Ciri-ciri Restoran dan Toko Online Palsu, serta Cara Menghindari Penipuannya

Tren belanja online di e-commerce semakin meningkat di masa pandemi. Pun dengan pesan makanan online via aplikasi.

Ceruk pasarnya menggiurkan. Bayang-bayang keuntungannya juga aduhai. Pantas saja, banyak orang buka toko online dadakan. Jadi mitra usaha di satu atau lebih marketplace maupun aplikasi daring.

Sayangnya tidak semua restoran dan toko online tersebut asli. Ada yang abal-abal hanya untuk menipu pembeli. Mengincar uangnya dengan tujuan memperkaya diri sendiri.

Apa kamu pernah menjadi korbannya? Atau mungkin belum? Kalau belum, amit-amit jangan sampai menimpamu. Yuk, kenali ciri-ciri restoran dan toko online palsu agar kamu terhindar dari penipuan berkedok online shop.

Baca Juga: 25 Situs Populer untuk Anda yang Gemar Belanja Online

Ciri-ciri Toko Online Palsu


Toko online fiktif atau palsu kerap memberikan harga sangat murah

Toko online palsu masih merajalela. Jika tidak waspada dan selektif, kamu bisa terperangkap.

1. Selalu memberi harga sangat murah

Pembeli mana yang tidak tergoda dengan harga murah? Tetapi kalau harga yang ditawarkan tidak masuk akal, kamu patut curiga.

Misalnya harga iPhone 11 dibanderol Rp 3 juta. Padahal aslinya masih mahal mulai dari Rp 11 jutaan. Atau beli online iPhone 11 seharga Rp 8 juta, tetapi yang datang malah casing bekas.

Baru-baru ini, seorang emak-emak belanja online kipas angin seharga Rp 86 ribu. Yang dia terima justru sabun colek.

2. Minta transfer uang muka atau DP

Belanja online mana ada sih transfer DP dulu? Mau COD atau non-COD, tidak ada sistem transfer uang muka. Apalagi ke rekening pribadi penjual.

Yang ada hanya pembayaran penuh. Baik penarikan langsung dari saldo dompet digital setelah checkout pesanan maupun bayar tunai ketika memakai sistem COD.

Selain itu, biasanya marketplace menerapkan sistem rekening bersama atau rekber. Tujuannya demi keamanan pihak penjual dan pembeli.

Rekber adalah layanan rekening yang menampung dana transaksi jual beli online. Setelah memilih barang beserta jumlahnya, pembeli akan melakukan pembayaran.

Transfer uang ke rekening bersama. Bukan rekening pribadi penjual. Rekber ini akan menahan uang selama proses pengiriman barang.

Setelah pesanan barang diterima pembeli, uang di rekber tersebut baru akan dikirim ke penjual. Jika ada apa-apa, seperti barang cacat atau lainnya, uang kamu bisa kembali.

Oleh karena itu, langsung batalkan minat kamu belanja online bila ada penjual yang minta transfer uang muka. Sudah pasti itu toko online bodong.

3. Komunikasinya pakai nomor telepon pribadi

Semua e-commerce atau marketplace telah menyediakan fitur berkomunikasi resmi antara penjual dan pembeli. Ada layanan ‘hubungi penjual’ via chat.

Umumnya pembeli dapat bertanya apapun kepada penjual melalui layanan tersebut. Namun toko online palsu tidak begitu.

Agar leluasa melancarkan aksinya, mereka menggunakan nomor telepon atau whatsapp pribadi. Hal ini tentu saja di luar pantauan pihak e-commerce.

Begitu kamu kena tipu-tipunya, barang yang datang tidak sesuai pesanan, dan menghubungi lagi, pihak penjual sudah tidak merespons.

Sementara bila kamu berkomunikasi pada layanan resmi, ketika terjadi penipuan dan lapor pihak e-commerce, rekam jejak toko online bodong bisa terlacak.

4. Ulasan komentar jelek dan rating toko rendah

Saat belanja online, pastikan kamu melihat komentar pembeli dan rating toko. Berapa banyak yang sudah belanja di toko tersebut, berapa bintangnya (rating), berapa yang komplain.

Jika ternyata komentar buruk atau komplain lebih banyak, ratingnya juga jelek. Bila ratingnya 1, 2 atau 3 bintang, sebaiknya tidak melanjutkan transaksi. Ini untuk menghindari penjual nakal.

Bahkan kamu bisa menelusuri akun media sosial toko online tersebut, seperti Instagram. Kalau toko online menonaktifkan kolom komentarnya, patut dicurigai.

5. Baru bergabung, tetapi sudah punya banyak pengikut

Di profil toko online kamu dapat mengecek kapan penjual bergabung di e-commerce. Bila baru bergabung beberapa jam atau hari, tetapi sudah punya banyak pengikut, perlu waspada juga. Bisa jadi itu hasil dari membeli followers.

Baca Juga: Kelebihan Beli Pulsa Secara Online vs Offline

Ciri-ciri Restoran Online Palsu


Restoran online abal-abal suka mencatut nama resto terkenal

Baru-baru ini terkuak kasus restoran online fiktif di Surabaya. Bukan tidak mungkin, penipuan seperti ini ada di wilayah lainnya.

1. Catut nama restoran terkenal

Modus penipuan restoran online salah satunya mencatut nama restoran terkenal agar dipercaya calon pembeli. Jika penjual menjadi mitra usaha dari beberapa aplikasi, penggunaan namanya berbeda-beda.

Di samping itu, foto makanan dan minuman yang dipasang terlihat menarik. Namun faktanya, begitu diterima, pesanan tersebut tidak sesuai foto.

2. Harga menu sangat mahal

Karena sudah pakai nama restoran ternama, penjual seenaknya mematok harga jual makanan dan minuman. Harganya sangat mahal.

Mending kalau menu yang diterima sama menariknya dengan foto. Kenyataannya jauh berbeda, sehingga pembeli merasa ditipu.

Cara Hindari Penipuan Restoran dan Toko Online Bodong


Hindari penipuan berkedok resto dan toko online

1. Telusuri restoran sebelum pesan

Untuk mengetahui restoran online asli atau palsu memang tidak mudah. Kamu perlu ekstra cek dan ricek sebelum pesan meski perut sudah lapar.

Selidiki restoran online, bisa dari akun media sosialnya. Sebab restoran yang sudah punya nama pasti punya akun media sosial.

Ini untuk memastikan bahwa restoran tersebut betul-betul sesuai alamatnya. Misalnya kamu tinggal di Cengkareng, Jakarta Barat. Mau pesan makanan di daerah Puri Kembangan.

Cek restoran yang dituju di akun Instagram maupun Google. Kemudian cari tahu apakah restoran itu berada di Puri atau punya cabang di sana. Jika tidak ada, berarti resto tersebut palsu.

Baca Juga: Mumpung Lagi Banyak Promo, Ini Rahasianya Belanja Online Hemat

2. Tanya langsung ke driver ojol

Sebetulnya kalau soal asli atau palsu, driver ojek online (ojol) pasti lebih tahu. Sebab, mereka sering mendapat orderan ke restoran abal-abal.

Karenanya, jangan segan bertanya terlebih dahulu kepada driver mengenai kebenaran restoran tersebut. Untuk memastikannya, mintalah driver untuk memotret tempat makan. Mungkin saja nama resto di aplikasi terkenal, tetapi pas di TKP namanya berbeda.

3. Tidak tergiur harga super murah

Zaman now makin ramai penipuan, baik belanja online maupun pesan antar makanan online. Jadi, jangan gampang terperdaya dengan iming-iming harga super murah dan diskon besar yang tidak wajar meski kamu gaptek sekalipun.

4. Menyimpan semua bukti dan transaksi

Jangan pernah membuang segala bukti yang berkaitan dengan transaksi. Contohnya bukti percakapan melalui chat atau SMS, pembayaran, dan kalau perlu buat video unboxing saat menerima pesanan.

Bukti-bukti ini untuk berjaga-jaga bila kamu menjadi korban penipuan. Menerima barang atau makanan yang tidak sesuai dengan yang ditampilkan

Lapor ke e-Commerce, Aplikasi Ojol, atau Polisi

Segala bentuk penipuan adalah sebuah kejahatan. Kamu dapat melaporkan perbuatan tersebut atau dugaan penipuan dari restoran maupun toko online kepada pihak e-commerce serta aplikasi ojol agar segera ditindaklanjuti.

Atau kamu juga bisa mengadukannya ke pihak kepolisian supaya diusut tuntas karena penipuan online sangat meresahkan dan merugikan masyarakat.

Baca Juga: 8 Kartu Kredit Terbaik dengan Limit Besar hingga Rp 1 Miliar, Cek Daftarnya