5 Cara Atur Uang Buat Si Single dan Belum Bisa Nabung

Sebagian besar orang mengira, masih single pasti sudah punya tabungan yang banyak. Namun, pada kenyataannya, pernyataan itu tak selamanya benar. Hingga sekarang ini, tak sedikit orang juga yang belum punya pasangan atau berumah tangga justru tak punya tabungan sama sekali.

“Kok, Bisa? Terus uangnya lari kemana?”

Tak perlu kaget. Meski seseorang sudah memiliki penghasilan yang cukup, tapi tak memiliki tabungan bisa saja terjadi. Banyak faktor yang membuat gaji bulanan bisa habis begitu saja, padahal belum ada tanggungan.

Selain tidak mengelola keuangan dengan baik, sering membelanjakan uang semaunya alias pemborosan menjadi faktor terkuat seseorang bisa tak memiliki tabungan.

Jika sekarang kamu berada di posisi keuangan tersebut dan tak segera diatasi, maka akan berdampak buruk pada keuanganmu di kemudian hari. Bisa saja, suatu hari nanti banyak kebutuhan yang tidak terpenuhi, tak memiliki aset hingga menimbulkan utang konsumtif.

Mumpung masih muda, single dan belum memiliki tabungan, sebaiknya ubah perilaku buruk dalam membelanjakan uang. Sekarang menjadi waktu yang tepat buat kamu merencanakan keuangan dengan bijak, salah satunya memiliki tabungan. Dengan begitu, tentunya memudahkan kamu dalam mewujudkan berbagai tujuan keuangan.

Jangan bingung harus mulai dari mana, berikut ada beberapa tips keuangan buat kamu yang single dan bisa punya tabungan.

Cara Atur Uang Buat Si Single dan Belum Bisa Nabung

1. Buat Perencanaan Gaji


Cara Atur Uang Buat Si Single dan Belum Bisa Nabung

Umumnya, seseorang yang tak memiliki rencana keuangan, pasti gajinya hanya numpang lewat saja. Hari ini gajian, belum sebulan tapi sudah habis. Bahkan, ada juga orang yang hari ini gajian, seminggu kemudian sudah habis.

Maka dari itu, agar hal tersebut tidak terjadi, buat perencanaan gaji yang matang. Dari keselurhan gaji akan kamu pakai untuk apa saja.

Jangan mencatat belanja keinginan dulu, sebaiknya catat yang menjadi prioritas terlebih dahulu. Misalnya, belanja kebutuhan dapur, mandi, kasih untuk orangtua, tabungan dan lainnya. Setelah kebutuhan sudah aman dan pasti terpenuhi, barulah kamu mencatat belanjaan yang diinginkan seperti baju, kosmetik, dan lainnya.

2. Tetapkan Budget yang Tepat

Setelah perencanaan gaji dibuat dan dipastikan tidak ada yang terlewat, selanjutnya adalah kamu harus menetapkan budget dengan tepat di setiap pos pengeluaran tersebut.

Sebagai contoh perhitungan, kamu seorang pekerja kantoran dan ada pengeluaran makan selama di kantor. Misal, dalam sehari makan Rp25 ribu dan bekerja dari Senin – Jumat. Berarti kamu harus menyiapkan budget makan di kantor sebesar:

Rp25 ribu x 20 hari kerja = Rp500 ribu

Contoh lainnya budget untuk kebutuhan dapur. Misal, dalam sehari belanja bahan makanan untuk dimasak sebesar Rp50 ribu (bumbu dapur, sayur, tahu/tempe, ikan atau lainnya). Maka dalam sebulan kamu harus menyiapkan budget untuk dapur sebesar:

Rp50 ribu x 30 hari = Rp1,5 juta

Lakukan perhitungan dengan telitit di keseluruhan pos pengeluaran yang telah dibuat. Pastikan budget yang telah kamu tetapkan tidak melebihi dari gaji yang didapat. Jika, ternyata budgetnya terlalu besar, cek kembali kebutuhan yang budgetnya bisa dikurangi atau hemat.

3. Catat Tujuan Keuangan


Cara Atur Uang Buat Si Single dan Belum Bisa Nabung

Sama halnya dengan bepergian, pastinya kamu sudah menentukan tempat tujuan. Kamu pun juga harus menentukan tujuan keuanganmu agar pengeluaran menjadi lebih jelas, terarah dan meminimalisir terjadinya uang keluar secara percuma.

Tujuan keuangan ini bisa berbagai macam, mulai dari ingin memiliki tabungan Rp30 juta saat usia 25 tahun, ingin investasi dengan raup imbal hasil sekian juta, memiliki kendaraan, rumah dan sebagainya. Atau, pergi liburan ke luar negeri hingga belanja barang brended juga boleh.

Baca Juga: 6 Kiat Sukses Mencapai Tujuan Keuangan Keluarga agar Hidup Mapan

4. Buat Target Tabungan

Tidak terbiasa menabung sejak kecil juga bisa menjadi faktor kamu tidak punya tabungan saat ini. Namun, kamu tak perlu khawati sebab kebiasaan menabung ini bisa diterapkan secara perlahan-lahan.

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah, kamu perlu menyisihkan 10% dari gaji untuk tabungan. Setelah gaji diterima, jangan menunda waktu lagi untuk menyisihkan tabungan.

Kalau masih kurang disiplin menabung, tak ada salahnya buat target tabungan. Misalnya, dalam 1 tahun tabungan harus sudah terkumpul Rp10 juta. Dengan begitu, kamu akan rajin dan disiplin menabung tiap bulannya agar target tersebut tercapai tepat waktu.

5. Siapkan Dana Darurat


Cara Atur Uang Buat Si Single dan Belum Bisa Nabung

Selain tabungan, kamu juga perlu memiliki dana darurat. Besaran dana darurat ini, biasanya sekitar 5% - 10% tergantung dari kemampuan finansialmu. Dana darurat ini, bisa dipakai ketika kamu dihadapi kebutuhan yang mendadak tanpa diduda.

Misalnya saja, kamu sakit ringan tapi butuh obat dari dokter, perlu service kendaraan, AC, listrik dan sebagainya. Pastikan dana darurat ini tidak kamu pakai jika tidak diperlukan. Sebab kebutuhan yang mendadak terkadang juga membutuhkan biaya yang besar.

Baca Juga: Alasan Kenapa Dana Darurat Itu Penting dan Tips Memaksimalkannya

6. Tahan Ego Belanja yang Tidak Diperlukan

Kebanyakan anak muda zaman sekarang itu laper mata alias mudah tergoda dengan belanja. Lihat baju, tas atau sepatu bagus dan lucu, langsung beli, liat harga turun sedikit langsung bayar, apalagi kalo sudah lihat diskon besar-besaran, pasti langsung borong belanjaan.

Padahal terlalu sering belanja barang yang sebenarnya tidak diperlukan hanya akan membuat pengeluaran menjadi lebih boros. Alhasil, kamu kesulitan dalam menabung.

Jika target tabungan kamu ingin cepat tercapai, kamu wajib menahan ego belanja. Pertimbangkan barang sebelum dibeli. Jika masih ada tas atau sepatu di rumah yang masih bagus dipakai, tak perlu lagi beli yang baru. Kecuali, barang-barang yang kamu punya di rumah sudah rusak atau tidak muat, taka da salahnya beli yang baru.

Menabung Itu Wajib Bukan Beban Keuangan

Mungkin hingga saat ini masih banyak orang yang salah kaprah menyoal simpanan, yaitu menjadikan tabungan sebagai beban keuangan. Alhasil, pada praktiknya tabungan menjadi tidak lancar. Padahal, menabung itu wajib bagi siapapun agar kondisi keuangan menjadi lebih aman dan terkontrol dengan baik. Dengan memposisikan tabungan sebagai pos keuangan yang wajib, maka kamu akan menjalankannya dengan disipilin, sehingga tabungan menjadi lancar dan target keuangan tercapai dengan mudah.

Baca Juga: Cerdas Finansial, Kamu yang Usia 30an Wajib Punya 5 Tabungan Ini!