan hancur. Jadi saat kamu sudah pulang ke rumah, sebaiknya fokus saja ke keluarga.

Urusan pekerjaan bisa kamu pikirkan nanti saja ketika bekerja. Jika mungkin kamu membawa urusan kantor ke rumah, kamu harus bisa mengatur waktu untuk urusan atau masalah kantor tersebut.

8. Berikan Perhatian Penuh Kepada Anak


Berikan perhatian penuh ke anak

Bagi yang sudah memiliki anak, kamu harus mampu memberikan perhatian yang penuh pada anak-anak. Sesibuk apapun, sudah seharusnya kamu mampu menyediakan waktu untuk anak-anak. 

Buat dan jadwalkan waktumu dalam sehari untuk putra-putri. Sedikit waktu yang kamu luangkan sangat berarti bagi anak-anak. Dengan memberikan perhatian pada anak-anak, maka keharmonisan hidup akan semakin mudah tercapai untuk diwujudkan.

9. Biasakan Gaya Hidup Sehat dalam Keluarga


Biasakan gaya hidup sehat dalam keluarga

Hidup sehat memang akan menjadi dambaan setiap orang. Bagi kamu yang sudah berkeluarga hidup sehat ini seharusnya bisa diterapkan.

Dengan keluarga yang yang suka dengan gaya hidup sehat, maka kamu berpeluang untuk menciptakan keluarga yang harmonis. Keharmonisan rumah tangga memang bisa diwujudkan dari cara hidup sehat.

Mengapa demikian? Karena saat hidup sehat ini menjadi tradisi dalam keluarga, maka akan banyak kegiatan bersama yang dilakukan keluarga seperti joging, olahraga, dan lain sebagainya.

10. Pilih Lokasi Tempat Tinggal yang Baik untuk Keluarga


Pilih lokasi dan tempat tinggal yang nyaman

Saat akan memilih rumah untuk keluarga dan rumah tangga, seharusnya kamu mempertimbangkan lokasi tempat tinggal yang ada. Mengapa demikian? Ini karena lokasi rumah akan berpengaruh pada pola keharmonisan sebuah keluarga.

Lingkungan akan berpengaruh pada dirimu dan anggota keluarga. Jika kamu berada di lingkungan yang baik, maka kepribadian kamu dan anggota keluarga juga akan ikut baik.

Dan ketika kepribadianmu dan anggota keluarga menjadi baik, maka keharmonisan keluarga akan akan mudah untuk diwujudkan.

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Mau Investasi Pakai Uang Belanja? Begini Strateginya

11. Menjalin Silaturahmi dengan Keluarga Pasangan


Menjalin silaturahim dengan mertua atau keluarga pasangan

Jangan lupa untuk membuat jalinan atau hubungan yang baik dengan keluarga mertua kamu. Ini karena hakekat sebuah pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, namun juga menyatukan dua keluarga.

Maka dari itu, menjalin hubungan baik dengan keluarga mertua adalah hal mutlak. Caranya dengan selalu berkomunikasi dan silaturahmi yang baik di setiap waktunya.

12. Perhatikan Lingkungan Sekitar dan Bersosialisasilah dengan Baik


Bersosialisasi dengan tetangga atau lingkungan sekitar

Tips keluarga harmonis lainnya adalah dengan memperhatikan lingkungan sekitar dan melakukan sosialisasi dengan baik. Ingat jika lingkungan yang kamu pilih sudah baik, tidak boleh menyiakannya.

Kamu harus bisa bersosialisasi dengan lingkungan tersebut dengan baik. Dengan begitu, kamu akan mampu membuka peluang keharmonisan keluarga. Karena seseorang yang suka bersosialisasi umumnya akan disukai oleh masyarakat dan akan dijaga kemananan dan kenyamanannya.

13. Hindari Main Sosmed saat Berkumpul Bersama Keluarga


Hindari main sosmed saat sedang berkumpul bersama keluarga

Jika sedang berkumpul bersama keluarga, curahkan waktu kamu sepenuhnya untuk mereka. Jangan malah sibuk sendiri main ponsel, main game, dan sosial media (sosmed).

Buka akun sosmed, kepoin postingan teman, apalagi diam-diam masih penasaran sama mantan pacar. Duh, jangan cari masalah deh. Ketahuan pasangan dan membuatnya cemburu, hubungan kalian yang awalnya harmonis bisa menjadi petaka.

Jadi sebaiknya hindari main gadget bila sedang bersama keluarga. Pernah dengar kan, gadget atau sosmed mendekatkan yang jauh, namun menjauhkan yang dekat. 

Yuk, sama-sama saling pengertian menjaga keharmonisan keluarga. Susah loh mempertahankan kebahagiaan keluarga. Jangan rusak semua itu demi hal-hal receh yang gak penting. 

14. Menyediakan Dana Darurat, Tabungan atau Investasi


Menyediakan dana darurat dan tabungan atau investasi

Tips keluarga harmonis terakhir adalah mampu mengatur keuangan keluarga dengan baik. Jika kamu atau pasangan tidak mampu mengelola keuangan, gaji selalu habis sebelum waktunya, bahkan harus gali lubang tutup lubang, rumah tanggamu akan berantakan. 

Dalam rumah tangga, perlu kerja sama antara suami istri untuk mengatur keuangan. Untuk membiayai kebutuhan hidup di masa sekarang, serta mempersiapkan keuangan yang lebih baik di masa depan. 

Oleh karena itu, selain mengalokasikan uang untuk biaya hidup sehari-hari, juga menyisihkan gaji untuk dana darurat maupun tabungan atau investasi. Dana darurat diperlukan untuk berjaga-jaga saat kondisi gawat atau mendesak.

Sementara tabungan atau investasi untuk masa depan, seperti mempersiapkan dana pensiun, biaya pendidikan anak, agar keuangan terjamin dan tidak membebani anak cucu kelak. 

15. Miliki Asuransi Kesehatan Keluarga


Asuransi kesehatan keluarga

Terakhir, menciptakan keluarga harmonis yaitu dengan memiliki asuransi kesehatan keluarga. Apa hubungannya keluarga harmonis dan asuransi kesehatan?

Begini, bila kamu mendekap asuransi kesehatan, baik asuransi kesehatan swasta maupun BPJS Kesehatan, setidaknya kamu dan keluarga sudah terlindungi dari risiko finansial akibat penyakit atau kematian.

Jika suatu saat kamu atau keluarga menderita penyakit kritis dan harus dirawat di rumah sakit, biaya pengobatan akan ditanggung perusahaan asuransi. Pun jika amit-amit meninggal dunia, ada santunan kematian. 

Dengan demikian, hidupmu dan keluarga akan tenang. Andaikan tidak punya asuransi kesehatan, lalu sakit keras, tabungan yang sudah kamu kumpulkan bersama pasangan habis untuk membayar biaya perawatan, bukan hanya keuangan yang berantakan, tetapi juga rumah tanggamu. 

Sebab, masalah keuangan seringkali menjadi pemicu perceraian. Keluarga menjadi tidak harmonis lantaran tak ada uang lagi karena simpanan ludes untuk mengobati penyakit. 

Memperbaiki Hubungan yang Sudah Diambang Kehancuran


Memperbaiki hubungan keluarga agar tetap harmonis

Jika kamu dan pasangan sedang mengalami masa-masa buruk, pernikahan selalu diwarnai pertengkaran, bahkan diambang kehancuran atau perceraian, coba perbaiki hubungan dengan cara:

  • Tenang dan berpikir

Jangan gegabah untuk melontarkan kata cerai dalam sebuah pernikahan. Apalagi kalau kamu sudah punya anak. Pikirkan perasaan dan kesehatan mental anak.

Hati mereka pasti akan terguncang bila orangtuanya sampai berpisah. Dalam hal ini, orangtua harus berjiwa besar, mengalah demi anak. Singkirkan sifat egois dalam diri masing-masing. Berpikir jernih sebelum bertindak lebih jauh. 

Dengan bertengkar, atau berpisah tidak akan menyelesaikan masalah. Tenangkan dulu pikiran dan hati kamu serta pasangan, agar tensi emosi reda. Begitu sudah dingin, kamu dan pasangan dapat berdiskusi lagi. Mencari solusi atas persoalan yang datang. 

  • Segera menyadari kesalahan dan minta maaf

Saat menenangkan diri dan berpikir, kamu dan pasangan dapat introspeksi diri kesalahan yang telah dilakukan. Apa kesalahannya dan apa penyebabnya. Bicarakan baik-baik.

Contohnya pasangan kamu mencoba selingkuh. Kenapa selingkuh? Mungkin saja karena kamu selama ini kurang mencurahkan perhatian dan kasih sayang, kasar, sehingga membuat pasanganmu tidak betah. 

Dengan menyadari kesalahan masing-masing, cobalah untuk meminta maaf. Jangan gengsi satu sama lain. Minta maaf duluan bukan berarti salah atau benar, tapi merupakan cara agar masalah tidak berlarut-larut.

Begitu sudah saling memaafkan, kamu dan pasangan mencari jalan keluarnya agar masalah yang sama tidak terulang kembali. Perlu diingat, jangan pernah mengungkit masalah ini di kemudian hari bila terjadi cek cok lagi.

Sekarang Saatnya Bergerak!

Inilah beberapa informasi mengenai tips menciptakan keluarga yang harmonis. Bagi kamu yang ingin dan mengidamkan keluarga harmonis, maka sudah saatnya bergerak. Pahami dan segera terapkan tips-tips di atas agar suasana harmonis keluarga segera terealisasi.

Baca Juga: Anti Tekor, Coba 7 Trik Ini untuk Menghemat Belanja Kebutuhan Rumah Tangga